[¹²]. 지속성 있는

346 42 0
                                    

"PERSISTENT"
📚STUDY GROUP FANFICTION📚

*
*
*

"Kami berhasil melakukan penanganan. Tapi pendarahannya sangat banyak dan lukanya terlalu dalam. Butuh waktu lama untuk pemulihan. Ayah kalian tidak datang?."

Genie menggeleng dan berterimakasih pada dokter. Bu Hankyung menangis dan meminta maaf

'Aku tau bu Hankyung melakukan hal yang baik. Tapi tetap saja, kenapa ibu-'

"Kau ikut aku." Gamin diam lalu mengikuti kakaknya keluar

Bu Hankyung terkejut mendengar suara pukulan lalu segera keluar, dilihatnya Gamin terduduk

"Genie kenapa-."

"Aku menahan diri, agar tak terlalu ikut campur dan membuatmu serta ibu dalam bahaya!. Aku tak menyalahkanmu, Gamin. Aku tau kau hanya ingin pintar belajar tapi kenapa, kenapa kau memilih Yusong?. Setelah apa yang terjadi padaku?."

Gamin menunduk diam. Tubuhnya bergetar antara takut dan sedih

"Mulai sekarang aku memperingatimu. Kalau kau memang ingin lulus dari Yusong, bukan hanya Study Group mu itu yang harus kau lindungi, tapi juga orang didalamnya. Cukup aku, yang kehilangan segalanya karena sekolah itu. Jangan kau juga."

Gamin dan bu Hankyung tersentak. Genie menatap mereka berdua dingin lalu pergi keluar dari rumah sakit untuk merokok

Bu Hankyung lantas membantu Gamin berdiri

"Bu, maaf."

Akhirnya tangis Gamin pun pecah. Dia membuat dua wanita dalam hidupnya kecewa pada dirinya

--TOMORROW--

"Oy Genie kau mau kemana?!. Hari ini ada pertemuan di aula!." Seru Hanna

"Kalian duluan saja!."

Genie berlari melewati lapangan dan masuk ke gedung laki-laki. Anak-anak di lorong tak kecoh karena mengira dia laki-laki. Beberapa menit yang lalu Geonyeob mengirimkan pesan kalau adiknya bertengkar dengan Yeonsu 3 Chul di atap

Siapa yang tak kenal mereka bertiga?. Salah satunya ialah ketua OSIS. Mereka bertiga adalah tangan kanannya langsung Hanwool Phi dan benar-benar penurut

"Anak itu kenapa selalu membuat masalah sih?!." Genie menengok melihat dua laki-laki didepan sebuah kelas

"Gamin Yoon!." Mereka berdua terkejut bersamaan dengan pemberitahuan agar seluruh siswa menuju aula

"Noona?."

"Apa yang kau lakukan bodoh?!." Bisik Genie kesal

"A-aku..." sejak kejadian kemarin, Gamin jadi agak takut dengan Genie. Dari dulu sih, tapi sekarang dia selalu menganggap serius ucapan kakaknya

Seluruh anak dari kelas itu keluar. Hanwool terkejut melihat kehadiran mereka bertiga, terlebih Genie yang menatapnya dingin

"Sebaiknya kita ke-. Gamin?!."

Yang mengejutkan ialah ketika Gamin berlari ke arah Hanwool dan melayangkan tinjunya. Hanwool pun tak diam, dia berputar lalu menendang Gamin hingga mundur

"Pak guru..."

"D-dasar kau!. Bisa-bisanya melakukan itu di hadapan guru!." Guru yang mengajar tadi langsung menahan Gamin

"Bagaimana?. Sakit kan?."

Hanwool berhenti

"Aku selalu merasa aneh. Setiap anak di tempat ini selalu terkejut dan panik ketika mendengar namamu. Itulah yang membuatmu salah sangka. Tapi lihatlah, kau hanyalah manusia biasa yang bisa merasa sakit ketika dipukul. Tak usah sombong kau." Ujar Gamin dingin

Hanwool terdiam terlebih mendapat seringaian mengejek dari Genie

"Hahh, pantang menyerah sekali." Hanwool kemudian pergi

"Kalian berdua cepat pergi ke aula!." Seru pak guru seraya menyeret Gamin pergi ke ruang guru

"Ayo. Biarkan saja anak itu, dia harus dewasa." Genie merangkul Geonyeob kemudian pergi

"Kau anaknya bu Junghwa kan?." Geonyeob tersentak

"Dari awal bertemu aku sudah tau. Warna mata dan rambut kalian sama. Bagaimana bisa aku tak tau?."

"Kau ... sangat dekat dengan ibuku?."

"Yahh bisa dibilang begitu. Aku tak tau apa yang beliau lihat sampai menjadikanku murid tetap. Mungkin karena aku satu-satunya murid perempuan yang memakai celana. Haha jangan berpikir aneh-aneh. Aku memang suka begini dari dulu, lebih leluasa saja." Jelas Genie

Geonyeob diam. Hingga mereka sampai di aula lalu berbaris di kelas masing-masing. Kini anak-anak perempuan dan laki-laki bersatu di satu gedung yang sama

"Tes 1 2. Baiklah untuk semua anak-anak dan juga guru SMK Yusong. Aku tau kita semua sedang sibuk karena sudah masanya UTS, tapi sebelum aku mengatakan alasan mengumpulkan kalian semua aku mau bertanya. Apa diantara kalian ada yang berpikir ingin menjadi seorang kriminal di masa depan?." Ujar pak wakil kepsek

Semuanya langsung heboh. Geonyeob menggeretakkan giginya kesal. Sementara Genie menyipitkan matanya tak suka

"Haha tentu saja di jaman sekarang tidak ada anak yang seperti itu. Tapi orang yang jatuh ke jalan yang salah pasti ada. Gara-gara seseorang membuat petisi tentang buruknya sekolah ini. Orang-orang jadi menyebut sekolah ini 'sampah' dan yang paling gawat bisa ditutup."

"Memang sampah njir." Gumam Genie. Hanna terkekeh

Pak wakil kepsek itu berbicara kembali dan memanggil bu Hankyung tiba-tiba. Bu Hankyung yang belum siap mau tak mau harus berdiri di atas podium

"Ck pak tua bau tanah sialan." Dumel Genie

Tiba-tiba semuanya heboh ketika seorang laki-laki berjalan naik ke atas podium

"Wah lihat anak itu." Gumam Genie dengan seringai kagumnya

"Saya ... akan merubah sekolah ini."

•TO BE CONTINUE...•

BOMBARDIR YUSONG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang