Aku pernah berada dalam keadaan ini? Cyra tersenyum, kenapa mas Abhie di sini? Wanita itu menahan tangannya agar tidak menyentuh rahang lelaki yang berdiri di depannya untuk memastikan jika itu memang Abhie.
"Kalau tidak salah, Mas pernah bilang tidak akan datang saat kondisiku seperti ini."
Abhie melihat senyum Cyra yang amat menawan.
"Aku datang bersama sopirku."
"Oh." Cyra mengangguk, alkohol membuatnya gila tubuhnya akan sempoyongan jika saja ia tidak berusaha menopang.
"Aku belum mau pulang." berada di club serasa nyaman karena di sini dalam keadaan seperti ini ia bebas berpikir dan mengatakan apapun.
Reflek Cyra memukul dada bidang Abhie menyuruh pria itu pergi dan meninggalkannya di sini.
Di sebuah mobil Rere dan Airi memperhatikan keduanya, mereka juga ikut sakit melihat sikap Cyra.
"Aku akan pulang besok, jadi pergilah."
Cyra hampir jatuh andai saja Abhie tidak cekatan.
"Mas juga mau masuk?"
Abhie menggeleng. Mengetahui Cyra sudah kembali ke Jakarta tapi tidak pulang ke rumah sudah membuatnya kecewa sekarang ia diberitahu jika gadis itu sedang mabuk perasannya benar-benar kacau.
"Kalau begitu lepaskan." Cyra tidak sadar dengan tatapannya juga sikap yang membuat Abhie galau.
"Aku akan mengantarmu pulang." Abhie melepaskan wanita itu tapi tidak bergeser dari posisinya.
"Jangan pura-pura seolah Mas banyak waktu luang, tinggalkan aku dan pergilah."
Rere memijat keningnya yang terasa amat pusing apalagi melihat sikap keras kepala Cyra.
"Harusnya aku memberinya obat tidur tadi."
Airi tertawa. "Kok aku gemas sama mas Abhie ya."
"Jangan aneh-aneh deh!" Rere menegur temannya. "Mereka berdua sudah cukup bikin pusing enggak usah nambah!"
Karena Cyra bersikeras untuk kembali masuk ke club dengan terpaksa Abhie menarik wanita itu ke mobil.
"Aku tidak mau pulang."
Abhie juga tidak akan membawa wanita itu pulang, tenaganya lebih kuat dari Cyra jadi sia-sia gadis itu melawannya.
"Jalan Pak," titah Abhie setelah berhasil membawa Cyra masuk ke mobilnya. Lantas ia menghubungi Airi, namun tidak ada jawaban sementara yang dihubungi mengekor di belakang mobilnya.
"Mas merepotkan diri untukku, nanti nyesal lagi."
Kali ini ia tidak akan menyesal karena Abhie sedang berpikir ke mana akan membawa Cyra.
"Mas mengacuhkanku?" sulit sekali menyeimbangkan posisi duduknya agar berhadapan dengan Abhie.
"Aku tidak perlu ditolong, karena aku bukan wanita lemah." dengan dua tangannya Cyra membingkai wajah Abhie dan memaksa laki-laki itu melihat ke arahnya.
Jantung Abhie berdegup keras, ujian apa ini Tuhan?
Tidak mungkin membawa Cyra pulang dalam keadaan seperti ini dan ia juga tidak akan mengulang kesalahan dengan membawa gadis itu ke apartemennya. Satu-satunya cara adalah meminta tolong pada teman Cyra. Setelah dua kali menghubungi Airi, ia baru sadar jika Airi juga mabuk.
"Apa yang Mas pikirkan?"
Gerakan jari di rahangnya membuat Abhie frustrasi, haruskah Cyra bersikap seperti ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
Balada Cinta Saudara Angkat
Romance💋 Sekuel istri pengganti Cyra yakin ia tidak akan jatuh cinta pada kakak angkatnya, ia semakin risih terhadap Abhie ketika usianya beranjak remaja dan memutuskan sekolah di luar negeri. Bertahun-tahun tinggal di London hingga akhirnya gadis itu pul...
