"China Town"
📚STUDY GROUP FANFICTION📚*
*
*"Katanya kau sangat suka belajar ya?. Kau tau belajar dalam bahasa China?. Kungfu. Jadi ayo belajar denganku!."
~•~
"Ketua OSIS baru?. Apa maksudmu bangsat?." Ketus Genie. Hanwool mengangkat pundaknya
"Sepertinya diganti karena keadaan sekolah tak nyaman dengan ketua OSIS yang hampir ditangkap karena kasus pembunuhan."
Hanwool terlihat senang mendapat reaksi marah Genie, tapi gadis itu hanya bisa menahan tentunya
"Yahh, pokoknya intinya begitu."
"Ah ya, sepertinya Gamin tengah bertarung di atap. Aku ingin nonton sih, pasti seru." Ucap Minhwan membuat Genie terbelalak
Mereka berdua kemudian pergi
"Gamin berkelahi?!." Seru bu Hankyung tapi tiba-tiba handphonenya berbunyi
"Ah ini ibumu!."
"Aduh, ibu aja yang jawab saya mau ke atap!."
"Geni-."
Genie sudah berlari kencang menuju atap tapi di tangga dia langsung berhenti dengan tatapan nanar
"Ah ya ini waktu itu ya. Empat hari dimana penyakitnya kambuh. Aduh, kalau melihat ku bukannya dia makin kambuh. Tapi kalau tak ku hentikan album ku bisa dibuang ibu!. Argh gini amat jadi kakak perempuan!."
Dengan pasrah, Genie kembali berlari ke atap dan ketika sampai dia langsung meneriakkan nama sang adik mengejutkan semua orang disana
"Hentikan bodoh!. Kenapa kau selalu kelahi ha?!." Pekik Genie lalu menjewer telinga Gamin
"Kenapa-. Kenapa aku tidak bisa belajar?."
"Bodoh. Masih mending rangkingmu naik. Sebelum lulus kau pasti masuk 20 besar!. Aku jamin!." Seru Genie
"Kenapa aku tak pintar seperti kakak?."
Genie mengusap tengkuknya grogi. Semuanya terdiam. Sebelumnya Gamin dan si ketua OSIS baru, Siwan Cheon, hendak berkelahi
Tapi mereka malah hanya berdiri dalam keadaan kuda-kuda. Sunchul mengatakan kalau mereka sebenarnya berkelahi dalam pikiran. Sebenarnya tidak, Gamin sedang kumat saja
"Oh siapa kau?. Ketus OSIS baru ya. Lucu juga rambutmu dikepang begitu." Komen Genie masih menjewer telinga Gamin
Siwan menggeretakkan giginya dan tiba-tiba berlari ke arah mereka. Sedetik kemudian dia terhempas dengan hidung berdarah akibat tendangan sadis Genie
"Apaan sih tiba-tiba nyerang gitu?. Gak sopan sama senior kau!." Dumel Genie
Sementara Gamin masih dalam ekspresi membeku tanpa kedip dan telinganya diapit jari sang kakak
'Tendangannya bukan main. Dia kakak si bangsat itu?. Perempuan pun tak masalah bagiku'
Sunchul tersentak
"Genie jaga-jaga!." Pekik Sunchul. Genie melirik dingin
"Teknik terlarang Suhu: letupan api!."
"Pakai nama teknik?. Oke deh. Teknik terlarang paman no. 1: One inch punch!."
Siwan terbelalak lagi-lagi dia terhempas jauh. Hal itu mengingatkannya pada teknik berbahaya sang guru
Tiba-tiba ucapan Minhwan terputar di benaknya
"Si monster itu mungkin akan lebih kuat darimu."
"Serius?!."
"Ya, tapi aku tau adikku ini pasti bisa melakukannya. Ah ya, si kacamata bodoh itu punya kakak yang sama kuatnya. Tapi kau harus berjaga-jaga juga."
Siwan menggeretakkan giginya penuh amarah, tapi dia tak menyerah sampai disitu. Dalam sekali hentakan dia berlari, Genie menatap datar sudah menunggunya
"GAMIN!!."
Semuanya terkejut dan berteriak frustasi karena guru datang tepat waktu
"Tidak, berakhir sudah." Ujar Sunchul
Semuanya kembali melihat ke tengah. Dimana Siwan terjatuh dan menatap merinding melihat duo G Yoon
"A-akkhh, aku kalah!."
"Pergi kau bangsat."
Siwan kemudian berlari keluar setelah menyenggol bu Hankyung
"Kalian berdua baik'saja?." Genie mengangguk mewakilkan
Sementara yang lain meminta penjelasan Sunchul yang ikut terdiam. Setelahnya Siwan menghilang dan tak pernah lagi datang ke sekolah
Dua hari berlalu sejak kejadian itu. Di China Town, tampak Siwan yang lesu dan tak bersemangat ke sekolah
"Aku kalah. Kalau begini, tidak ada yang berubah."
Sementara di rumah, Genie yang sudah selesai mandi menengok saat sebuah pesan masuk
"Bu Hankyung lambat pulang?. Harus kasih tau Gamin kayaknya."
Genie menjemur handuk kemudian beralih ke kamar adiknya, kagetnya dia melihat sang adik tengah menangis
"Kenapa kau?."
Gamin menengok dengan wajah penuh air mata dan pipi digembungkan yang justru membuat Genie tertawa
"Hahaha!. Kau begitu karena hanya benar satu?!. Hahaha!."
"Huff, kakak sih enak dapat nilai tinggi. Kalau begini, tidak ada yang berubah."
Genie diam dan mengusap tengkuknya
"Dengar, bu Hankyung pulang lambat dan aku ada acara dengan temanku. Jadi kau-."
BRAK BRAK BRAK
Duo G Yoon saling tatap dan langsung menuju pintu. Ada seseorang yang memukul dengan panik
"Siapa sih?." Cicit Gamin
Genie segera membuka pintu dan terkejut
"Senior?."
"Genie Gamin, sekarang di China Town ... ada kejadian yang akan merubah sejarah Incheon."
•TO BE CONTINUE...•

KAMU SEDANG MEMBACA
BOMBARDIR YUSONG
Akcja[𝑺𝑻𝑼𝑫𝒀 𝑮𝑹𝑶𝑼𝑷 𝑭𝑨𝑵𝑭𝑰𝑪𝑻𝑰𝑶𝑵] Biasanya sekolah menengah dipenuhi dengan cerita romantis sepasang puber yang menjalin asmara, persahabatan, suka duka bersama sang guru, dan juga bertanding nilai. Tapi berbeda dengan SMK Teknik Yusong y...