"THE TRUTH"
📚 STUDY GROUP FANFICTION📚*
*"Apa kau pikir kau bisa menang?."
Manajer Park terhempas hingga jasnya terlepas. Pria itu terdiam merasa dejavu dengan kalimat tersebut
Yaitu ketika kelompoknya melawan Yakuza dari Jepang. Perkataan sang ketua Yakuza yang sudah tau akan menang
'Anak itu berucap apa adanya secara objektif, tidak ada ejekan atau menjadi sok keren'
"Anak sepertimu, seharusnya berada di tangan direktur. Tapi dia malah mempercayai kungfu, teknik beladiri yang ketinggalan jaman. Walau begitu aku mengajar anak itu dengan tulus." Ujar manajer Park
"Apa?. Ketinggalan jaman?."
Gamin maju seraya melayangkan tinju brutalnya dan hampir imbang dengan manajer Park, kalau dia tak menyerang jakun pria mafia itu
"Genie noona bilang, guru dari Bruce Lee adalah ahli Wingchun. Kalau Wingchun tak ada, maka teknik Jeet Kune Do pun tak ada. Kau menyebutnya ketinggalan jaman?!."
Gamin mengeluarkan teknik terlarang yang pertama membuat manajer Park seketika rasanya ingin meminta ampun
"Aneh bukan, kau menyebut gurunya sampah karena muridnya lebih hebat?. Lalu daripada itu, di tempat ini tak ada guru yang lebih lemah darimu!."
Manajer Park paham maksudnya, dia mengakui dirinya lebih lemah daripada Gamin. Hingga dia seolah mendengar suara Minhwan kecil di benaknya
"Kenapa sih harus berkelahi?!. Gunakan saja pistol atau pisau semuanya kan jadi cepat selesai!."
Manajer Park dengan cepat meraih pistol yang dilempar Gamin tadi. Tangannya bergetar memegang benda besi itu. Bahkan dia sudah tak peduli jika tembakan itu akan membuat ribut Incheon, yang di pikirannya ialah laki-laki muda di hadapannya ini dapat menghancurkan White Lead
Gamin terbelalak
DOR
"Sudah kubilang aku akan mengejarmu kan bangsat!. Saat bertarung tak boleh gunakan pistol!."
Manajer Park terkejut dengan Siwan yang menendang pistolnya begitu saja
'Teknik terlarang paman no 7...'
'Teknik terlarang Suhu no 4...'
"Ini di China Town!!."
'FIST OF FURY!'
~•~
"Bibi, kau yakin baik'saja?." Tanya Genie melihat wanita itu yang sudah berdarah-darah sementara dirinya hanya beberapa
"Aku tak apa."
Genie tau itu bohong. Dia beruntung serangan pisau itu tak mengenai area vital, tapi sekali sayatan akan mengeluarkan banyak darah. Pandangan Yeong Chun mulai kabur
"Nah bagaimana?. Aku membawa orang-orang yang berpengalaman dalam pisau. Walau hebat sekalipun, kalian tak akan bisa melawan orang bersenjata kan?."
Genie menggeretakkan giginya dan tersentak saat Yeong Chun memegang pundaknya, rupanya wanita itu hampir saja jatuh
"Bibi, kau bisa duduk lebih dulu." Ucap Genie
"Tidak, kalau begitu yang ada, Siwan-."
"Matilah kalian!."
BUAGH
Genie dan Yeong Chun terkejut. Terlihat bu Hankyung yang memukul pria itu dengan sebuah tongkat besi
"Hosh... hosh.... Anda tidak boleh menyerah." Ujar Hankyung padahal dia yang gemetaran
"Perempuan ngengat. Padahal aku mau melepasmu dan juga gadis itu, tapi rupanya mau cari mati ya. Kubur mereka semua!."
"Tetaplah disini bi."
"Genie!. Terlalu berbahaya!."
Genie tersenyum
'Teknik terlarang paman no 6: BIG BOSS DRAGON KICK!!'
Pria itu melayang bersama pisau sashiminya yang langsung ditangkap Genie
"Oy paman, kau pikir kenapa Hanwool menjadikanku temannya?." Cheondeuk terkejut saat Genie berlari ke arahnya
Hankyung dan Yeong Chun ternganga melihat Genie yang tanpa ragu membuat ruangan itu penuh dengan darah orang-orang yang ia sayat tubuhnya, tapi tak sampai membunuh
Cheondeuk berdiri gemetar. Hingga tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka
"He datang pun kau."
Gamin berlari dan langsung menendang Cheondeuk ke dinding membuat pria itu kehilangan banyak giginya
Genie melempar pisau sashimi tadi. Mereka berdua kemudian bersama-sama menyerang orang-orang itu membuat Yeong Chun terpukau
'Apa ini?. Teknik mereka, terlihat sama tapi punya segi berbeda'
"Bu Hankyung baik'saja?." Tanya Gamin. Hankyung mengangguk
"Kau, bagaimana dengan Siwan?." Ucap Yeong Chun
"Dia berhasil mengalahkan 7 orang Family dan sepertinya sedang pingsan."
"7 ... orang?."
"Ya. Bu Hankyung selalu mengajar dan saya tetap bodoh dan tak mengerti. Tapi Siwan tak begitu. Suhu pasti bangga."
Yeong Chun merasa aneh pada dirinya yang malah tersenyum di situasi ini
"Ngomong-ngomong kak, kau yang membuat mereka terluka begitu?." Kata Gamin merinding melihat seringai gila Genie
"Nah bantuan sudah datang, ayo selesai-."
DOR
Duo G Yoon terbelalak
"Kau mau tau alasanku melakukan ini semua?. Karena suatu saat aku ingin menggunakan pistol sungguhan."
Semua yang terjadi hari ini adalah rencana Minhwan. Anak itu bahkan saat masih kecil pun sudah sangat licik. Ia mendengar pembicaraan ayahnya yang akan mengangkat anak lainnya yang lebih kuat dari dirinya, tentu saja hal itu membuatnya kesal
Minhwan kecil kemudian berteman dengan Siwan kecil yang polos dan tak tau apa-apa. Hingga hari dimulainya sandiwara itu semua juga merupakan rencana licik Minhwan
"Kau- uhukk!."
"Noona!." Seru Gamin
Genie menengok pada pria yang menusuknya kemudian membanting pria itu hingga tak sadarkan diri
"B-bagaimana ini?!." Panik bu Hankyung
"Gamin, aku baik'saja."
'Tapi bibi ini kalau dibiarkan akan-'
TO BE CONTINUE>>>

KAMU SEDANG MEMBACA
BOMBARDIR YUSONG
Acción[𝑺𝑻𝑼𝑫𝒀 𝑮𝑹𝑶𝑼𝑷 𝑭𝑨𝑵𝑭𝑰𝑪𝑻𝑰𝑶𝑵] Biasanya sekolah menengah dipenuhi dengan cerita romantis sepasang puber yang menjalin asmara, persahabatan, suka duka bersama sang guru, dan juga bertanding nilai. Tapi berbeda dengan SMK Teknik Yusong y...