16

1.2K 160 18
                                        

"Kamu senang memaafkan, aku tidak! Jadi jangan samakan."

Airi meringis melihat Rere. Wanita itu mulai terang-terangan berdebat dengan Cyra.

"Oke aku maafkan masa lalu, tapi berdampingan dengan mas Abhie di pelaminan, No!"

Cyra tidak menghalangi Rere menenggak minuman keras itu, dia pernah berada di posisi ini dan karena sudah berada di tempat seperti ini maka pilihan yang bagus adalah alkohol.

"Setelah semua yang dia lakukan? Aku tidak percaya Sofia seberani itu."

"Begitu juga dengan Cyra," terang Airi.

"Benar," ketus Rere. "Kalau kamu mau tarik batas enggak akan mudah dia masuk."

"Bagaimana bisa? Aku saja tidak tahu hubungan mereka." Cyra membela dirinya bukan untuk menampilkan sisi bertentangan. "Lagian ini sudah menuju hari H."

"Aku tidak akan membiarkannya bahagia sebelum dia meminta maaf, dia perlu mengklarifikasi kejadian dulu. Mengingat dia sangat mengenal mas Abhie, jadi dia tidak amnesia kan?"

Sepertinya Cyra perlu memberitahu dengan detail keadaannya yang sudah lama baik-baik saja setelah kejadian itu.

"Saat itu aku malu, sedih dan hancur juga." Cyra menatap Rere, karena temannya itu yang harus diyakinkan olehnya.

"Tapi lihat sekarang, aku bisa bangkit seperti ini bahkan saat orangtuaku tidak tahu apa-apa. Aku suk----"

"Kami tahu karena kami menyaksikan semuanya dan kamu tidak boleh lupa jika saat itu peran kami lebih besar."

Cyra tidak pernah melupakan kebaikan teman-temannya buktinya sampai detik ini ia masih menjalin hubungan baik dengan mereka.

"Aku ingat dan kalian juga harus lihat keadaanku sekarang. Salah meminta kalian melupakan kejadian itu?"

"Tidak!" Rere kembali menenggak minuamnnya. "Seandainya dia tidak menikah dengan mas Abhie kami akan membiarkannya, sebelum kabar ini saat kita bertemu pernahkah kita membahas wanita itu?"

"Sekali lagi tidak bisakah kalian membiarkannya?" Cyra mulai terusik dengan sikap keras kepala Rere.

"Tempatkan dirimu sebagai manusia normal, dia perlu minta maaf!"

Airi setuju, walaupun tidak pernah berdebat dengan Cyra kali ini dia juga ingin membuka pikiran Cyra dan tanpa sadar dia menuangkan minuman milik Rere dan meneguknya.

"Ingat lagi," kata Airi. "Saat kamu sadar, semua teman-teman melihatmu tidur dengan Heri."

Cyra tidak ingin mendengar teman-temannya mengungkit masa lalu.

"Saat itu kamu lelah setelah pelajaran olahraga, ketika bangun melihat cowok di samping dan berteriak histeris bahkan kamu tidak percaya kalau kami mengatakan kalau kamu masih per---"

"Stop!"

Wajah Cyra memerah, matanya mulai berair. Memorinya menyimpan semua itu tapi dia tidak pernah mengingat dengan lantang apalagi memberitahu teman-teman barunya selama berada di London.

Bahkan Abhie tidak tahu masalahnya dengan Sofia.

"Kamu belum melupakannya, Cyra! Karena itu aku menuntut maafnya sekalipun itu menyakitkan untuk kembali diingat."

Balada Cinta Saudara AngkatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang