Perlu di ingatkan ⚠️
ini hanya cerita fiksi belaka, tidak ada hubungannya dengan dunia asli. ini murni dari karangan author sendiri.
***
"Coba kau gali tanah berwarna putih itu."
"Tapi beneran ada?"
Ghina takut kalau ternyata tak ada juga disini. Fisik dan batinnya sungguh sangat lelah.
"Pasti."
"Sejujurnya jari kelingking ku tak ada di tempat yang tadi. Jika ada, mungkin sudah menyatu dengan tanah saking lamanya. Jari kelingkingku yang utuh hanya di zaman kerajaan saja."
"Hah?"
"Kalau gitu, kenapa nggak dari awal kamu bilang sih?! aku nggak perlu capek-capek gali tanah!"
"Aku baru ada minat untuk bercanda, ternyata menyenangkan bercanda dengan mu."
"Menyenangkan kamu bilang?! menyenangkan itu kalau 2 sisi saling ketawa-ketawa!" bentak Ghina.
Bisa-bisanya dalam kondisi kayak gini, Braga masih sempat untuk mengerjainya.
"Sudah gali saja, tak perlu banyak protes."
Ghina menggalinya dengan kasar, melampiaskan kekesalannya terhadap Braga melalui tanah ini.
Ghina menjauhkan tangannya ketika melihat sesuatu. Itu jari kaki manusia yang sudah berwarna biru.
"Ambil Ghina."
Ghina menggeleng, "nggak mau, aku takut."
"Aku tak bisa mengambilnya Ghina, hanya kau yang bisa."
Ghina terdiam cukup lama untuk memantapkan hatinya. Dengan tangan yang bergetar dan mata yang tertutup, Ghina mulai mengambil jari kaki milik Braga yang terpotong.
Tapi ketika Ghina mulai membuka matanya, ia berada bukan di Kerajaan lagi, tapi di kuburan.
Ghina bisa perkirakan bahwa wajahnya sekarang pasti sangat pucat.
Dan yang lebih bikin kagetnya lagi, di samping ada tanah kuburan yang terbuka, dan di nisannya ada nama seseorang.
Ghina Grajisya
Betul, nama Ghina lah yang tertulis disana.
Seluruh badan Ghina bergetar ketakutan, apa maksudnya semua ini. Kenapa namanya ada di nisan kuburan yang terbuka?
Ghina menatap nisan itu dengan pikiran yang berkecamuk. Apa ada orang yang meninggal dengan nama yang sama seperti Ghina? atau itu untuk Ghina...
Darah keluar dari hidung dan mulut Ghina, bahkan badannya terasa sangat sakit sekarang.
Ini semakin aneh.
Ghina menarik rambutnya lalu menampar pipinya dengan keras berkali-kali. "Ayo bangun, ayo bangun, AYO BANGUN!!!!"
"Aku takut, ayo bangun!" isaknya.
"Percuma Ghina, sebaiknya kau masuk kesana, itu tempatmu."
Ghina menatap Braga dengan air mata yang berurai. "KAMU BOHONGI AKU YA?! KAMU PASTI MAU BAWA AKU KE ALAM KAMU KAN?! KAMU PASTI NYURUH AKU MATI KAN?!" teriaknya.
"Aku tak berbohong. Ini bukan duniamu sebenarnya, ini adalah dunia yang kau ciptakan sendiri."
Ghina mencerna perkataan Braga, ini bukan dunianya? lutut Ghina menjadi lemas dan iapun terduduk ketanah.
Jadi ada dimana Ghina sekarang kalau ini bukan dunianya?
"Apa aku sudah mati?" lirihnya.
"Belum Ghina."
"Ini alam bawah sadarmu. Di dunia asli kau berada dalam situasi antara hidup dan mati."
KAMU SEDANG MEMBACA
Uji Nyali
ParanormalEntahlah bingung, antara menyesal atau tidak karena sudah menerima itu. Karena Ghina merasa hidupnya semakin aneh sejak menerima ajakan collab tersebut.
