Rencana Rapat Ulang!

10 3 0
                                        


"Astaga! Whaha! Sakit perut gue ketawa!" sambung Zion lagi. Perutnya terasa sakit karena tertawa.

"Udah, ntar kesal lho dia," ucap Ian yang juga menahan tawanya.

"Ehk, iya. Udah, oy!" ucap Natan menimpali. Jean hanya memasang wajah dinginnya dan melepaskan tangan Eric.

"Idih, ada pawang nya ternyata," ucap Eric yang melihat tingkah Jean.

"Gak ada, dia jomblo!" balas Jean dingin dan berlalu keluar dari kelas Zion. Lara terkekeh melihat tingkah Jean.

"Whahaha!" tawa Ian dan Natan yang sejak tadi mereka tahan, kini pecah setelah Jean tidak ada lagi di dalam kelasnya. Zion yang tadinya sudah mengatur nafasnya karena tertawa, kembali tertawa saat melihat Ian dan Natan tertawa keras.

"Astaga! Bener-bener, dah!" ucap Ian mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air mata akibat tertawa.

"Bener banget, astaga," balas Natan.

"Gue gak percaya, bisa juga Jean tingkahnya kayak gitu!" ucap Zion dengan sisa tawanya.

"Kasian euy, Jean," ucap Lara.

"Ya gimana lagi, abisnya lucu," balas Natan dan diangguki kepala oleh Zion dan Ian. Sedangkan Eric, ia hanya diam di tempatnya melihat semuanya.

"Ehk, jangan coba-coba dekat Lara, deh. Pawangnya ganas!" ucap Natan kepada Eric.

"Hehe! Padahal cuma mau kenalan," balas Eric. Oliver yang baru saja tiba dan masuk ke dalam kelasnya, bingung menatap seisi kelasnya yang menatap ke arah Eric, Natan, Lara, Zion dan Ian.

"Kenapa?" tanya Oliver yang baru saja masuk ke dalam kelasnya dengan bingung.

"Hadeh! Lo telat euy, coba aja tadi lo cepet datang, lo pasti liat tingkah Jean," jawab Zion.

"Hah?! Emang Jean ngapain?" tanya Oliver menatap Eric.

"Ada, pokoknya lucu banget!" jawab Natan.

"Idih, kasih tau 'lah," pinta Oliver.

"Rahasia!" balas Lara. Oliver hanya mendengus dan berjalan menuju kursinya.

"Napa lo? Ada masalah?" tanya Zion mendekat ke arah Oliver yang tidak seperti biasanya.

"Gak ada," jawab Oliver cepat dan membenamkan kepalanya di atas tangannya yang ia tumpuk di atas mejanya.

"Gak usah bohong, deh," balas Ian. Walaupun keduanya tidak terlalu dekat seperti Zion. Tetapi, Ian tetap peduli dengannya.

"Gak ada, cuman pusing aja gue," ucap Oliver dengan suara pelan.

"Napa lagi? Diganggu sama anak Flamdeish? Hah?" tanya Zion yang tidak sabaran. Oliver langsung mengangkat kepalanya dan menatap Zion.

"Enggak!" jawab Oliver cepat.

"Gak usah bohong, sih. Daerah lo dekat sama kawasan Flamdeish, jadi gak mungkin kalau gak diganggu!" balas Ian.

"Bener-bener cari masalah mereka!" tekan Zion. Eric yang masih ada di dalam kelas Zion, hanya diam dan mendengarkan Zion, Ian dan Lara.

"Ahk! Iya, bukannya lo dari sana?" tanya Zion kepada Eric. Eric langsung menatap Zion saat mendengar pertanyaanya.

"Iya, gue dari sana," jawab Eric langsung tanpa basa-basi. Oliver langsung menatap ke arah Eric.

"Hmm, pantes gue cium aroma yang gak sedap!" ucap salah satu teman sekelas Zion. Zion tersenyum miring ucapan teman sekelasnya itu.

"Bau ya, kayak sampah?" tanya Zion.

"Bener banget!" jawab teman sekelasnya itu lagi.

"Gue heran, kok kepala sekolah bisa terima dia?" ucap Ratu yang tiba-tiba masuk ke dalam kelasnya. Ratu Kristalea, ketua OSIS SMA Central yang sangat disegani oleh teman-temannya yang lain. Walaupun ia perempuan, tetapi tidak ada yang berani membantah ucapannya.

ZION  (HIATUS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang