Perlu di ingatkan ⚠️
ini hanya cerita fiksi belaka, tidak ada hubungannya dengan dunia asli. ini murni dari karangan author sendiri.
***
Pengusiran dan pembersihannya beneran berhasil karena sekarang Ghina tak melihat Braga muncul lagi di hadapannya.
Semenjak kejadian itu, Mama Ghina memaksa Ghina untuk tinggal bersamanya karena tak ingin kejadian itu terulang kembali jika ia jauh dari anaknya.
Hubungan Ghina dengan Sastra juga terus terjalin. Ghina kira setelah kejadian ia menangisi Braga, ia kira Sastra akan menjauhinya karena yang dilakukan Ghina sungguh memalukan.
Rupanya tidak, lelaki itu malah terus menanyakan kabar untuknya. Ghina senang sih karena mungkin aja perasaannya akan terbalas sebentar lagi, tapi di balik itu juga ada kehampaan sendiri ketika ia tak bisa lagi bertemu dengan Braga.
Sampai sekarang Ghina terus berpikir, apa benar kata orang kalau dirinya waktu itu sudah kemakan hasutan Braga? tapi setelah di ingat-ingat, tak ada satupun kata hasutan yang keluar dari mulut Braga.
"NGGAK! JANGAN! NGGAK BOLEH! AKU MASIH MAU LIAT BRAGA!"
"BRAGAAA!!!!"
Ghina memukul kepalanya ketika teriakannya yang kemarin-kemarin terus muncul di kepalanya. Mengingat ia melakukan hal gila didepan Mas Aji, Mbak Irina, A Sastra, Mas Danu dan Bintang membuat Ghina menjadi sangat malu. Itu benar-benar kejadian yang memalukan.
Kenapa waktu itu Ghina menolak dengan keras pengusiran terhadap Braga, bukannya bagus untuk dirinya sendiri karena tak akan terlibat lagi dengan makhluk gaib?
Ghina sendiri juga tak mengerti dengan tubuh dan matanya waktu itu. Saat terakhir kali melihat Braga, Ghina melihat sekilas ada cahaya disekitarnya. Dalam hati Ghina saat itu berkata dengan sendirinya, "aku mau hidup."
Apa sebenarnya maksud dari semua itu?
──
Semakin berjalannya waktu, Ghina menjadi tak kenal dengan dirinya sendiri.
Ghina berdiam dirumah keluarganya, tapi Ghina sendiri merasa ia sedang berada di lingkungan orang asing.
Di otaknya terus berkata bahwa mereka adalah keluarga Ghina, tapi di dalam hati Ghina malah berkata sebaliknya. Sejak kapan aku punya adek?
Tak jarang Mamanya Ghina sering memergoki Ghina berteriak sendiri di dalam kamar sambil memegang kepala dan dadanya.
Mamanya Ghina juga heran mengapa anaknya terus menanyakan hal yang aneh. "Ma, aku beneran anak Mama kan?" pertanyaan itu terus ditujukan Ghina ketika ia selesai berteriak.
Mama Ghina terus mengira bahwa Ghina masih dipengaruhi oleh hantu itu.
──
A Sastra Uji Nyali
ghin, bisa ketemuan?
gue di depan Alfamart dekat rumah lo
-
Ghina yang awalnya rebahan merubah posisinya menjadi duduk karena terkejut dengan pesan yang baru masuk.
Ghina memang sudah lama tak saling bertukar pesan lagi dengan Sastra, makanya waktu Sastra mengajaknya untuk ketemuan Ghina menjadi sangat terkejut.
Setelah membalas pesan Sastra bahwa dirinya menyetujui untuk bertemu, Ghina langsung merapikan rambutnya lalu keluar dari kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uji Nyali
ParanormalEntahlah bingung, antara menyesal atau tidak karena sudah menerima itu. Karena Ghina merasa hidupnya semakin aneh sejak menerima ajakan collab tersebut.
