V. Kehidupan nyata

196 29 7
                                        

Perlu di ingatkan ⚠️
ini hanya cerita fiksi belaka, tidak ada hubungannya dengan dunia asli. ini murni dari karangan author sendiri.

***

Raden menyatukan dahinya dengan tangan Ghina yang ia genggam. Tak henti-hentinya ia mengucapkan kata maaf sambil terus menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang menimpa Ghina.

 Tak henti-hentinya ia mengucapkan kata maaf sambil terus menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang menimpa Ghina

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maaf sayang maaf aku udah bikin kamu sakit." Isak Raden dengan tubuh yang gemetaran.

Seharusnya waktu itu Raden tak membiarkan Ghina pulang sendirian, seharusnya waktu itu ia menjemput Ghina biar Ghina tak menaiki Taxi yang membuat hidup Istrinya di ambang kematian.

Ia putus asa saat Dokter bilang bahwa harapan untuk hidup pada Istrinya hanya sedikit aja, dan ia disuruh untuk menyiapkan hati ketika hal yang tak di inginkan akan terjadi pada Istrinya.

Harapan hidup Ghina hanya ada tekad Ghina sendiri, tapi Ghinanya aja dalam kondisi koma, gimana caranya memiliki tekad untuk hidup ketika dia tak sadarkan diri.

Melihat kondisi Istrinya yang terus kritis dan harapan hidupnya pun semakin kecil, membuat Raden tak bisa berpikir apa-apa lagi.

Ia nggak mau kehilangan Ghina, ia nggak mau kehilangan Istrinya, ia nggak mau kehilangan orang yang sangat ia sayangi, ia nggak mau kehilangan semangat hidupnya, ia belum siap di tinggal untuk selamanya.

Raden menatap Istrinya dengan mata yang memerah, "makasih udah berjuang untuk hidup." Ia cium tangan Istrinya berkali-kali.

Ghina melepaskan tangannya yang digenggaman Raden. Sebagai gantinya, Ghina mengusap rambut Raden lalu berkata, "ini bukan salah kamu, jangan terus nyalahin diri kamu sendiri. Aku masih disini untuk tetap hidup sama kamu." Ucapnya pelan.

Melihat kondisi Suaminya yang acak-acakan membuat hati Ghina menjadi sedih. Sebegitu sedihnya kah Raden di tinggal oleh Ghina, sampai Raden yang orangnya peduli dengan penampilan aja menjadi berantakan seperti sekarang.

─‌─‌

Ghina melirik ke samping, di atas meja rumah sakit ada buku dengan sampul usang. Ghina mengambil bukunya dengan perlahan.

Raden baru keluar dari toilet, lalu melihat Istrinya yang memegang sebuah buku. "Kangen baca ya?" tanyanya sambil menghampiri Istrinya yang berbaring di atas ranjang rumah sakit.

Ghina mengangguk pelan. Ia elus sampul buku yang berjudul 'Kisah Braga'.

"Udah lama aku nggak baca,"
Ghina membuka lembar per lembar buku itu.

Uji NyaliTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang