[⁰⁸]. 제일위

416 44 2
                                    

"FIRST RANK"
📚STUDY GROUP FANFICTION📚

*
*
*

"Argh Gamin sialan!. Kenapa dia meninggalkanku?!."

"Malah kamu tu yang bangun terlambat."

Genie langsung menggigit rotinya sambil memakai sepatu

"Aku berangkat!."

Sang ibu hanya bisa menggeleng sambil menyesap kopinya. Untungnya ketika sampai Genie datang tepat waktu

"Apa kau?." Ketusnya pada Kyujin yang terus memperhatikannya

Kyujin berdecak kemudian pergi

"Belum terlambat toh." Genie berjalan santai sambil mengunyah rotinya menuju kelasnya

Pelajaran pertama pun dimulai. Semuanya menukar baju dengan pakaian praktek

"Genie!. Hari ini kita belajar bareng anak kelas 1-4 tempat adikmu kan?." Ujar Hanna

"Iyakah?. Entah." Hanna cemberut

Kelas 2-5 perempuan sampai di ruang praktek duluan. Tapi ternyata anak-anak laki-laki dari kelas 1-4 belum tiba

"Haduhh, siapapun tolong panggil mereka. Ketua kelas!."

"Biar saya pak." Genie mengangkat tangannya kemudian pergi sendirian menuju kelas sang adik

Genie tersentak melihat Gamin melayangkan tinjunya pada seorang laki-laki berambut ungu, Homin Jang, peringkat satu sesekolah

'Ahh dasar licik'

Pak wakil kepala sekolah datang tepat waktu, itulah alasan Homin memanasi Gamin. Laki-laki itu kemudian pergi

Semuanya terkejut karena Genie memukul pintu keras

"Cepat turun ke ruang praktek brengsek."

~•~

"Kau memintaku memberikan kekuatanku. Lalu apa kau berhak mendapat kekuatan itu?."

Bu Hankyung tersentak. Pembentukan klub Study Group sudah berhasil diatasi karena anggotanya cukup. Tapi ada satu hal yang membuat pak wakil kepala sekolah marah

Mengirim Hanwool Phi ke komisi pendisiplinan. Layaknya tahun lalu. Jadi satu-satunya harapannya ialah kepada ketua administrasi sekolah, Jaechul Jang

"Tolong katakan apa yang harus saya lakukan."

"Hmm. Satu orang saja dalam klub Study Group yang mendapat peringkat satu."

Bu Hankyung tersentak

"Apa terlalu berat?."

"Tidak. Tidak sama sekali."

~•~

"Wahh semuanya sudah berkumpul ya."

"Ah bu Hankyung, ibu sudah baik'saja?." Tanya Jiwoo

"Iya tidak apa-apa. Kalian mengerjakan apa nih?." Tanya bu Hankyung

"Hanya soal uraian yang mengerjakan terakhir harus traktir kue beras." Jawab Genie

"Haha lihat Gamin!. Dia sampai bergetar!."

Semuanya tertawa

"Aku pasti akan menjadi peringkat satu di UTS kali ini!."

Semuanya diam dan saling tatap. Memang Gamin masih teringat ucapan Homin dan kebawa kesal

"Tapi Gamin kau tak bisa belajar dengan emosi."

Yang lain mengangguk setuju. Gamin menghela nafas lalu kembali duduk, sang kakak memberikan semangat lewat acungan jempol

"Nah karena kita sudah resmi menjadi sebuah klub. Kita harus tau nilai kita masing-masing supaya semakin dekat." Ujar bu Hankyung seraya menarik papan tulis

"T-tunggu bu bukannya itu memalukan?." Kata Jiwoo. Heewon menutup wajahnya yang memerah

"Kita harus saling mengenal satu sama lain. Baiklah Jiwoo Lee, nilai total 42 dengan rata-rata 14, peringkat keseluruhan 180/220."

Jiwoo tertawa miris

"Lalu Jun Lee, nilai total 94 dengan rata-rata 32. Peringkat keseluruhan 132/220."

"Akh aku kalah dari saus sambal!." Jun mengulurkan lidahnya mengejek

"Heewon Choi, nilai total 56 dengan rata-rata 19. Peringkat keseluruhan 162/220."

"Aku juga kalah..."

"Lalu ... Gamin Yoon..."

"Jeng jeng jeng." Bisik Genie lalu tertawa melihat wajah frustasi Gamin

"Nilai total 25, belum rata-rata. Nilai rata-ratanya adalah 8. Peringkat keseluruhan 217/220."

Ruangan itu langsung heboh dengan suara tawa. Begitupun dengan Genie yang paling terbahak

"Kakak menyebalkan." Sungut Gamin kesal

"Aigoo aigoo~. Hahaha!."

"Sehyun Kim, nilai 250 dengan rata-rata 83. Peringkat keseluruhan 3/220."

"Peringkat utama tiga?!." Sehyun mengusap tengkuknya grogi

"Wah ini sih penipuan!. Dasar jabrik lemah!."

"Ibu bagaimana dengan nilai Master Sister's?!." Pekik Jun. Genie tersenyum datar

'Anak ini memberiku julukan juga toh'

"Genie Yoon. Nilai total 320 dengan rata-rata 94. Peringkat keseluruhan 2/220."

Semuanya menganga. Genie mengibas rambutnya dan tertawa lagi melihat Gamin menjatuhkan kepalanya pasrah ke meja

"Wah kakak tomboy!. Diam-diam kau pintar ya." Ujar Jiwoo

"Ya itu aku."

"Nah kalian sudah tau nilai masing-masing. Selain Sehyun dan Genie, nilai kalian masih berada di peringkat bawah. Untuk itu kalian harus belajar lebih giat lagi." Ucap bu Hankyung

"Tapi bu!. Kalau belajar dengan penuh semangat, keajaiban pasti ada kan!." Seru Gamin

"Gamin, dalam belajar tak ada yang namanya keajaiban. Walau kau berusaha keras bagaimana pun, tak akan langsung menjadi peringkat satu."

Genie mengangguk setuju. Gamin menghela nafas

"Tapi itu kalau di SMA biasa. SMK Teknik Yusong memiliki penilaian sendiri. Makanya kalau kalian mendengarkan ku dengan baik dan mengikutinya, pasti bisa!."

Kelas Study Group pun selesai di petang hari. Mereka berenam segera keluar dari sekolah

"Hey Master Sister's!. Kau mau ikut kami ke warnet!." Ujar Jun

"Tidak."

"Ahh tidak seru!."

"Semuanya aku pulang duluan ya. Ayahku sudah memanggil." Sehyun kemudian pergi

Genie menyenggol Gamin yang terus memperhatikan Sehyun hingga menghilang

"Kakak pulang saja terlebih dahulu. Aku punya firasat pada Sehyun."

Genie menaruh jari di dagunya

"Kalau begitu aku ikut mereka ke warnet saja. Jun Jiwoo aku ikut!." Seru Genie

"Nah gitu dong ayo!."

Gamin menelan ludahnya kemudian berlari kecil ke jalan yang dilalui Sehyun tadi

•TO BE CONTINUE...•

BOMBARDIR YUSONG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang