[⁰²]. 친구 돕기

634 69 0
                                    

"HELPING FRIEND"
📚STUDY GROUP FANFICTION📚

*
*
*

BRAK

"Argh!. Sialan siapa yang-." Kyujin terdiam melihat tatapan dingin Genie

"Oy, ternyata kau lebih brengsek daripada waktu kelas satu ya." Genie mengangkat kepalan tangannya tapi sebelum itu seorang pria botak datang dengan marah-marah

Dia Tahm Kench, guru pengawas

"Hoy Kyujin aku mencarimu kemana-mana rupanya berkeliaran di kelas perempuan!. Kau tak dengar para OSIS di suruh berkumpul!."

"K-kau lepas kali ini, Genie Yoon."

"Oh ya, aku atau kau?." Kyujin segera pergi membuat Gamin menghela nafas

"Jiwoo..."

"Sial, moodku buruk hari ini." Jiwoo kemudian pergi dari sana

Duo G Yoon saling pandang lalu bersama dengan Sehyun mereka duduk di pinggir lapangan sambil minum jus kotak

"Masa sekolah kita akan kacau kalau berurusan dengan OSIS." Ujar Sehyun

"Gak tuh. Dia dulu anak culun di kelasku. Karena seseorang dia jadi sok kuat gitu." Sungut Genie

"Tapi kak-."

"Rupanya kalian disini." Seorang perempuan mendekati mereka. Dia Heewon Lee, teman Jiwoo tadi

"Sebenarnya aku lah yang mengirim pendaftaran atas nama Jiwoo."

"Eh?."

"Tolong, tolong selamatkan Jiwoo!."

Gamin dan Sehyun saling tatap. Genie segera menarik Heewon duduk di sebelahnya

"Coba kau cerita pelan-pelan." Ujar Genie. Heewon mengangguk

"Aku dulu selalu dibully. Aku tak bisa melawan. Masuk kesini pun aku membawa trauma itu. Dan benar saja belum seminggu aku sudah ditargetkan. Tapi Jiwoo datang dan langsung membantuku. Kami kemudian menjadi dekat dan sering belajar bersama. Kali ini aku tak bisa tinggal diam."

"Apa masalahnya Jiwoo?."

"Bukan Jiwoo, tapi adik kembarnya. Dia meminjam banyak uang pada Kyujin. Kyujin lalu merekam video kekerasan yang dilakukan Hyunwoo sebagai ancaman. Sejak itu Jiwoo jadi dipandang rendah dan di aniaya, dia tak bisa melawan karena Hyunwoo adalah keluarga satu-satunya. Aku meminta pertolongan kalian sebelum aku pindah." Lanjut Heewon

"Eh pindah?." Tanya Sehyun

"Iya. Aku harus pindah karena pekerjaan ayahku. Kumohon tolonglah Jiwoo, dan gantikan aku sebagai teman belajarnya!." Jiwoo berdiri dan membungkuk dengan menangis

Genie menatap kasihan lalu memeluk adik kelasnya itu

"Kau tak apa nih?. Lawan kita OSIS lho. Katanya masa SMA kita akan suram." Ujar Gamin

"Kau melimpahkannya padaku sekarang?!. Tapi yah selama ada monster seperti kau dan kakakmu, aku tak akan merasa terbebani. Memang sejak awal masa sekolah sudah susah kan?." Kata Sehyun. Gamin mengangguk

"Noona ikut kan?."

Genie ingin menolak tapi melihat tatapan memohon Heewon dia jadi luluh

"Aduh aku tak bisa membiarkan adik kelas cantikku ini sedih. Baiklah aku ikut. Pertama-tama, kita harus mengurus USB itu dulu."

Heewon tersenyum terharu

~•~

OSIS SMA Teknik Yusong dikenal sebagai 'Necessary Evil', mereka menyerang para preman teri tanpa takut konsekuensinya. Karena mereka berada langsung di bawah kuasa Hanwool Phi

Bisa dibilang, putra Yeonbaek Phi tersebut adalah penguasa sekolah ini

"Wah jadi ini ya USB yang digunakan Kyujin untuk mengancam Jiwoo. Haha, kalau begini apa aku bisa mendekatinya juga?."

"Babi sialan."

"Kak, kau terlalu kasar."

Ya kakak beradik Yoon bersembunyi di lemari dalam ruang OSIS. Laki-laki tadi bernama Dohoon Jung, anak suruhan OSIS dengan tubuh gempal

"Ah gak tau deh, ku copy saja."

Tepat ketika Dohoon mencolokkan USB itu dua laki-laki masuk. Dia Kyujin dan seorang temannya lagi

'Sial, sekarang jadi tiga orang'

Sehyun dan Heewon yang berada diluar tampak panik karena kini di ruang OSIS ada tiga orang. Tapi kemudian Kyujin membanting Dohoon hingga dia pingsan

"Wah judo memang paling cocok dengan laki-laki maskulin ya." Puji temannya

"Yahh, dasar si babi. Memangnya Jiwoo cantik apa. Hmm, kalau begini sekalian saja kan."

"Oh mau kau copy juga?."

"Gaklah. Ku upload di Utube." Ujar Kyujin dengan seringainya mengejutkan kedua insan di dalam lemari

Sementara itu bu Hankyung memanggil Hanwool Phi ke mejanya. Hanwool mengira guru itu akan membahas tentang pembobolan rumah yang didalangi olehnya, tapi rupanya bukan

"Apa?. Jadi ibu menanyakan dimana Hyunwoo padaku?. Bukannya ibu mengenal Jiwoo Lee?. Tanya saja dengan keluarganya langsung."

Bu Hankyung diam. Hanwool kemudian berdiri menuju pintu

"Setelah dilihat-lihat ibu juga menarik. Apa ibu pernah mendengar kalimat 'guru itu ada, tapi tidak dengan pendidik'?. Lalu apa jadinya dengan mereka yang bercita-cita menjadi pendidik berbakti?. Orang bodoh." Ujar Hanwool dengan senyum manisnya

"Sepertinya kau belum mengerti, Hanwool. Di dunia ini..."

"Tak ada yang boleh menyerah!." Gamin keluar dari lemari dan langsung menghajar teman Kyujin

"Aduh Gamin." Genie menepuk dahinya frustasi lalu langsung membanting Kyujin yang belum siap ke tanah

"Gamin ambil USB nya!."

Gamin mengangguk dan langsung mengambil USB tersebut, mereka berdua segera berlari ke pintu. Tapi dikejutkan dengan Tahm Kench yang datang

"Ada keributan apa ini?!."

"Haha bawa saja USB itu. Aku sudah memindahkannya ke komputer dan dalam satu klik post Hyunwoo akan masuk ke penjara dan Jiwoo akan menjalani hidup layaknya neraka!." Pekik Kyujin seraya menekan tombol post

"Sialan!. Eh Gamin?."

Tepat di persentase 99 Gamin langsung menarik membawa komputernya sekaligus

"Kak cepat keluar!." Mereka berdua pun berlari keluar dan melihat Jiwoo

"Oy cepat lari!." Teriak Genie. Jiwoo yang bingung tetap ikut berlari

Gamin tak sengaja menginjak kabel hingga dia jatuh, yang bodohnya dia menarik jaket Genie hingga ikut jatuh juga

"Adik sialan kau!."

"Aduh!."

"Nah ketangkap kalian." Tahm Kench datang dan menjewer mereka berdua

"Sehyun cepat bawa ini ke ruang praktek dan hancurkan!." Teriak Gamin

Kyujin kemudian kembali mengejar Sehyun ke atap. Karena kalau ke ruang praktek yang berada di ujung lapangan dengan staminanya, tak akan sempat

"Kalau ku lempar dari atas sini pasti akan hancur berkeping-keping kan?."

"Oy kau!. Kalian beramai-ramai hanya karena video itu ha?!. Cepat bawa kemari!."

Sehyun menelan ludahnya dan berjalan mendekat pada Kyujin

"Nah begitu dong. Anak cupu ya cupu aja. Karena kau menurut akan kuberi tiga tamparan saj-."

BRAK

Tak disangka Sehyun melempar dari belakang ke bawah atap hingga hancur. Kyujin yang marah hendak menghajarnya sebelum seorang perempuan berambut pendek tiba

"Sekarang aku paham apa yang dikatakan si kacamata gila dan kakak tomboy tadi, artinya kalau benda itu hancur ... aku bisa menghabisi mu semauku kan?." Jiwoo menarik kerah Kyujin

BRAKK

•TO BE CONTINUE...•

BOMBARDIR YUSONG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang