Pesta pernikahan itu adalah pesta pernikahan yang paling indah dan paling mewah yang pernah Alif lihat. Dekorasi kebun yang didominasi mawar impor berwarna putih, makanan yang lezat yang mengalir tiada henti, dan dirinya dan Sakti sebagai pusat perhatian dari semua kemeriahan itu.
Pesta dibuat dengan konsep pengantin menyatu dengan para tamu yang hadir, jadi tidak ada panggung serta pelaminan pada umumnya. Alif dan Sakti mengobrol dengan tamu yang merupakan keluarga besar Sakti dan terdapat juga beberapa sahabat dekat Sakti maupun Alif.
Sepanjang acara resepsi, senyum dan tawa tak lepas dari wajah Alif dan hal itu membuat Sakti sedikit gentar dan bertanya apa yang dipikirkan dan direncanakan oleh istrinya. Begitupun juga lengan Alif yang tak lepas melingkar di lengan ataupun pinggang Sakti, seolah Alif mendeklarasikan pada dunia bahwa Sakti adalah miliknya.
Kedatangan Deidre memang membuat sedikit kegemparan pada orang-orang yang tahu bahwa wanita itu adalah mantan istri Sakti, wanita itu terlihat sangat percaya diri dan begitu gemerlap menghadapi orang-orang yang mempertanyakan kehadirannya. Tetapi kegemerlapan Deidre seketika memudar ketika Alif berbaur dengan para tamu, perempuan muda itu menyita perhatian semua tamu yang hadir dengan senyum ramahnya dan tawanya yang renyah. Alif terlihat begitu berkilau dan bahagia karena cinta, begitupun juga Sakti.. sesekali laki-laki itu mencium kening Alif bahkan kecupan ringan dibibir istrinya di depan semua tamu tanpa rasa canggung.
Dan Deidre hanya mendapatkan rasa malu dan bisik-bisik dari keluarga besar Sakti karena kehadirannya di pesta itu. Tetapi wanita itu sadar bahwa ia mungkin masih mempunyai harapan, karena ia sangat menyadari bahasa tubuh Sakti ketika ia memeluk mantan suaminya tadi pagi.
***
"Bisa-bisanya kamu melakukan itu padaku Kak?" Sakti berdesis marah pada Andrea, laki-laki itu menyeret kakak perempuannya ke salah satu kamar yang tidak terpakai setelah pesta selesai.
"Apa maksudmu?" Andrea mulai naik pitam karena Sakti menuduhnya tanpa alasan yang jelas.
"WO yang kamu hire... WO itu milik Deidre." Sakti mengatupkan bibirnya rapat, menatap Andrea tajam.
Andrea mengangkat alisnya, ia baru mengerti mengapa Deidre dengan begitu tidak tahu malu datang di pernikahan Sakti. Ia mengira Sakti mengundangnya sekadar basa-basi untuk menjaga hubungan baik di antara keluarga Deidre dan keluarga mereka.
"Sumpah, aku tidak tahu Sakti. Aku mendapat rekomendasi dari teman-teman bahwa WO itu adalah WO yang paling bagus kualitas servisnya. Ingat, aku sudah lama tidak menetap di Jakarta, seharusnya kamu yang lebih tahu." Andrea menjelaskan semuanya dengan dingin, ia mulai merasa kesal karena ia lelah dan semua hampir semua waktu yang ia punya tersita untuk mengurus pernikahan adik laki-lakinya.
Sakti terdiam, ia berpikir ia gegabah menuduh Andrea sengaja melakukan semua ini, padahal ia tahu bagaimana kakak perempuannya sangat menyayangi dirinya daan juga sangat menyukai Alif. Laki-laki itu menghembuskan nafasnya dan menyesal dengan tuduhan konyolnya yang sangat tidak berdasar.
"Maaf.."
"Dimaafkan, tapi hanya karena hari ini kamu adalah raja." Andrea mengibaskan tangannya pada Sakti dan segera keluar dari kamar.
Andrea memutar matanya, tetapi ia juga penasaran mengapa Sakti begitu emosi.. karena ia tahu adiknya tidak akan menunjukkan kemarahannya karena persoalan kecil seperti ini. Apalagi tadi Andrea melihat dengan mata kepalanya sendiri Alif tidak merasa terganggu ataupun terintimidasi dengan kehadiran Deidre di sepanjang resepsi pernikahannya.
***
"Alif.." Sakti mengetuk pintu kamar pengantin mereka, tapi tidak terdengar jawaban dari Alif. Kemudian Sakti menarik gagang pintu sekali lagi, memastikan kalau mungkin tadi pintunya hanya tidak mau terbuka. Tetapi perkiraan Sakti salah, karena pintu kamar tidak terbuka sama sekali, dengan kata lain pintu kamar itu dikunci dari dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Young Bride
Romancekau tidak dapat mengatur hati untuk jatuh pada siapa.. PS. Semua part akan sy upload kembali secara bertahap... Happy reading!
