Baik Yeonjun ataupun kedua orang tuanya telah kembali masuk atas instruksi dari Kyungjun.
Soora menatap Taehun, anak bungsunya itu terus terdiam dengan pandangan yang kosong. Entah apa yang telah Kyungjun ucapkan pada putranya.
"Taehun-ah..." panggil Soora lembut, ia berharap Taehun mau melihatnya sekarang.
Perlahan senyum Soora mengembang kala putranya mau melihatnya, tak lama ia berlari memeluknya setelah kata yang sangat ingin ia dengar Taehun ucapkan.
"Eomma... "
Semua yang di sana mendadak menitikan air mata. Jika Yeonjun dan kedua orang tuanya karena bahagia, maka Kyungjun menangis karena sedih. Usahanya meyakinkan Taehun berhasil tapi hatinya sakit mendengar hal ini.
"Kenapa kenyataan ini menghabisiku secara bersamaan? Aku siapa sekarang? Untuk apa aku di sini? Eomma, apa tugasku menjaga Taehun sudah selesai? Aku masih ingin menjaganya, rengekannya tadi aku masih ingin mendengarnya."
Tatapan Kyungjun sama sekali tidak terlepas dari Taehun. Ia tidak mau Taehun pergi, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Taehun-ah, terima kasih. Eomma sangat bahagia mendengarnya." Tangisan bahagia Soora mendominasi di ruangan itu. Meskipun Taehun tidak membalas pelukannya tapi Soira tetap bahagia setelah kata itu keluar dari mulut putranya.
"Soora-ya, aku juga ingin memeluk putraku," ucap Woojin, ia tak kalah rindu dengan putra bungsunya.
Bukannya melepaskan, Soora hanya memberinya ruang untuk memeluknya bersama. Yeonjun juga tak ingin kalah, ia ikut memeluk adik yang ia rindukan itu.
Sedangkan Kyungjun, laki-laki itu benar-benar hancur sekarang. Ia hanya bisa berdiri di dekat pintu dengan air mata yang terus mengalir.
"Apa ini hukuman untuk-ku? Ternyata semenyakitkan ini jadi dirimu, Taehun." Kyungjun tersenyum tipis. "Sekarang semunya sudah terbalik, dulu kau yang melihatku dipeluk Eomma dan Appa, sekarang aku yang berada di pisisimu. Taehun ... Ternyata kau sekuat itu, tapi aku tidak bisa srkuat dirimu."
Kyungjun berbalik hendak pergi dari sana, namun langkahnya terhenti kala ada suara yang memanggilnya.
"Kyungjun Hyung!"
Kyungjun sudah tidak bisa lagi mencoba menghentikan air matanya. Langkahnya terasa berat setelah Taehun memanggilnya.
"Jangan pergi, tetaplah di sini. Temani adikmu ini, Hyung..."
Kyungjun tidak bisa mendeskripsikan bertapa bahagianya ia saat Taehun masih menganggapnya seorang kakak, tapi rasa bahagia itu tak bertahan lama setelah ia mendengar ucapan Soora.
"Apa yang kau katakan? Kakakmu sekarang adalah Yeonjun, bukan dia."
Sungguh, ucapan Soora benar-benar menusuk hati Kyungjun.
"Apa yang kau katakan!"
"Taehun, apa yang lakukan?"
Mendengar nada panik dari Soora berhasil membuat Kyungjun berbalik. Seketika ia membulatkan matanya kala melihat Taehun yang mencoba turun dari brankar.
Kyungjun tidak bisa membiarkannya, ia berlari menghampiri Taehun lalu menghentikannya.
"Apa yang kau lakukan, bodoh!" Kyungjun langsung memeluk Taehun setelah berhasil membuatnya kembali duduk seperti semula.
Taehun membalas pelukan itu erat, ia tidak mau Kyungjun pergi tanpa dirinya. "Jangan pergi Hyung, jangan karena aku sudah bertemu dengan keluarga kandungku kau pergi begitu saja, tanggung jawabmu menjagaku baru di mulai Hyung, aku baru hari ini ingin memulai jadi adik yang bersandar pada kakaknya," ucap Taehun lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gomawo Hyung | TNX
Fanfiction"Mempunyai hubungan darah atau tidak, aku tidak peduli. Selamanya aku akan menganggapmu sebagai adik-ku." -Kyungjun. Start : 29 juni 2022 Publish : 20 oktober 2023
