Happy Reading !
~jangan membayangkan cerita ini seperti filmnya ya.. bayangkan saja Sasuke dan Hinata seperti biasa..
karena Hinata disni aku buat menjadi gadis dewasa yang sedikit eerrr---.. bukan gadis polos yang menggemaskan...
Kehidupan mahasiswa yang liar bukan kehidupan mahasiswa yang berprestasi apalagi baik budi pekertinya..
Selamat menikmati°°••
*
*
*
Hinata tersenyum, melambai kearah seseorang yang barusan memanggilnya.
"Maaf terlambat.. aku selalu ketinggalan kereta..,"
"Minumlah.. aku sudah memesannya untukmu..,"
Lavender-nya menyipit, menerawang minuman yang disodorkan Hanna untuknya.
"45%,"
Hinata tersenyum, tangannya terulur dan meneguk minuman itu begitu saja, bibirnya meringis sekilas saat minuman itu merosot ditenggorokkannya. Jarinya menyeka sisa tetesan whisky yang ada disudut bibirnya.
"Manis..,"
Hanna dan Hanarre terkekeh, mengacungkan kedua ibu jarinya mengakui kehebatan Hinata dalam meneguk minuman keras. Sahabat manisnya ini memang tidak ada tandingannya jika masalah minum, dia bahkan bisa menghabiskan 1botol besar whine tanpa teler sedikitpun.
"Kau mau ?," tawar Hinata kepada seorang pemuda yang duduk disampingnya.
"Itachi tidak mau mabuk malam ini..," sahut Hanna yang duduk dihadapan Hinata.
"Why ?," tanya Hinata lagi dengan memiringkan kepalanya kearah Itachi.
"Aku ada kuliah besok.., lagi pula siapa yang akan mengantarmu pulang jika kau mabuk nanti.."
Hinata menarik napas, kemudian menghembuskannya perlahan sambil mengambil kacang yang ada diatas piring.
"Terserah kau saja..!!,"
.
.
.
"Kau yakin tidak mabuk ?,"
Hinata menggeleng, tubuhnya merosot dan berjongkok didepan pintu bar.
"Sedikit pusing..,"
"Tunggu disini aku akan mencari minuman segar,"
Hinata mengangguk, meremas rambutnya sambil menatap kepergian Itachi.
Kedua temannya sudah teler sejak setengah jam yang lalu dan berakhir memanggil taxi untuk mengantar mereka berdua pulang.
Hanya tinggal Itachi yang memang langganan menjadi penjaga dadakan untuk Hinata.
Udara malam ini terasa dingin tidak seperti biasanya, Hinata mengeratkan jaket yang Itachi berikan tadi. Ia berdiri hendak mencari tempat duduk karna kakinya mulai terasa kebas.
Trak..
Hinata menunduk, sesuatu jatuh dari saku jaket Itachi yang ia kenakan.
Cih- bibir manisnya mendecih saat hendak mengambil barang haram yang barusan jatuh didekat kakinya.
Tangannya terulur, hendak mengambil itu-, tapi seseorang lebih dulu mengambilnya.
Hinata menatapnya,
"Ini milikmu ?,"
Tiba-tiba seperti ada sesuatu yang mengganjal ditenggorokkannya,
Dan Hinata pun beralih menatap sutra yang barusan diambil orang itu. Cepat-cepat Hinata menyambarnya, memasukkannya kembali kedalam saku jaket yang ia kenakan.
-sialan Itachi.
Ada sedikit rasa malu ketika Hinata merasa tertangkap basah mempunyai barang seperti itu.
Sungguh tidak terbayangkan hal semacam ini akan terjadi dihidupnya, Hinata benar-benar mengutuk Itachi yang sembarangan membawa benda seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
-HIDDEN LOVE-
Fanfic-Completed- cerita yang terinspirasi dari sebuah drama China Hidden Love.. -SASUHINA- ..tidak seharusnya Hinata mencintai seorang pria yang ia sebut sebagai kakak.. Disc : jangan berharap cerita sama persis dengan dramanya.. ini hanya terinspirasi s...
