Perlu di ingatkan ⚠️
ini hanya cerita fiksi belaka, tidak ada hubungannya dengan dunia asli. ini murni dari karangan author sendiri.
***
"Ini serius Pah kalau Kak Ghina nggak bakalan di ikutin sama Raja hantunya?" Tanya Bintang menatap Aji. "Kok aku khawatir ya."
"Sama." Sahut Kinan.
Sekarang keluarga Irina dan Aji lagi bersantai di meja makan. Pagi ini mereka melakukan kegiatan seperti biasanya, yaitu sarapan sambil ngobrol. Jadwal syuting mereka itu cuman malam Rabu dan malam Jumat.
Mereka upload videonya di Jum'at Pagi.
Aji menelan makanan yang ada di mulutnya, kemudian berucap. "Udah Papa kasih batasan sama tubuh Ghina. Selama dia nggak bisa liat makhluk gituan sih, bakalan aman aja." Jelas Aji.
"Tapi Mas, Masalahnya yang suka sama Ghina ini si Rajanya. Bisa aja kan yang awalnya Ghina nggak bisa lihat jadi bisa gara-gara di gangguin sama si Raja." Tutur Kinan dengan nada khawatir.
Bintang memejamkan matanya sambil menggenggam kedua tangannya. Mata Bintang langsung terbuka dengan mulut menganga. "Aku ngeliat Rajanya emang ngikutin Kak Ghina."
"Yang, serius ini Ghina nggak bakalan kenapa-kenapa?" Tanya Irina sambil menggenggam tangan milik Suaminya. Terlihat jelas raut wajah Irina sangat khawatir.
"Serem juga ya kalau di ikuti hantu sampai ke Rumah." Bisik Danu pada Sastra yang sedari tadi diam.
Sastra menatap Danu, "Bukannya lo sering ya?" Tanyanya heran.
"Sering sih, tapi beda lagi konteksnya. Gue nggak pernah di ikutin sama Raja Hantu, sedangkan sekarang yang lagi ngikutin Ghina tuh si Rajanya, gimana nggak serem." Danu mengusap bulu tangannya karena merinding.
"Lemah lo Nu." Sindir Sastra.
Danu menghiraukan Sastra, ia memilih untuk nimbrung pada ke empat keluarganya yang lagi debat. "Coba telpon si Ghinanya dah." Timpal Danu.
Irina kemudian langsung mengambil Ponselnya yang berada di samping piring bekas ia makan. Dengan cepat ia menekan tombol hijau pada kontak Ghina.
Cukup lama menunggu, akhirnya Ghina mengangkat panggilan telpon dari Irina.
"Halo, siapa ya?" Tanya Ghina dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
"Halo Ghin, saya Irina." Sapa Irina.
"Kamu belum simpan nomer saya ya?" Sambung Irina.
"Eh?"
"Maaf mbak, udah aku simpan kok nomernya. Aku baru bangun jadi nggak fokus hehe, maaf mbak."
"Hahaha gapapa. Gimana tidur kamu? nyenyak kaya biasanya nggak?"
"Nyenyak Mbak, kenapa emangnya?"
"Saya khawatir Ghin gara-gara syuting malam tadi. Takutnya kamu nggak bisa tidur atau kepikiran."
"Santai aja Mbak. Aku juga pas pulang awalnya rada takut kalau di ikutin beneran. Tapi ternyata nggak ada apa-apa pas aku tidur."
"Syukurlah, lega saya Ghin. Nggak jera kan ikut syuting sama kami?"
"Nggak Mbak."
"Ya sudah telponnya saya tutup dulu ya Ghin, kamu lanjut tidur aja, maaf ganggu waktu tidurnya ya."
"Hahaha nggak papa Mbak, emang udah waktunya bangun. Bye Mbak."
Telpon tertutup. Irina dan lainnya bernafas lega.
"Tapi Rajanya emang ngikutin Kak Ghina Pah." Ucap Bintang yang masih ada sedikit kekhawatiran.
"Biarpun si Raja tuh ngikutin Ghina, selama nggak di gangguin sih aman aja Bin." Sahut Sastra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uji Nyali
ParanormalEntahlah bingung, antara menyesal atau tidak karena sudah menerima itu. Karena Ghina merasa hidupnya semakin aneh sejak menerima ajakan collab tersebut.
