19

1.4K 183 17
                                        

   Sofia tidak mau mendengar penjelasan apapun yang diinginkannya adalah pernikahan tetap berlangsung.

"Aku mau menyelesaikan sekarang, bukan setelah akad nikah."

Abhie tidak ingin membicarakannya lagi setelah hubungan mereka sah, lebih baik terbuka sekarang dari pada menimbulkan masalah yang lebih besar ke depannya.

"Karena itu dengar apa yang kukatakan."

"Aku harus mendengar apa, perasaan Mas pada adik Mas sendiri?"

Bukan itu, jawaban untuk perasannya telah dipertegas oleh Cyra.

"Yang kamu lihat pagi tadi itu murni salah paham."

Salah paham seperti apa? Begitu banyak jejak panas di dada calon suaminya, apakah memang benar salah paham? Sudah dikatakan, Sofia tidak ingin mendengar apapun.

Abhie mulai menjelaskan. "Aku menjemput Cyra di sebuah club dalam keadaan mabuk, jadi ini terjadi bukan atas kemauan kami."

Sofia tahu betapa perhatian laki-laki itu kepada adik-adiknya tapi ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa laki-laki itu salah menempatkan perhatiannya hingga menyebabkan kejadian seperti ini.

"Mungkin dia berhalusinasi seolah aku pacarnya." tanpa sadar Abhie sedang menjaga nama baik Cyra setelah wanita itu memporak-porandakan pendiriannya.

"Bagaimana dengan tanda merah di dadanya?" 

Abhie meneguk ludahnya. "Maaf." Abhie meyakinkan Sofia jika mereka tidak melakukan hal lebih seperti hubungan suami-istri. "Kami tidak melewati batas."

Tidak melewati batas, apakah harus membuat wanita itu hamil dulu baru disebut melewati batas?

Ah sudahlah!

Sofia tidak melanjutkan, mungkin dia akan menganggap itu hal normal karena Cyra yang mulai merayu sedangkan Abhie adalah laki-laki normal. Tapi bisakah dia menganggap seperti itu dalam jangka waktu yang cukup lama mengingat dia akan menjadi bagian hidup Abhie?

"Setelah semua yang kamu lihat dan mendengar penjelasanku, bagaimana tanggapanmu untuk pernikahan kita?"

"Aku mencintai Mas, tidak ada alasan untuk membatalkannya." Sofia tidak ingin kalah apalagi dikalahkan oleh Cyra. 

Wanita itu melanjutkan, "Aku akan menganggapnya kesalahanpahaman." aku akan berusaha keras untuk itu.

Abhie tidak lega, tapi ia tidak bisa mundur begitu saja.

"Tentang hubunganmu dengan Cyra." Abhie tidak menutup mata jika suatu saat Sofia akan mengungkit kesalahpahaman ini. Ia juga membahas hubungan dua wanita itu karena bagaimanapun mereka akan menjadi saudara ipar dan akan sering bertemu.

Sofia menatap awas, bagaimana jika Abhie menyinggung masalah yang dikatakan Cyra tadi? Sungguh itu salah satu pengalaman buruknya selama masa puber.

"Aku tahu kalian tidak akur saat masih SMP, mungkin sekarang berlanjut." karena Abhie tidak tahu masalah seperti apa yang melibatkan keduanya. 

"Kamu akan tinggal bersamaku juga keluarga besarku."

Bukan sebuah masalah menurut Sofia, lagi pula hubungannya dengan adik-adik Abhie pengecualian Cyra baik-baik saja.

"Tidak masalah bagiku."

"Syukurlah," kata Abhie setelah mendengar tanggapan Sofia karena Cyra mungkin akan pulang sesekali semoga mereka tidak berselisih paham.

Abhie mengenyampingkan gundahnya, meletakkan pada satu tempat sebuah rasa yang dianggap samar karena semuanya sudah dipersiapkan hanya menunggu beberapa jam lagi menuju hari akad. Ia tidak akan mempermalukan orangtua juga keluarga besar mereka mengingat undangan pernikahan telah disebar.

Balada Cinta Saudara AngkatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang