Hai adick adick, akhirnya udah end aja. Nungguinkah??.
Siapa yang kangen sama dewnani kita. Aku salah satunya wkwkwkwkwk.
Ini bakalan panjang hehe... Karna ini terakhir.
Jujur aja aku juga ngga rela mau di end, tapi ini maksimalnya, dulu aku kepikiran buat 20 chap aj udah cukup. Tapi gara gara kalian aku masih ngelanjutin sampe sekarang.
Thanks pembaca setia aku, kalo aku udah salah maafkan aku. Ni author ga tau tempat, masa nangis di sekolah kocak geming ni author.
Udah itu aja. Hehe.
Hepy reading
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah satu minggu di Jepang dew dan Nani memutuskan untuk pulang. Sedangkan bright dan win ingin berlibur lebih panjang disana.
Kini mereka berada di perjalanan menuju ke mansion mereka berdua. Dew fokus dengan jalan, Nani vidcall an bersama anaknya.
Devan merengak ingin Nani cepat pulang. Membuat Nani terkekeh.
"Mommy kapan Devan punya adik?, Devan iri sama temen temen pada punya adik. Devan juga pengen mom" Keluh Devan.
"Devan sabar dong, daddy udah ninggalin benih di perut mommy mu. Mommy tadi mual loh.... Bentar lagi Devan punya adik " Bohong dew. (Padahal bener wkwkwk).
"iihh apaansih, udah ya Devan bentar lagi nyampe nih" Nani.
Nani pun mematikan vidcallnya. Nani mendengus kesal kepada dew. Hei Devan tuh masih kecil malah dengar bapaknya ngomong gitu.
Dew hanya terkekeh. Nani sudah bilang kepada suaminya bahwa ia dikasih pramugari testpack. Sebenarnya Nani ingin mencobanya tapi dew melarangnya.
'Nggak boleh, nanti pas pulang aja. Biar kejutan buat Devan. Kalo beneran ada syukur kalo ga ada ya bikin lagi lah'katanya. Nani hanya menuruti kemauan suaminya. Itung-itung jadi istri baik.
Setelah sampai di perkarangan rumah.devan sudah menunggu diluar bersama maid.
"Mommy!!! " Pekik Devan saat Nani keluar dari mobil bersama dew. Devan berlari menuju Nani dan memeluk erat.
"Hiks.... Huaaaaaa" Tangis Devan. Betapa rindunya dia. Devan menangis di ceruk leher Nani. Nani hanya terkekeh tingkah lucu Devan.
"Sudah sayang.... Mommy sudah disini katany Devan mau mainan. Ini loh... " Nani sembari membuka kursi penumpang belakang yang penuh dengan mainan dan makanan oleh oleh dari Jepang.
Devan pun mendongak ke arah mainan tersebut dan kembali memeluk Nani. Dew memerintahkan untuk barang barang tersebut di bawa di dalam rumah.
" Sudah jangan menangis disini. Masuk dulu diluar dingin. Sebentar lagi malam. " Dew sambil menarik pinggang Nani untuk selalu berada di dekatnya.
Dew tak rela jika Nani memeluk anaknya. Rasanya cemburu pada anaknya tak mau kalah dari Devan.
Nani duduk di sofa masih dengan Devan memeluknya. Tangan Nani mengelus punggung Devan yang terisak.
"Dew perut ku...... Mau mun-" Nani menutup mulutnya. Dengan sigap dew mengambil paksa Devan. Nani pun berlari menuju toilet terdekat.
Huek... Huek... Uhuk.... Uhuk..
Terdengar suara muntahan dari Nani. Dew pun menggendong devan menyusul Nani di kamar mandi.
Nani dengan susah payah memuntakkan makanan yang ia makan. Namun, tak ada satu pun yang keluar. Dew menurunkan Devan di kursi makan dekat dengan kamar mandi dan menyusul nani.
KAMU SEDANG MEMBACA
duda? (End)
Short Story"MOMMY!?! " "HAH..... GW?! "-NANI Rank #dewnani : #1 (22/10/23) Angjay, gg Geming gak gezzz JANGAN SALAH LAPAK BXB
