Part 19b: The Other

69.9K 5.8K 308
                                        

Suasana kelas mulai ramai karena Dosen Sejarah Kesastraan Inggris terlambat. Para mahasiswa baru mulai mengobrol dan melakukan kegiatan mereka masing-masing di kelas.

Alif mengobrol bersama Gita dan juga Revan, tak disangka Alif Revan adalah pemuda yang sangat humoris dan bersahabat di balik wajah tampannya. Alif berjanji ia akan mendukung Gita untuk mengejar Revan.

Setelah hampir setengah jam, Dosen masih belum menunjukkan tanda-tanda kehadirannya dan membuat Revan maju ke depan, sebagai ketua angakatan pemuda itu setengah berteriak meminta perhatian teman-temannya.

"Haloooo Guys.. sepertinya dosen kita nggak datang nih. Gimana kalo kita pulang saja dan hang out bareng ke mall karena ini jam pelajaran terakhir untuk hari ini?"

Semua orang di dalam kelas itu bersorak menyatakan persetujuan akan ide Revan. Gita paling bersemangat berteriak dan Alif hanya tertawa bertepuk tangan.

Tetapi tiba-tiba ruang kelas yang begitu riuh mendadak menjadi senyap, karena tanpa para mahasiswa itu sadari pintu kelas sudah terbuka dan seorang masuk dan memandangi sekeliling kelas sekaligus dengan mata tajam.

"Maaf, saya terlambat. Saya Satya Fagdham Sadewa, dosen Sejarah Kesastraan Inggris." Laki-laki itu mengenalkan namanya dengan suara sedingin es pada semua mahasiswanya.

"Sepertinya saya mendengar tadi ada ide yang bagus untuk memindahkan kelas kita ke mall terdekat. Tapi sayangnya ide kalian tidak bisa dilakukan saat ini."

Satya memandang Revan, menguji nyali pemuda itu untuk bicara lagi.

"Jadi, siapa yang setuju dengan ide itu silahkan maju ke depan."

Revan terpaku ditempatnya begitupun dengan Gita. Tetapi Alif mungkin lebih dua kali terkejut karena laki-laki yang mengaku sebagai dosen itu adalah laki-laki yang tidak sengaja ia siram dengan air cuci tangannya tadi siang.

Gita tentu saja maju, menunjukkan solidaritasnya pada Revan. Alif bingung, apakah ia harus melakukan tindakan yang sama seperti Gita? Alif menelan air ludahnya, akhirnya ia maju ke depan karena Gita adalah sahabat pertamanya di kampus ini.

Lalu mata Satya memandang ketiga mahasiswanya yang ketakutan yang berdiri di depannya

"Cukup pemberani." Laki-laki itu berseloroh geli dan memandang mereka satu persatu.

Tatapan Satya jatuh pada Alif, sedikit terkejut tapi dengan cepat ia menutupinya dengan memandang Alif penuh sinar mata mengejek.

"Kalian tahu.. saya hari ini terlambat karena suatu hal yang di luar perkiraan saya. Ada seseorang yang begitu kurang ajar membuat saya terlambat." Satya memasukkan tangannya ke saku celananya, laki-laki itu melangkah menyusuri podium kelas dan memandang ke semua mahasiswanya.

"Tapi tak perlu saya ceritakan. Si kurang ajar akan mendapatkan hal yang setimpal dengan kekurangajarannya."

Alif menarik nafasnya dalam-dalam, ia tahu betul siapa yang dimaksud oleh sang dosen.

"Saya ingin tahu nama kalian bertiga, tolong sebutkan dengan Nomor Induk Mahasiswa kalian juga."

Revan menyebutkan nama dan NIM nya dengan lantang, kemudian diikuti oleh Gita dan Alif yang terakhir.

Satya mengangguk dan tersenyum puas ketika Alif menyebutkan namanya.

"Oke, saya menghargai sikap ksatria kalian bertiga. Saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kelas saya di waktu mendatang. Sekarang, silahkan duduk." Satya merentangkan tangannya, memerintah Revan, Gita dan Alif kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.

My Young BrideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang