Part 16: Prepare

86.8K 6K 202
                                        

Wangi nasi goreng menggelitik hidung Sakti dari tidur nyenyaknya, laki-laki itu dengan malas membalikkan tubuhnya dan melihat jam weker yang berada di nakas tempat tidur.

Pukul 4 Subuh

Sakti menggeliat kemudian menyadari bahwa Alif tidak ada disampingnya lagi, ia langsung melompat dari tempat tidur dan setengah berlari menuju dapur. Laki-laki itu bepikir apakah Alif melarikan diri dan menyiapkan sarapan sebelumnya sebelum gadis itu minggat dari apartemen ini.

Sakti menarik nafas lega, ia melihat istrinya di sana sibuk dengan peralatan dapur.. sama sekali tidak menyadari kehadirannya di sana. Sayangnya Alif telah berganti pakaian..tidak mengenakan lingerie satin hitam yang begitu menggoda malam tadi, sesal Sakti di dalam hatinya.

"Halo My Sunshine..." Sakti tersenyum dan bersandar pada pintu yang menghubungkan dapur dan ruang duduk.

Alif menatapnya dan wajah gadis itu seketika memerah. Alif segera mengalihkan tatapan matanya pada tomat yang sedang ia potong di atas talenan meja dapur.

"Kok malu-malu sih Alif sayang?" Sakti menggoda kembali.

"Emmm.... Mas, sebaiknya Mas Sakti berpakaian dengan benar terlebih dahulu. Tidak baik berkeliaran telanjang walau di dalam apartemen sendiri dan di depan istri sendiri.." Alif mengatakan hal itu sambil menundukkan kepalanya, mencoba terlihat tenang padahal ia sangat malu tetapi juga ingin tertawa dalam waktu bersamaan.

Sakti menunduk, menyadari bahwa ia sama sekali tidak mengenakan apapun. Ia lupa malam tadi ia hanya mengenakan handuk ketika bermesraan dengan Alif, dan handuknya pasti terlepas saat itu. Laki-laki itu nyengir, menertawakan ketololannya dan juga membayangkan wajah Alif ketika bangun tidur dan melihat tubuh telanjangnya.

Lalu Sakti menuju kamar untuk berpakaian secara layak, dan tidak disangka-sangkanya Alif meneriakkan sesuatu yang membuat laki-laki itu gemas dan ingin menyerang gadis itu kembali.. karena Alif terdengar jelas tertawa cekikikan setelah itu.

"Mas, sekalian mandi wajib gih... bentar lagi subuh. Sholat subuh bareng ya."

Sakti memutar matanya, tetapi ia tersenyum dalam saat bersamaan. Laki-laki itu senang dengan fakta bahwa istrinya sudah mulai terbiasa dengannya dengan bercanda selayaknya suami-istri.

***

"Apa, Jadi belum nih?" Andrea terbelalak ketika Alif berbisik-bisik mengatakan apa yang terjadi malam tadi antara dirinya dan Sakti. Alif berbicara tidak secara mendetil, gadis itu sudah cukup malu ketika Andrea memaksanya bercerita di tengah ia sedang mencoba kebaya untuk resepsi di salah satu kamar pas suatu butik terkenal di daerah Kemang.

"Sst, Kak Andrea ih.." Alif meletakkan jemarinya di bibir, gadis itu menoleh ke sekelilingnya, takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.

"Wah, Alif.. kamu bohong ya? Sakti tidak mungkin bisa berhenti kalau melihatmu memakai lingerie yang kuberikan kemarin.." Andrea terkekeh memaklumi dan membantu Alif menarik korset di belakang pinggulnya.

Alif hanya diam, wajah gadis itu semakin memerah. Ia membiarkan Andrea berasumsi semaunya.

"Nah.. selesai." Andrea menepuk-nepukan kedua tangannya, puas melihat hasil yang ia lihat sekarang. Tubuh Alif yang ramping terlihat sangat sexy dan elegan terbalut kebaya yang merupakan rancangan desainer terkenal dan telah dipilihkan oleh Andrea. Andrea tidak menyangka kebaya itu membuat penampilan Alif berubah seratus delapan puluh derajat, gadis yang terlihat biasa-biasa itu begitu menakjubkan dengan kebaya broken white berpayet mutiara dan kristal swarovski.

Alif sangat menarik, tapi bukan cantik dalam standar perempuan pada umurnya. Gadis ini unik, pantas Sakti begitu tergila-gila padanya.

"Kak, kebaya ini pasti mahal sekali... aku nggak enak dengan Mas Sakti." Alif menunduk melihat desain kebaya yang ia pakai, baru menyadari payet mutiara air tawar dan swarovski mewah yang terjalin di hampir keseluruhan kebaya.

My Young BrideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang