LIMA BELAS

27 4 1
                                        

"Aku sudah mendapatkan hasil tes vitamin milik Taehun," ujar Hyunsoo.

Mendengar itu, Kyungjun langsung menunjukan wajah seriusnya. "Bagaimana hasilnya?"

"Kau tahu? Vitamin itu ternyata mengandung zat yang berbahaya dan vitamin itu tidak bisa ditemukan di mana-mana," jelas Hyunsoo.

Kyungjun membulatkan matanya tak percaya. "Tidak mungkin, bibi Cheon tidak mungkin seperti itu. Hyunsoo, kau tidak salah dengar kan?"

Hyunsoo menyerahkan selembar kertas pada Kyungjun. Kertas itu menunjukan hasil dari tes pil itu.

Kyungjun masih tak percaya dengan hasil tesnya. Cheon Jia, wanita itu sudah lama berteman dengan sang ibu maka dari itu ia sulit menerima kenyataan ini.

••••••

Di kamarnya Junhyeok terus menatap pil pemberian ibunya untuk Taehun. Ia masih memikirkan Taehun yang terlihat semakin sehat tanpa obat dari ibunya.

Karena rasa penasaran yang mendominasi, Junhyeok pergi menuju ruang khusus milik ibunya. Junhyeok mencoba menyelinap masuk selagi sang ibu tidak ada di rumah.

Bau khas obat-obatan tercium begitu Junhyeok mulai memasuki ruangan itu.

Srek.

Junhyeok melihat ke bawah, ia tak sengaja menginjak sebuah kertas yang telah diremas. Karena penasaran ia mengambilnya, Junhyeok kembali melangkah seraya mencoba mengembalikan kertas itu seperti semula.

Langkah Junhyeok yang belum seberapa di ruangan itu terhenti, ia mendengar suara pintu utama di buka. Dengan cepat ia keluar dari sana dan kembali ke kamarnya.

"Aku yakin Eomma menyembunyikan sesuatu," gumamnya dengan nafas tersenggal.

Pandangannya kembali pada kertas yang masih ia genggam. Junhyeok memilih untuk menyembunyikan kertas itu terlebih dulu, ia tidak mau gegabah bisa saja di dalam kertas itu ada sesuatu yang berbahaya jika terhirup.

Junhyeok kembali membanting dirinya ke kasur, waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam, ia harus tidur tapi ia tidak bisa.

"Kenapa pikiranku tiba-tiba tidak tenang?" Jumhyeok kembali bangkit, mengambil jaket, ponsel serta dompet miliknya lalu keluar lewat balkon kamarnya yang mempunyai tangga hingga bawah. Junhyeok sengaja, jika lewat pintu utama ia tidak akan dibiarkan keluar.

Setelah berhasil pergi dari pekarangan rumahnya, Junhyeok segera mencari taxi yang bisa membawanya ke tempat Taehun bekerja. Tapi satu pun Junhyeok tidak melihat taxi yang lewat dihadapannya.

Di tengah kekesalannya itu ponsel Junhyeok berdering. Tanpa ragu Junhyeok menjawab panggilan tersebut.

"Iya, Hyung. Ada apa?" tanya Junhyeok.

"Kau ada waktu? Aku ingin bicara denganmu."

"Bicara saja."

"Secara langsung."

"Baiklah, sekarang saja selagi aku masih berada di luar," pinta Junhyeok.

Di sebrang sana Hyunsoo menghela nafasnya. "Tumben sekali malam-malam berada di luar. Aku dan Kyungjun berada di cafe dekat rumahmu."

"Tunggu aku, Hyung."

Setelah mematikan panggilannya Junhyeok segera bergegas pergi. Letak cafe yang Hyunsoo maksud hanya membutuhkan waktu sepuluh menit dari tempatnya berada saat ini.

Sementara di sisi lain Kyungjun terus bergerak gelisah. Setelah melihat hasil tes itu Kyungjun benar-benar takut akan kondisi Taehun.

Di hadapannya ada Hyunsoo yang terus menatapnya jengah. Hyunsoo juga sama khawatirnya, maka dari itu Hyunsoo meminta Junhyeok untuk bertemu, ia ingin menguras informasi dari laki-laki bermarga Cheon itu.

"Hyunsoo, kau saja yang bertemu Junhyeok. Aku ingin ke tempat Taehun bekerja," ucap Kyungjun.

Hyunsoo menggeleng. "Kau akan pergi sendiri? Yang benar saja, Woo Kyungjun. Sudahlah kita berbicara dulu dengan Junhyeok setelah itu baru pergi menjemput Taehun, kau bisa pulang bersamanya jika kau mau."

"Baiklah."

"Tapi perasaanku benar-benar tidak enak, Hyunsoo. Aku takut terjadi sesuatu pada Taehun," batin Kyungjun.

"Hyunsoo Hyung, Kyungjun Hyung!" Junhyeok yang baru saja datang itu lantas bergabung dengan Kyungjun juga Hyunsoo. "Apa yang kalian ingin bicarakan? Aku tidak punya begitu banyak waktu," lanjutnya.

"Karena kau pergi diam-diam?" tanya Kyungjun.

Junhyeok mengangguk. "Benar aku memabg pergi diam-diam, tapi bukan katena itu. Aku ada urusan lain."

Hyunsoo yang mengerti segera menyerahkan kertas yang sore tadi ia sempat perlihatkan pada Kyungjun.

"Kami sama sekali tidak bermaksud menuduh ibumu," ucap Hyunsoo.

Junhyeok mengambil kertas tersebut, tanpa ragu ia membukanya. "Hasil tes apa ini, Hyung?"

"Obat yang selama ini ibumu berikan pada adik-ku, Taehun."

Deg!

Jawaban dari Kyungjun mengejutkan Junhyeok, ia mulai membacanya dari awal hingga akhir. Sesuai dengan dugaannya siang tadi, Junhyeok benar-benar tak percaya ibunya sendiri bisa berbuat sekeji ini. Junhyeok masih sangat ingat, Jiwoo dan Taehun sering ke rumahnya dari ia masih kecil, entah untuk menebus obat, saat Taehun sakit atau bahkan hanya periksa keadaannya.

Tangan Junhyeok bergetar, ia marah dan kecewa pada sang ibu. Orang yang selama ini ia kira sangat baik ternyata bisa berbuat hal yang mengerikan seperti ini.

"Hasil itu harusnya sudah keluar beberapa minggu yang lalu. Tapi dikarenakan dokter kepercayaan keluargaku tengah berada di luar negeri dan baru datang minggu lalu jadi hasilnya baru keluar sore tadi," ujar Hyunsoo. "Junhyeok-"

"Aku sudah menduganya. Kyungjun Hyung, jadi selama ini daya tahan tubuh Taehun Hyung tidak lemah, tapi ibuku yang membuatnya lemah," ucap Junhyeok.

Kyungjun mengangguk menyetujui. "Sepertinya memang begitu, dia mengonsumsinya sudah sangat lama-" Ucapan Kyungjun terhentu karena ponselnya juga ponsel Hyunsoo berdering secara bersamaan.

Keduanya memeriksa ponsel masing masing.

"Sungjun, tumben sekali," gumam Kyungjun.

"Hyunsoo Hyung! Cepat ke rumah sakit, Taehun Hyung kecelakaan."

Belum sempat Kyungjun menggeser tombol hijau di ponselnya, hatinya sudah mencelos mendengar hal itu dari ponsel Hyunsoo.












Kita sudah dekat dengan yang namanya ending hehe...
Kenapa dikit padahal sebelumnya Tembus 50+ bab? Karena aku merasa kurang nyaman nulisnya, gak tahu kenapa. Ada yang ingin di sampaikan untuk bab kali ini?

Gomawo Hyung | TNXCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang