Cyra tidak ingin berdebat dengan Abhie, ia hanya menginginkan kalung milik mamanya karena tidak akan membiarkan Sofia mendapatkan barang berharga itu. Ia tidak peduli jika Abhie memberikan wanita itu seluruh saham dan hidupnya, tapi tidak dengan sesuatu milik keluarganya.
"Aku menunggu Mama di kamar." karena Cyra tidak akan membuat keributan apalagi sekarang keluarga dan kerabat berkumpul di rumahnya.
Cyra akan berbicara baik-baik terkait kalung itu.
Setelah mengatakannya Cyra menuju ke kamar, ia tidak memilih kamar orangtuanya.
Abhie melihat pergerakan wanita itu dan segera mengikutinya. Sebelum masuk ia mengetuk pintu kamar Cyra.
"Aku tidak ada kepentingan dengan Mas."
Abhie segera mengalami wanita itu ketika akan menutup pintunya kembali.
"Sedang ramai di luar, kamu ingin membuat keributan?"
Abhie berhasil masuk ke kamar Cyra.
"Semenjak Mas menjadi anggota keluarga ini pernahkah melihatku membuat keributan?"
"Lalu ini apa?" Abhie bertanya baik-baik. Ia belum bisa menebak masalah yang melibatkan Cyra dengan Sofia, tapi yakin masalahnya tidak sepele.
"Aku meminta sebagai anak, tidak wajar?"
"Tidak cukup dengan jaminan dariku? Aku akan memberikan padamu kalung itu."
Cyra mengapresiasi sikap Abhie tapi di sini ia bersikap sebagai anak, ingin dilihat dan diakui jika dia berhak memiliki benda itu.
"Lalu alasan seperti apa yang akan memberikan saat melepaskan kalung itu?"
"Akan kupikirkan." Abhie akan berusaha semampunya. "Aku mohon, sekarang mama lagi banyak tamu, jangan ganggu beliau."
Ketukan pintu kamar menginterupsi mereka, Abhie membuang muka dan tampak frustrasi ketika mendengar suara mama dan kalimat Cyra yang to the point.
"Aku mau kalung itu."
"Kamu memanggil Mama untuk mengatakan hal itu lagi?"
"Aku akan mengatakan alasannya, tapi bukankah lebih baik tidak ada ketegangan?" Cyra masih menjaga keadaan.
"Alasannya kamu lebih berhak karena kamu anak kandung Mama, sedangkan Sofia hanya menantu?"
"Mama mau mendengarkannya?"
Abhie tidak tahu apa yang akan dikatakan oleh Cyra, tapi ia bisa merasakan firasat sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Kamu sudah sedewasa ini, Mama harus bertanya umurmu?"
Mikhayla dengan sikap bijaksananya menegaskan pada putri sulungnya untuk menjaga sopan santun.
"Karena sudah dewasa aku lebih tahu mana yang baik dan buruk untukku." Cyra membalas tatapan mamanya.
"Aku juga tahu, mana yang membahayakan dan mana yang bisa melindungiku."
"Apa maksudmu?" geram Mikhayla. Wanita itu sama sekali tidak menyangka Cyra akan seberani ini menghadapinya.
Perihal kalung, bukan sesuatu hal penting kenapa benda itu sangat menarik perhatian putrinya?
"Aku kirain Mama menyesal di kemudian hari, terkecuali aku bukan anak kandung."
"Cyra!"
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Abhie, tidak mungkin juga untuk keluar dari kamar itu dalam kondisi seperti ini terlebih membiarkan Mikhayla dan Cyra tinggal berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Balada Cinta Saudara Angkat
Romance💋 Sekuel istri pengganti Cyra yakin ia tidak akan jatuh cinta pada kakak angkatnya, ia semakin risih terhadap Abhie ketika usianya beranjak remaja dan memutuskan sekolah di luar negeri. Bertahun-tahun tinggal di London hingga akhirnya gadis itu pul...
