Pukul 13.15 ini Gracia dan Zee masih anteng menonton film sejak mereka menyelesaikan acara makan siangnya tadi, sudah cukup lama menonton akhirnya Gracia memutuskan bangun dari duduknya membuat Zee menoleh ke arahnya.
"Cici mau kemana?" tanya Zee sambil mengambil satu lengan Gracia.
"Ke kamar mau siap-siap, kita pulang sekarang" jawab Gracia
"Kok ngga ajak aku sih" Zee menunjukkan wajah cemberutnya.
"Ututuu tayang tayang aku ini mau ikut hm?" gemas Gracia mencubit pelan pipi Zee.
"Iyalah, aku mau ikut ci gre kemana pun ci gre pergi"
Gracia tersenyum senang. "Yaudah ayo" ajaknya.
"Eh bentar cici matiin tv nya dulu" Gracia menekan tombol remote tv itu tak lupa ia juga mencabut saluran kabelnya.
Setelah 20 menit mereka bersiap siap akhirnya selesai juga dan kini Gracia maupun Zee sudah duduk di dalam mobil untuk melanjutkan tujuannya.
Gracia fokus menyetir tentunya berbeda dengan Zee yang sedang memainkan ponselnya, Zee asik sekali mengscroll tiktok itu serta beberapa menit kemudian matanya mulai berkaca-kaca karena banyak sekali yang membuat konten 'hari ibu' di hari ini.
Sedih dan sakit sekali rasanya mengingat ia tidak bisa langsung mengucapkan selamat hari ibu kepada sang mama yang telah di panggil oleh tuhan.
Zee mematikan ponselnya lalu wajahnya menatap ke arah luar kaca mobil agar gracia juga tidak melihat wajah sedihnya serta air mata yang semakin akan keluar itu.
Gracia sendiri di buat heran mengapa zee terus terdiam setelah beberapa menit tadi zee berhenti memainkan handphonenya zee terus terdiam.
"Zee, kok diem aja? Kenapa? Hp nya abis baterai? Pake hp cici aja tuh takutnya kamu bosen, tumben juga ngga bawel kamu" ucap Gracia sesekali melihat Zee.
Zee menoleh menatap gracia. "Cici, berhenti sebentar dong" pinta Zee tiba-tiba tanpa merespon ucapan Gracia.
"Hah? kamu mau ngapain?" tanya Gracia bingung.
"Disitu ci, sebentar kok janji deh" kini Zee menunjuk sebuah toko bunga yang ia maksud.
"Bunga? Kamu mau bunga?" Gracia membelokkan mobilnya ke tepi jalan tak jauh dari toko bunga itu.
"Iyaa"
Zee beralih mengambil beberapa lembar uang yang ia punya di tas nya lalu langsung melepaskan seatbelt nya dan turun dari mobil, Gracia yang melihat itu hanya menatap bingung Zee karena tiba-tiba sekali seorang zee membeli bunga.
Lima menit kemudian, Zee kembali dengan bunga cantik di genggamannya. Wajahnya berbinar penuh kebahagiaan, senyumnya begitu lebar hingga Gracia ikut tersenyum melihatnya. Rasanya sulit percaya bahwa beberapa saat lalu Zee sempat sedih.
"Cantik banget bunganya. Kamu beli buat siapa?" tanya Gracia penasaran.
Tatapan Zee yang tadi hanya terfokus pada bunga kini beralih ke Gracia. Ia menatapnya dengan penuh kehangatan.
"Buat dikasih ke orang yang paling aku sayang" jawab Zee dengan mantap.
Setelah berkata begitu, Zee mengecup pipi Gracia sekilas, lalu menyodorkan bunga itu. "Selamat Hari Cici" ucapnya dengan senyum lebar.
Gracia tertegun. Wajahnya yang tadi dihiasi senyum kini berubah menjadi bingung. Ia tidak menyangka bunga yang dibawa Zee ternyata untuknya.
"B-buat Cici?" tanyanya, tetap menerima bunga itu meskipun sedikit heran.
"Iya dong, buat siapa lagi coba?" Zee terkekeh kecil melihat ekspresi bingung Gracia.
"Hari ini kan Hari Ibu. Aku udah nggak punya. Jadi, selamat Hari Cici ya" lanjut Zee dengan nada polos dan tulus, membuat hati Gracia terasa campur aduk. Senang, haru, sedih, semuanya bercampur menjadi satu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CICI 2 [END]
AcakKeajaiban atau takdir tuhan? agar tidak bingung dengan alurnya baca dulu my cici yang pertama yaa
![MY CICI 2 [END]](https://img.wattpad.com/cover/357074146-64-k737236.jpg)