"DECISION"
📚STUDY GROUP FANFICTION📚*
*"Hey kudengar ayahnya anak yang berambut jabrik anggota Study Group datang ke sekolah tau."
"Iyakah?. Sepertinya dia kabur dari rumah."
"Apa lagi?." Mata Genie menyipit mendengar gibahan anak-anak perempuan dari kelas sebelahnya
Ayah Sehyun datang tiba-tiba saat jam pelajaran kedua dan katanya dia sampai menampar putranya sendiri. Untungnya tengah jam pelajaran bu Hankyung, jadi beliau bersama Gamin berhasil mengusir ayah Sehyun
Sehyun memang sudah kabur dari rumahnya karena perbedaan pendapat dengan sang ayah. Tapi mau bagaimanapun, tentu saja dia memikirkan satu-satunya keluarga yang dia punya
Ting
"Ha?. Donkatsu?. Tumben, pasti ada tamu."
Setelah mendapat pesan dari ibunya, gadis itu mampir ke toko donkatsu yang dikenal sangat pedas kemudian kembali berjalan menuju rumahnya
Cklek
"Aku pulang."
Dahi gadis itu mengernyit heran melihat kedua wanita itu berpelukan, yang satu menangis dan yang satu lagi menenangkan
"Anu ... apa aku mengganggu?."
Keduanya terkejut kemudian berbalik
"Ah Genie sudah pulang?." Hankyung menghapus air matanya
"Ibu kenapa?."
"Ah tidak apa-apa."
Genie mengangguk dan menaruh plastik makanan di meja
"Oh halo nyonya!. Kenapa tidak bilang kalau mau keluar ha?." Kesal Genie pada ibunya
Padahal tadi rencananya mau ganti pakaian dulu baru ke rumah sakit. Untungnya dia pulang kalau gak bakalan panik sendirian di rumah sakit
"Ibu gak mau ganggu sekolahmu."
Genie meledek kemudian berlari ke kamarnya sebelum mendapat tendangan maut. Ketiganya pun memakan donkatsu yang dibawa Genie
Hari ini bu Hankyung tak lagi menjaga Duo G Yoon
"Bu, saya pamit dulu."
"Iya, lain kali kita harus makan bersama berempat dengan Gamin." Genie mengangguk setuju
Hankyung diam
"Apa ... Genie dan Gamin benar akan pindah?." Genie diam
"Apa kau ... berharap mereka tidak pindah?."
"Iya!. Mereka memiliki ikatan dengan sekolah. Dengan Study Group yang mereka buat sendiri. Saat itu ibu juga pernah mengatakannya pada saya kan?."
"Kau mau berhenti menjadi guru?!."
"Saya menjadi guru karena bu guru. Sekarang saya tak bisa melihatnya lagi, saya harus bagaimana?. Hiks."
"Kalau begitu lihatlah apa yang Junghwa lihat!."
Genie dan Hankyung tersentak
"Anehnya. Dia malah masuk ke sekolah yang disebut sampah oleh orang lain. Kau pergilah dan gantikan dia bertarung."
"Tapi, bu guru pun tak bisa. Bagaimana saya..."
"Kau bisa. Bukannya itu yang selalu kau ucapkan?."
Hankyung terdiam. Genie menyentuh pundak wanita itu dan mengangguk. Hankyung berdiri kemudian memeluk Genie
Mihyun tersenyum miris melihat kedua anak yang baru saja kehilangan gurunya
"Lalu saya menjadi guru di sekolah itu. Sepertinya saya sudah mulai bisa melihat masa depan yang dilihat bu Junghwa."
Mihyun merasakan hal yang sama sementara Genie menyipitkan matanya merasa tak enak
"Lagipula saya sudah banyak mengatakan kata 'bisa' pada Gamin, biarkan saya mempertanggung jawabkan kata-kata tersebut."
Mihyun terdiam hingga telponnya berdering
"Halo~ ini dari agen rumah di Seoul. Rumah yang kemarin anda minta ada yang kosong. Apa anda mau melihat-lihat dulu?. Harganya juga sama seperti kemarin."
"Apa?!. 500 juta?!."
"Huh?."
"Seoul mengerikan sekali ya, masa harga rumah naik sampai 500 juta?!. Aku tak jadi beli!."
"T-tunggu!."
Genie menatap malas tapi juga lega. Dia tau ibunya tengah berbohong
"Padahal aku tak mau berubah pikiran. Tapi tak ada rumah yang murah jadi ya sudahlah."
"Benarkah?!."
Hankyung tersenyum lebar kesenangan lalu menatap Genie yang mengacungkan jempolnya dari belakang
~•~
"Kalian akhirnya menyelesaikan UAS dengan baik ya!." Seru Hankyung
"Uakhh akhirnya selesai juga!." Pekik Jun merenggangkan ototnya
"Tapi kali ini pemeran utamanya adalah ketua kita ini..."
Semuanya menengok pada Gamin yang menunduk. Jun yang panik menganggap masternya itu sedang di fase 'tak boleh diusik' segera berlari menuju pintu
"Hey kau yang justru kelihatan jahat tau!." Ketus Jiwoo membuat yang lain tertawa
"Haha dia memang benar-benar pemeran utama kali ini. Jawabannya ... 50% sama denganku dan Sehyun." Ucapan Genie membuat semuanya yang tadinya tertawa seketika terdiam
"Setengah?."
"GILA!. MASTER GAMIN!!."
Semuanya segera bersorak pada Gamin yang tersenyum terharu. Hankyung pun ikut tersenyum merasakan keajaiban itu
Waktu berlalu dan jam ekskul Yusong Study pun berakhir ketika senja tiba
"Baiklah kalau begitu kalian jangan pulang kemalaman ya. Ibu pulang duluan."
"Iya bu hati-hati!." Seru Genie melambai
Tepat ketika Hankyung keluar, semuanya segera menutup jendela dan mengunci pintu. Bahkan Gamin menahan kerah belakang kakaknya untuk tak kabur
"A-apa?."
"Kau harus membantu kami kak. Katakan, apa yang terjadi satu tahun yang lalu."
TO BE CONTINUE>>>

KAMU SEDANG MEMBACA
BOMBARDIR YUSONG
Acción[𝑺𝑻𝑼𝑫𝒀 𝑮𝑹𝑶𝑼𝑷 𝑭𝑨𝑵𝑭𝑰𝑪𝑻𝑰𝑶𝑵] Biasanya sekolah menengah dipenuhi dengan cerita romantis sepasang puber yang menjalin asmara, persahabatan, suka duka bersama sang guru, dan juga bertanding nilai. Tapi berbeda dengan SMK Teknik Yusong y...