Waktu demi waktu telah berlalu hingga saat ini zee sudah memasuki hari liburnya dan di liburannya ini zee menginginkan berlibur ke Disneyland seperti keinginanya tempo lalu.
Zee memang libur sekolah tapi tidak dengan Gracia, tetapi kantor gracia cukup stabil jadi tidak terlalu merepotkan Anin saat gracia cuti beberapa hari di kantornya.
Tak membutuhkan waktu lama gracia langsung menyetujui untuk pergi ke Disneyland saat itu, hingga jam demi jam dan hari yg cerah pun sudah mereka lewati di dalam pesawat dan sangat bersyukur pesawat yg di tumpangi mereka pun mendarat dengan baik hingga membuat gracia tak berlama-lama lagi memesan kamar hotel untuk ia dan Zee beberapa hari kedepan
Setelah menempuh sedikit perjalanan lagi akhirnya mereka masuk ke kamar hotel tentunya Gracia sekamar dengan Zee, Zee masuk lebih dahulu lalu diikuti oleh gracia yang membawa dua koper dan menaruhnya asal.
"Bersih-bersih dulu zee baru bobo" titah Gracia yang melihat zee sudah merebahkan dirinya di kasur.
"Gausah ya ci, aku ngantuk"
"Masih jam 7 malem, lagian tadi kamu banyak tidur deh. awas aja tengah malem ganggu cici karena gabisa tidur" ucap gracia namun zee tak menyahut.
Gracia geleng-geleng kepala di buatnya, ia duduk di tepi kasur dan kedua tangannya lihai melepas sepatu milik zee.
"Ayo mandi, atau cici nggak akan kasih kamu susu" setelah mengatakan itu gracia langsung pergi masuk ke kamar mandi.
Dengan malas zee mendudukkan dirinya dan melepaskan jaketnya lalu ia menyusul gracia di kamar mandi.
Setelah beberapa menit membersihkan diri, gracia dan zee keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya masing-masing setelah itu mereka hanya bersantai saja memainkan handphonenya.
"Cii" panggil zee yang mulai bosan.
"Kenapa" sahut gracia tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone.
"Cici harus bahagia ya"
Mendengar ucapan Zee membuat gracia langsung menatap wajah adiknya itu.
"Iyaa" sahut gracia singkat, karena apa? Karena sudah pasti ia bahagia karena kebahagiaan nya saat ini adalah orang yg berada di sampingnya ini.
"Cici"
"Iyaa kenapa sayang?"
"Engga" zee memilih merebahkan kepalanya di pangkuan gracia yang sedang selonjoran itu.
"Ngantuk ya kamu? Ayo bobo" gracia menaruh ponselnya dan menatap zee.
"Hmm" dehem zee langsung memperbaiki posisi tidurnya.
Seperti biasa gracia melepaskan beberapa kancing piyamanya dan ikut membaringkan dirinya di samping zee.
zee menyempatkan mengecup pipi gracia dahulu. "Good night ci"
"Good night sayang, selamat bobo" balas gracia tersenyum.
***
"Ci ayo ci cepetan" rengek zee karena gracia lambat sekali jalannya.
"Sabar sayang, jangan cepet-cepet nanti kamu cape" gracia mendekat dan menggandeng lengan zee.
Jujur saja, gracia sudah pegal kesana kemari mengikuti zee dari tadi yang aktif sekali tapi memang raut gembira sangat terlihat di wajahnya dan pastinya itu membuat gracia senang tapi disisi lain gracia takut bocilnya itu kecapean.
"Ci itu ci bagus aku mau foto disitu"
"Iya iyaa"
"Bagus ngga ci?" Zee menghampiri gracia.
"Bagus kok, cantik" sahut gracia menatap satu persatu hasil jepretannya.
Zee tersenyum menatap puas hasilnya, lalu matanya menatap gracia dalam dalam, Gracia masih menatap foto dirinya dengan senyum yg menghiasi wajah manisnya itu.
Seolah di sadarkan oleh waktu Zee menerutiki dirinya sendiri karena tak ingat waktu jika bermain, ia tidak memikirkan Gracia yg pasti dari pagi hingga saat ini hampir petang menemaninya kesana kemari tanpa mengeluh, sungguh Zee merasa bersalah sekali apalagi gracia nya juga tidak pernah mengeluh cape sejak tadi.
"Ci kita duduk disana yuk?" ajak Zee yang langsung menggandeng lengan gracia.
"Duduk? Gamau naik wahana lagi?" tanya gracia.
"Ngga mau" jawab zee singkat membuat gracia terdiam saja mengikuti Zee yg menyuruhnya duduk di bangku yg di depannya terdapat wahana.
"Ci liat deh" Zee menunjuk sesuatu.
"Apa? Wahana itu? Kamu mau naik? Tadi kat—"
"Ssstt bukan ci, itu tuh yang di samping bawah wahana itu" Zee menunjuk lagi, ternyata ia menunjuk sepasang suami istri beserta anak balita perempuan sedang berfoto.
"Ohh... Kenapa mereka?"
"Cici harusnya kayak mereka"
"Loh? Kok cici?" bingung gracia.
Zee hanya tersenyum saja lalu ia merubah posisi duduknya agar berhadapan dengan gracia.
"Ci gre, cici tersayangnya Zee"
"Cici tau ngga?"
"Engga" Gracia menggeleng.
"Hehe, aku mau bilang makasih karena cici akhirnya bawa aku ke Disneyland. Aku seneng banget ci, aku seneng bisa menikmati momen ini sama cici, habisin waktu bahagia sama cici kesayangan aku"
"Hmm sama-sama sayang, Cici juga seneng banget akhirnya bisa ajak kamu kesini. Maaf ya cici baru bisa ngajak kamu sekarang"
"Gapapa dong ci, oh ya satu lagi nih cici tau ngga?"
"Ngga, apa emangnya hm?"
"Aku tuh beruntung banget punya cici kayak ci gre"
"Cici juga beruntung punya kamu di hidup cici"
"Makasih banyak ya ci, cici udah sesayang itu sama aku. Aku bener bener seseneng itu bisa di takdirin jadi adeknya cici walaupun cuma sesaat karena waktu telah memisahkan kita berdua ci"
Gracia sungguh tidak mengerti kalimat yg di lontarkan oleh sang adik itu, bahkan saat ia akan membuka suaranya Zee malau meletakkannya telunjuknya di depan bibirnya.
"Cici cukup dengerin aku aja ya" ucap zee dan gracia mengangguk pelan.
"Mungkin kata terimakasih aja ga cukup buat aku ngebales jasa jasa cici yang udah perbuat buat aku,"
"Aku selalu berdoa supaya cici selalu di berikan kebahagiaan dalam menjalani hidup ini, jangan sedih terus ya ci aku sama yang lain kan jadi sedih liatnya. Ayo perbanyak bahagia nya di dunia ini sebelum ada yang manggil cici pulang"
"Jangan pernah nyerah sama hidup, itu ga baik loh ci"
"Banyak orang orang yang sayang sama cici, jadi cici harus semangat ya" Zee mengecup pipi gracia setelah itu ia memeluk gracia sangat erat juga memejamkan matanya dan tak sadar setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.
Setelah puas ia melepaskan pelukannya lalu menatap gracia kembali.
"Saat ini, 30% itu sudah berubah menjadi 99%, wow, I'm so proud of you"
"I always love you forever, cici kuat, cici harus bangkit, ayo tunjukkin bahagianya cici!"
"Aku, Azizi Shafa pamit, Tugas aku udah selesai." setelah mengucapkan itu Zee beranjak pergi meninggalkan gracia yang termenung tidak paham bahkan gracia tak sadar zee semakin menjauh darinya.
?
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CICI 2 [END]
РазноеKeajaiban atau takdir tuhan? agar tidak bingung dengan alurnya baca dulu my cici yang pertama yaa
![MY CICI 2 [END]](https://img.wattpad.com/cover/357074146-64-k737236.jpg)