Perlu di ingatkan ⚠️
ini hanya cerita fiksi belaka, tidak ada hubungannya dengan dunia asli. ini murni dari karangan author sendiri.
***
"Namaku Braga. Aku terlahir sebagai Putra kedua."
"Sejak lahir jalan hidupku sudah di tentukan, Ghina. Bukan menjadi Raja, namun hanya menjadi Putra Mahkota saja."
"Semuanya berubah di saat usiaku menginjak 6 tahun. Itu semua gara-gara bajingan sialan itu, Ghina!"
"Bajingan sialan itu Kakak kamu?" tanya Ghina dengan hati-hati.
"Ya."
"Tapi bukannya Paman kamu juga ikut andil juga?" tanya Ghina kembali.
"Aku lupa."
Ghina ternganga.
"Seingatku dia memang mau membunuhku, tapi sayangnya gagal."
Ghina mengangguk.
"Kalau boleh tau, nama Kakak kamu siapa?" Ghina tadi sudah cari nama Kakaknya Braga di Google, tapi nggak nemu satu pun. Hanya ada nama Braga dan Ayahnya.
"Aku lupa."
"Pada saat itu juga hubungan kami jadi tak dekat. Ayah sudah menyuruh dia untuk belajar tata krama Raja, karena nanti dia yang bakal jadi penerusnya. Namun Bajingan itu tak pernah mendengarkan perintah Ayah."
"Hingga suatu saat Ayah memutuskan untuk menjadikan aku sebagai penerusnya. Mau tak mau aku harus mengikuti perintahnya Ayah."
"Emang gimana sih hidup jadi penerus Raja?"
"Hidup dengan kemewahan. Saat menjadi putra mahkota aku hanya belajar berkuda, memanah, dan belajar berperang."
"Terus, jadi dibunuh sama Kakak sendiri itu, gimana ceritanya?"
"Seperti yang kukatakan tadi, sejak di putuskan akulah yang menjadi penerusnya, hidupku menjadi penuh tekanan. Dari kecil sampai remaja aku terus disuruh belajar, bahkan aku tak punya lagi waktu untuk bermain di luar kerajaan."
"Ketika umurku sudah menginjak 20 tahun, aku disuruh mengusai beberapa wilayah oleh Ayah."
"Hanya itu saja yang aku lakukan, sampai pada akhirnya Ayah jatuh sakit dan tak lama meninggal dunia. Mau tak mau di umurku yang baru 25 tahun, harus menjadi Raja."
"Namun, ketika hari dimana aku akan di lantik, bajingan itu mendatangiku. Dia ingin dialah yang menjadi Raja, tapi terlambat, karena dia tak punya ilmu apa-apa."
"Jadi, karena itu kamu langsung dibunuh sama Kakak kamu?"
Braga mengangguk, wajahnya kemudian menjadi emosi lagi. "Sehabis membunuh, dia bahkan memfitnah aku menjalin hubungan dengan bangsawan di Kerajaan lain. Asal kamu tau Ghina, semenjak aku disuruh menjadi penerus Raja, aku bahkan tak bisa dekat dengan Bangsawan cantik, sialan!"
"Tapi, kok kamu bisa tau kalau kamu di fitnah? kan kamu udah nggak ada lagi Di dunia."
"Kau bodoh juga ya ternyata." Terlihat Braga terkekeh.
Apasih, kan Ghina cuma nanya?
"Sehabis di bunuh, aku tidak sadar kalau aku sudah mati. Bahkan sakit yang luar biasa waktu tubuhku di potong potong, menjadi tak terasa lagi, aku kira itu hanya halusinasi. Aku kembali kekerajaan, semua orang tidak bisa melihatku, aku sangat prustasi waktu itu."
"Aku menyaksikan bajingan itu di lantik sebagai Raja. Aku sangat marah, Ghina! aku yang berjuang keras untuk menjadi Raja, dia dengan gampangnya merebut tahta itu! tapi, aku tak bisa berbuat apa-apa, orang-orang tak bisa melihat ku, disitu aku sadar kalau aku benar-benar sudah tiada, dan kejadian yang menimpaku, itu bukan halusinasi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Uji Nyali
ParanormalEntahlah bingung, antara menyesal atau tidak karena sudah menerima itu. Karena Ghina merasa hidupnya semakin aneh sejak menerima ajakan collab tersebut.
