[²⁰]. 신임 학생회장

237 26 0
                                    

"The New Leader"
📚STUDY GROUP FANFICTION📚

*
*
*

Sunchul terus berlari tanpa memikirkan kalau dirinya dari tadi menabrak orang hingga banyak yang menyumpahinya

Dipikirannya hanyalah satu. Kakek

"Oy Sunchul!."

Sunchul rem mendadak. Di depannya anak-anak Anggota Tetap berkumpul membawa senjata ringan masing-masing

"Hey kalau kau mau menutupi kasus Sungwoong Chu ya lakukan saja sampai akhir!. Bukannya malah merusak pekerjaan kami!. Aku hampir menjadi Family tau!."

"Memangnya apa yang hebat dari itu?."

Sunchul terkejut. Gadis itu melompat dari motor masih dengan menggunakan helm dan sebuah tongkat besi di tangannya

"Senior kau pergi saja duluan."

"Tapi-."

"Apa-apaan orang ini?."

"Ah ya. Suatu kehormatan dong kalau aku bisa menghabisi kalian." Dia membuka helmnya dan rambutnya tergerai membuat mereka terkejut

"Perempuan?!."

"Ya. Jangan menghalangi senior gila ini dan lawan aku." Anak-anak itu seketika tertawa

"Tunggu, aku seperti kenal dia. Bukannya kau yang tahun lalu menjadi tangan kanannya Hanwool Phi?."

Sunchul sontak menengok ke wajah datar Genie

"Lalu?. Kalian melakukan ini karena diberi janji manis olehnya kan?. Senior gunakan motorku. Ah ya, tolong jangan sampai lecet ibuku bisa mengamuk nanti."

Sunchul mengangguk kemudian mengambil alih kunci motor dan helm

"Kau mau kabur ha?!. Meninggalkan perempuan dalam pertarungan. He, kau pengecut ya."

Genie melirik kesal, terlebih ketika Sunchul tak jadi pergi ke motornya

"Senior!."

"Tulang rusukku memang patah, tapi aku masih bisa mengalahkan mereka."

Genie menghela nafas lelah

"Baiklah, ayo selesaikan ini dalam lima menit."

Di rumah sakit, yang lain kebingungan karena Sunchul belum juga tiba padahal dia yang paling awal berlari kesana

Sesuai dengan dugaan Genie, semuanya tak akan berjalan mulus begitu saja selama anak-anak bejat itu masih berkeliaran

Kakek mencari-cari keberadaan cucunya. Padahal dia ingin sekali saja membuktikan kalau belajar dapat menyenangkan dan juga tak boleh menyerah

'Rupanya aku tak bisa menunjukkan sisi terbaik ku dalam belajar kepada Sunchul. Sayang, sayang sekali...'

Tepat ketika kakek mau memejamkan matanya sebuah teriakan mengejutkan semuanya

"Kakek!. Sudah waktunya!." Gamin memberikan anggukan nya

Genie dan Sunchul pun tiba di rumah sakit. Tapi baru masuk Sunchul terduduk memegang bagian tempat tulang rusuknya membuat beberapa orang disana histeris kaget

"Ck makanya kubilang pergi dulu tadi kan." Kesal Genie seraya mengusap darah di ujung bibirnya dengan sapu tangan

"Anu maaf, tolong jangan beris-. K-k-k-k-kak Sunchul!." Pekik Jun kaget

Sunchul segera berlari ke ruang rawat. Disana Daechul dan Minchul menahan dalam keadaan menangis

"Jangan masuk!. Kakek sedang mengerjakan ujian TOEFL!." Ujar Daechul

"B-bagaimana bisa begini?."

"Wali kelasnya Gamin, katanya dia punya kenalan di perusahaan TOEFL dan memberikan soalnya. Dengan syarat soalnya harus dibakar setelahnya." Jelas Minchul

"Dia ... benar-benar berusaha terlihat terbaik di hadapanmu, senior." Ucap Genie dan akhirnya tangis Sunchul pecah

Genie mengusap pundak Sunchul dengan pandangan sendu. Hingga matanya bertemu dengan Gamin yang sama sedihnya tapi dia tak boleh sedih dan fokus membantu sang kakek

Genie tersenyum

'Anak itu bodoh di pelajaran tapi aslinya baik. Dasar'

Kemudian, ujian UTS SMA pun usai. Begitu juga dengan ujian terakhir kakek. Itu benar-benar yang terakhir dalam hidupnya

"Sungguh kakek tua yang luar biasa." Ujar Daechul seraya mengusap air matanya

Minchul mengangguk. Tapi berbeda dengan Sunchul yang tersenyum memandang foto mendiang kakeknya, kini dia paham apa yang diberikan kakek kepadanya

"Jadi bagaimana tawaranku waktu itu?." Tanya Genie

"Ya. Aku akan bergabung dengan Study Group."

Genie menepuk pundak Sunchul dengan kepalan tangannya, walau terasa sakit tapi sebenarnya gadis itu bermaksud membagi semangat

Daechul dan Minchul tercengang, sementara Gamin hanya tersenyum senang

'Sekarang semuanya akan baik'saja kan?'

~•~

"Hey Genie mau ke ruang klub mu ha?."

Genie mengangkat jempolnya kemudian pergi ke gedung laki-laki sambil meminum jus kotakan. Hari ini ialah pembagian rangking Study Group

Genie mendapat rangking dua, Sehyun mendapat satu ofc, Jun mendapat rangking 98, Heewon 104, Jiwoo 120, sementara Gamin ... 199

"Yahh, setidaknya rangkingnya naik sedikit. Pfftt, apanya mendapat rangking satu bangsat?." Tawa Genie pecah waktu di lorong sekolah dan sempat menjadi perhatian

"Ah apa aku jemput kak Sunchul juga?. Searah juga kan."

Genie melangkah dengan riang tapi kemudian senyumnya luntur melihat punggung dua orang paling membuatnya muak. Siapa lagi kalau bukan Hanwool Phi dan Minhwan Ma

"Ibu mencari ketua OSIS?."

Genie langsung berlari ke depan bu Hankyung mengejutkan mereka berdua. Tapi Genie lebih terkejut melihat keadaan ruang OSIS yang kacau balau dengan seluruh anggotanya yang terkapar babak belur

"Siapa yang-."

"Kalian bisa bertemu ketua OSIS yang baru." Ujar Hanwool kemudian pergi bersama Minhwan yang melambai dengan senyum manisnya

"Gamin, aku harus menemuinya sekarang."

•TO BE CONTINUE...•

BOMBARDIR YUSONG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang