Sekarang, tim Gabriel sedang berada disalah satu bagian ring lapangan untuk pemanasan. Mereka memasukkan bola dengan teknik yang berbeda-beda.
Amanda yang selesai menembakkan bola, menghentikan langkahnya disamping Gabriel dan membisikan sesuatu.
“Ada Callis noh, tribun kiri arah jam 2.”
Gabriel segera melihat kearah yang ditunjukkan gadis itu. Ia melihat Callista sedang tertawa lebar, itu cukup membuat semangatnya bertambah berkali-kali lipat.
Amanda yang melihat gerak-gerik Gabriel pun menyunggingkan senyumnya. Ia kembali melihat kearah tribun mengikuti arah pandang Gabriel, ia bukan ikut memandangi Callista namun ia memandang orang yang tengah merajuk disamping gadis itu.
“Ada-ada aja tingkah orang lagi kasmaran.” Raisha yang melihat kedua temannya hanya menggelengkan kepalanya.
•
Pertandingan sudah dimulai sejak 40 menit yang lalu, dan sekarang sudah menginjak kuarter terakhir.
Gabriel tampak sedang dijaga oleh pemain lawan. Ia melihat Shean mendribble bola dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya keatas membentuk sebuah kode.
Gabriel yang paham kode itu ditujukan padanya langsung berlari kearah bawah ring. Menerima passing dari Shean dan mencetak poin dengan lay up.
Gabriel terengah-engah, sedikit melirik kearah skor dimana tim-nya unggul 15 poin dari poin lawan. Kemudian menatap kearah tribun dan melihat si 'cengeng' tengah menatapnya juga.
Tatapan mereka bertemu, sebelum akhirnya Gabriel mengalihkan pandangannya dan melanjutkan pertandingan.
Pertandingan berakhir dengan poin terakhir yang Gabriel dapatkan setelah tembakan threepoint nya masuk ke dalam ring.
Sekarang mereka beristirahat dan melakukan cooling down setelah mendapat sedikit kata-kata wejangan dari pelatih mereka.
Gabriel, Amanda, Raisha dan Greesel sudah selesai melakukan cooling down sehingga mereka dapat duduk beristirahat.
“Abisni mau langsung pulang?” Raisha membuka pembicaraan mereka sambil bersusah payah membuka botol minum yang menurutnya terlalu kuat.
Gabriel mengambil alih botol milik Raisha dan membantu membukanya. “Langsung pulang aja, capek.”
“Kakak gue balik sama lo ya, Geb.”
“Kok sama gua?”
Klek!
“Papah nanti gabisa jemput, gue nebeng Greesel”
Gadis itu terlihat berpikir setelah memberikan botol yang sudah terbuka pada Raisha. “Yaudah deh, boleh”
Gabriel beranjak dari duduknya dan berjalan mengambil tas dan mengganti jerseynya dengan kaos pendek. Setelah itu kembali ketempat mereka duduk dan berpamitan untuk pulang.
Saat berjalan, ia membuka handphonenya untuk bertanya keberadaan Callista
Cengeng
Balik sm siapa lo?|
16.45|gatau
16.46Balik sma gw ya|
Lo dimana skrg?|
16.46
|kelas, sini
16.46Ya, otw|

KAMU SEDANG MEMBACA
You're Precious
Roman d'amour"Aku selalu rindu kamu, dan sepertinya tidak akan pernah berhenti." -Callista A ________________________ "Tuhan sudah menggariskan takdir kita, Cal." -Gabriela A