Besoknya, Gracia pulang lebih cepat dari kantornya yaitu jam 13.30. Setelah di dalam mobil ia langsung menancap gas nya menuju sekolah Zee untuk menjemput adiknya itu.
Pagi tadi Gracia sudah sangat cepat namun tetap teliti mengerjakan semua tugas tugasnya hingga saat ini ia bisa pulang cepat, sebenarnya gracia melakukan ini semua demi Zee, semenjak kemaren ia melihat zee yang cukup membuatnya penasaran Gracia jadi bertekad keras ingin selalu menjadi nomor 1 bagi zee. Intinya untuk saat ini gracia belum siap jika Zee membagi perhatiannya kepada orang lain.
Gracia memarkirkan mobilnya tak jauh dari gerbang sekolah yang menjulang tinggi itu, matanya tak lepas terus menerus memandang pintu gerbang yang belum terbuka sepenuhnya hingga saat ini terlihat pak satpam akhirnya membuka gerbang itu lebar lebar pertanda siswa maupun siswi sudah di perbolehkan pulang.
Sungguh sumringah sekali wajah gracia yang sudah sangat merindukan adiknya itu, ia keluar dari dalam mobil menunggu kedatangan Zee.
"Halo tuan putri" sapa gracia saat melihat Zee masih asik mengobrol bahkan anak itu belum menyadari kehadirannya.
"Ssstt woi itu wanita cantik nyapa siapa woi" bisik Ara yang menyadari sapaan gracia.
"Loh cici?!" kaget Zee sambil mendekati gracia.
"Hai sayang, ayok pulang"
"Kok cici yang jemput? Ini kan belum jam pulangnya cici"
"Ya gapapa dong, emang ga boleh hm?"
"Ihh ya boleh banget lah" sahut zee senang sambil memeluk gracia.
"Eh iya ci kenalin dulu ini temen aku, Ara sama Flora" ucap Zee.
Gracia tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Ara dan Flora.
"Hai semuanya, salam kenal ya aku cicinya Zee" ucap gracia ramah.
"Oh cici nya Zee, siapa namanya ci?" tanya Flora.
"Shania" jawab gracia
"Oh salam kenal juga ci shania" ucap Ara dan Flora.
"Kalian di jemput?" tanya gracia yang di angguki Ara/Flora.
"Oh yaudah kita pulang duluan ya, kalian hati-hati pulangnya" ucap gracia.
Sesampainya di dalam mobil gracia langsung memasangkan seatbelt Zee, kecupan singkat gracia berikan pada pipi zee yang sudah terlihat lebih berisi itu.
"Ci, kok cici ngenalin namanya shania sih?" tanya zee tiba-tiba.
"Tadi itu Ara yang kamu ceritain kemarin kan? Adeknya chika?" Gracia balik bertanya.
"Iya ci"
"Nah itu sayang, gimana kalo nanti Ara cerita sama Chika terus Chika nya bingung kenapa bisa pas banget ada orang yang mirip sama Zee terus sampe cicinya pun sama"
"Oh iya ci aku ga sadar tadi"
"Iya sayang,"
"Yaudah ayok ci let's go pulangg"
"Iya cill" gemas gracia.
Seperti biasa Zee selalu berceloteh banyak menghiasi perjalanan pulangnya, sang cici tentunya sangat senang sekali masih bisa mendengar ocehan ocehan random dari Zee itu.
"Cici?" panggil Zee setelah beberapa menit ia tidak mengeluarkan suaranya.
"Hm? Kenapa sayang?" sahut gracia cepat.
"Cici pulang siang gini malemnya ga bakal lembur kan?" tanya Zee pelan.
"Ngga kok, kok kamu nanya gitu? Gamau ya cici pulang siang gini?"
"Eh nggaa, bukan gitu ci. Aku gamau aja nanti pas kita tidur terus cici tiba-tiba bangun pergi ke ruang kerja cici terus tinggalin aku" jawab zee cemberut.
"Ih lucu banget, gamau di tinggal cicinya ya?"
"Ya gamau lah"
"Ututuuu iya iya sayang tenang aja ya, cici ga akan tinggalin kamu kok"
"Bener yaa?"
"Iyaa bener"
***
Setelah acara makan siangnya, Zee yang tidak memiliki tugas apapun mulai berpikir untuk melakukan hal apalagi dan tiba-tiba terlintas ide di otaknya yaitu ia ingin menonton film.
"Cici aku mau nonton"
"Iya sayang ayo cici temenin"
Sudah beberapa menit mereka lewatkan dan film pun akan segera berakhir, Zee masih anteng menonton berbeda dengan gracia yang sudah cukup lama memandang wajah zee dari samping dengan tatapan sendunya itu.
Saat ini pikiran gracia tengah menerawang kemana mana apalagi mengingat Zee yang saat ini sudah tidak lagi menjadi anak kecil yang polos, Zee nya mungkin sekarang sudah bisa merasakan jatuh cinta. Itulah hal yang membuat gracia gusar ketika pertama kali melihat zee yang senyam senyum menatap handphonenya.
Gracia memang bisa saja melarang Zee untuk berpacaran namun ia tidak mau Zee merasa terkekang olehnya, huft.
Disisi lain Zee yang sudah puas menonton itu menoleh dan menyadari gracia yang tengah menatapnya namun gracia seakan tak sadar walaupun zee sudah memanggilnya berkali-kali.
"Hey cici?" Zee menepuk pundak gracia membuat gracia mengerjapkan matanya dan menatap bingung zee.
"Apa? Kenapa sayang ada apa?" tanya gracia dengan nada cepat.
"Cici kenapa, kok natap aku kayak gitu?" Zee menatap gracia penuh tanya.
"E-eh emang kenapa? Cici gapapa kok" jawab gracia.
"Ngga ci, ci gre aneh deh. Coba bilang sama aku, atau ada yang lagi di pikirin kah?" selidik Zee
"Kamu lagi deket sama seseorang?" tanya gracia spontan.
"Hah? Maksudnya?" Zee tidak mengerti apa maksud gracia.
Gracia kini menghela nafasnya, sungguh apakah ia harus menanyakan soal ini? Jawabannya adalah ya, karena jiwa penasaran sekaligus kepo gracia sudah di ubun-ubun sekali.
"Maksudnya kamu lagi pdkt sama seseorang? Abisnya kemaren cici liat kamu senyum senyum sendiri tuh pas lagi chatting" tanya gracia sekaligus sedikit menyindir Zee.
Zee terlihat mengingat dan Zee langsung ingat karena kemaren ia hanya chatting dengan Ara dan Flora di grup yg baru saja di buat oleh Ara.
"Lah, orang kemaren aku chat sama ara flora ci" jawab Zee apa adanya.
"Masa?"
"Iya ih serius, lagian aku ga ngebolehin cici nikah masa dengan seenaknya aku pacaran?" ucap zee
"Y-ya cici juga sebenernya ga larang kamu untuk itu Zee, cici cuma mau-"
"Ssstt stop ya ci, aku gamau bicarain soal ini"
Zee kini menatap gracia serius.
"Cici dengerin aku ya"
"You're my sister and you're still the one I run to the one that I belong to, you're still the one I want for life" ucap Zee
"I feel the same as you, you are still the most comfortable place for me to come home" balas gracia.
"Makasih ya ci, aku sayang cici"
"Sama-sama sayangnya cici, cici juga sayang kamu" Gracia menarik Zee untuk di peluknya dan Zee dengan senang hati membalasnya.
TBC.
halooo peri maniez come back 🧚🏻♀️👋🏻
maaf yaa lama ga up, mood nulisku menurun abiezz di tambah ga ada ide juga hiks hiks srott 🤧
xixixi dahlah janlup vote and komennya yaa!💗
see u next part sayangku cintaku manisku duniaku semestaku mwahhh lope u gaizzz😎🤙🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CICI 2 [END]
CasualeKeajaiban atau takdir tuhan? agar tidak bingung dengan alurnya baca dulu my cici yang pertama yaa
![MY CICI 2 [END]](https://img.wattpad.com/cover/357074146-64-k737236.jpg)