1 Minggu berlalu
Pagi ini pukul 08.30, gracia kedatangan client cukup penting membuat dirinya harus datang ke kantor yang sudah satu minggu lebih tidak ia datangi itu, Gracia santai saja berhari hari itu tidak memikirkan pekerjaannya karena ada Anin yang bisa di andalkan.
Hari hari gracia kini sudah kembali normal, bahkan sangat normal semenjak dirinya bertemu dengan Zee dan betapa senangnya gracia saat pembuatan berkas berkas baru zee telah selesai, ia sangat berterimakasih pada Keynal.
Tapi ada sedikit yang membuatnya sedih yaitu keynal tidak mengizinkan Zee untuk bersekolah di luar, melainkan Zee hanya di perbolehkan untuk home schooling saja. karena Keynal tidak mau Zee merasa risih dengan orang-orang yang nantinya entah akan bertanya tanya atau takut pada Zee karena dengan keadaannya saat ini, tapi tak apalah gracia menyetujui saja.
Tidak ada yang perlu di ragukan lagi oleh ve ataupun keynal karena mereka telah melihat kedekatan gracia dan zee yang begitu dekat, serta perlakuan gracia pada zee yang menurutnya berbeda sekali, gracia sangat memperlakukan Zee layaknya tuan putri membuat keynal dan ve yang melihatnya tidak bisa berword word lagi.
Gracia yang sudah siap dan sudah puas melihat penampilannya di depan cermin itu membalikkan badannya dan mengambil tas nya setelah itu ia berlalu ke kamar Zee.
"Cici mau kemana?" Tanya Zee melihat Gracia masuk dan menatap penampilan Gracia dari atas hingga bawah.
"Kan tadi cici bilang, mau ke kantor. Ikut yuk?" ajak gracia.
"Kalo aku gamau ikut gapapa?" tanya Zee membuat Gracia mendekat dan ikut terduduk di kasur.
Gracia tampak berpikir sejenak. "Gapapa, ada oma ini kok nanti kamu sama oma dulu ya cici ga akan lama kok" jawab gracia sambil mengusap surai Zee.
"Ci, cici ga perlu kayak gitu tau, terserah mau lama atau engga pun. Aku gapapa kalo cici mau ke kantor tiap hari juga kayak dulu lagi yang pulang sore atau pun malem"
"Iya sayang, nanti cici normal lagi kok dateng ke kantor. Cici bakal semangat nyari uang yang banyak buat kamu" Gracia tersenyum dan mengecup dahi Zee.
"Yaudah cici berangkat ya" lanjut Gracia.
Zee mengangguk mengiyakan. "Iya ci, hati-hati ya"
"Iya sayang, ayo ah ke bawah jangan di kamar mulu" Gracia menarik tangan Zee dan Zee hanya pasrah saja.
"Oma, aku titip Zee bentar ya" ucap gracia yang kini tengah di hadapan ve yang sedang duduk di sofa.
"Yaampun, iya gre iya kamu tenang aja ya" Ve geleng-geleng kepala melihat tingkah gracia yang seperti menitipkan bayi yang belum bisa apa-apa saja.
"Hehe yaudah bye sayangku" gracia mengecup pucuk kepala Zee membuat ve lagi lagi menggelengkan kepalanya.
"Cici kamu tuh Zee" ucap ve melihat kepergian gracia.
"Iya itu emang cici aku oma"
***
Tidak terasa hari sudah siang menjelang sore dan gracia yang sudah menyelesaikan urusannya pun memutuskan untuk bergegas pulang.
Saat di pertengahan perjalanan Gracia menghentikan mobilnya di salah satu tempat service pinggir jalan, tadi pagi ia sempat mampir untuk memperbaiki handphone milik Azeera yang ia simpan waktu itu. Sebenarnya tidak terlalu penting tapi gracia sangat penasaran dengan isi handphone itu. Gracia juga sempat mewanti wanti kepada si tukang service itu agar file yang berada di dalam handphone ini tidak hilang mau bagaimana pun caranya.
Tidak butuh waktu lama akhirnya handphone rusak yang kini telah bagus kembali, setelah mendengar sedikit penjelasan dan membayarnya kini handphone itu sudah berada di tangannya, gracia tidak mau berlama lama lagi langsung masuk kembali ke dalam mobilnya untuk mengecek isi handphone itu. Untung saja si tukang service itu sudah berbaik hati mencharge handphone nya jadi gracia tidak harus membuang buang waktunya untuk menunggu baterai hp itu terisi.
Dengan jeli gracia menghidupkan handphone itu dan betapa beruntungnya gracia saat hp itu menyala ia langsung bisa membukanya karena hp Azeera tidak memakai pin atau apapun itu.
Aplikasi pertama yang Gracia klik adalah galeri, ia sudah sangat penasaran sekali dengan itu dan beberapa detik kemudian mata gracia membelak serta jantungnya sudah berdegup kencang saat melihat banyak sekali foto Azeera yang benar-benar tipikal Zee serta yang lebih mengejutkan jantungnya adalah foto Azeera bersama perempuan yang waktu itu bertemu di rumah sakit.
"Jinan" batin gracia.
"J-jadi perempuan itu beneran kakaknya azeera?" lirih gracia bergumam.
"Arghh terserah! Sekarang Zee udah mutlak milik gue dan gaada siapapun yang boleh ambil dia" ucap gracia seraya menghapus kasar air mata yang berani beraninya lolos saat ia sedang kesal.
Walaupun berkas baru zee sudah ada dan gracia pun bisa membeberkan itu di depan mata si perempuan bernama jinan itu tetap saja rasa takut dalam diri gracia selalu ada, apalagi itu tentang Zee.
Gracia mematikan handphone itu kembali dan menyimpannya cepat di dalam tas nya, gracia juga nanti akan menyembunyikan hp itu agar tidak bisa dilihat oleh Zee karena ia tidak mau nanti zee kepikiran soal ini.
Setelah itu gracia kembali menancap gas nya untuk melanjutkan perjalanan pulangnya dan cepat cepat bertemu dengan adik kesayangannya itu.
Beberapa menit kemudian akhirnya gracia sampai di depan rumah, ia turun dari mobil tak lupa wajahnya di hiasi senyum manisnya agar orang rumah tidak curiga bahwa ia sedang gundah gulana akibat kegiatan pengecekan hp Azeera tadi.
Gracia terus berjalan menyusuri rumahnya dan ekor matanya melihat zee dan sang oma yang berada di ruang tv, saat gracia mendekat terlihat lah zee yang baru saja selesai memakan eskrim.
"Eh cicii!!" riang zee saat melihat gracia.
Entah kenapa hati gracia malah terenyuh melihat zee di hadapannya saat ini, ia duduk dan langsung memeluk zee erat sambil memejamkan matanya.
"Gre! Bersih-bersih dulu ih" tegur Ve, ia khawatir ada kuman menempel.
Gracia tidak menanggapi ia malah semakin mengeratkan pelukannya, zee yang bingung pun malah membalas pelukan gracia saja lah.
Sekitar 5 menit kemudian zee mulai pegal. "Cici lepasin, aku pegel" protes zee.
Gracia sontak melepaskan pelukannya dan terkekeh kecil sambil mengecup singkat pipi zee.
"Maaf sayang" ucap gracia.
"Udah gre mending kamu bersih bersih dulu gih abis itu makan" titah ve lagi.
"Iya oma. Oh ya kata opa dia bakal pulang agak malem" balas gracia seraya menyampaikan pesan keynal, sejak ada di Indonesia keynal memang selalu datang ke kantor gracia.
"Oh iya gre, yaudah gih sana kasian adek kamu udah laper tuh"
"Lah kamu belum makan zee?" tanya gracia kaget.
"Belum aku kan nungguin cici" jawab zee seadanya.
"Aishh omaa kok ngga di paksa sih, ini kan udah sore" protes gracia pada ve yang di buahi muka jengkel ve.
"Gausah lebay, dia banyak nyemil kok. Udah cepet makannya bersih bersih dulu biar cepet bisa makan" balas oma ve, akhir akhir ini ve selalu di buat geleng-geleng kepala melihat tingkah gracia yang menurutnya terlalu overprotektif pada zee.
"Iya iya oma" gracia bangkit menuju ke kamarnya.
"Oma tau kamu sayang banget sama Zee, oma juga sayang sama Zee, ga mungkin ngebiarin gitu aja kalo zee ga makan" batin ve seraya menghela nafasnya.
TBC.
haiii gaiss gais peri maniezzz comeback nih gmn? Kangen ga?
maapkeun sempet lupa punya cerita🙏🏻🙏🏻
asksksksk vote and komennya manis, lopyu🤩
KAMU SEDANG MEMBACA
MY CICI 2 [END]
DiversosKeajaiban atau takdir tuhan? agar tidak bingung dengan alurnya baca dulu my cici yang pertama yaa
![MY CICI 2 [END]](https://img.wattpad.com/cover/357074146-64-k737236.jpg)