Perlu di ingatkan ⚠️
ini hanya cerita fiksi belaka, tidak ada hubungannya dengan dunia asli. ini murni dari karangan author sendiri.
***
Sastra menatap Ghina dengan pandangan yang sangat sulit diartikan.
Ghina tak peduli Sastra akan menilainya seperti apa, karena Ghina hanya ingin mengikuti kata hatinya.
"Dia udah ngomong apa aja ke lo sampai lo jadi kayak gini?"
"Aku nggak pernah terhasut sama ucapan Braga. Aku sendiri nggak mempermasalahkan Braga berada di sekitar aku. Lagian aku juga belum tau dia mau meminta bantuan apa sama aku." Jelas Ghina.
Ghina berucap bertepatan dengan Rea dan Arhan yang baru memasuki rumah.
Arhan terkejut karena ada Sastra juga disini. Melihat suasana tegang antara Ghina dan Sastra, Arhan pun bertanya.
"Ini kenapa nih?" tanya Arhan sambil menghampiri Ghina.
"Si hantu itu muncul lagi dihadapan Ghina." Jawab Sastra.
"Hah? sejak kapan?" tanya Arhan lagi.
"Bukannya udah diusir ya? kok bisa muncul lagi." Sahut Rea.
"Sama keluarga lo sendiri aja nggak lo kasih tau Ghin?" ucap Sastra ke Ghina.
"Tuh hantu muncul lagi sejak Ghina pulang olahraga sama Kinan. Dia muncul lagi karena mau meminta bantuan sama Ghina, tapi udah gue tolak. Yang jadi permasalahan sekarang, Ghinanya sendiri nggak mau tuh hantu di usir." Sambung Sastra.
"Dia nggak gangguin aku lagi Han, malah dia ngelindungin aku." Jelas Ghina pada Arhan.
"Nah itu, dia udah kemakan hasutan si hantu." Sahut Sastra.
"Braga nggak nyakitin aku A, Han! apa salahnya sih biarin Braga ada disamping aku." Kekeh Ghina.
"Ngusir hantunya gimana nih Sas?" tanya Arhan mengacuhkan omongan Ghina. "Si Ghina juga kayaknya perlu di ruqiyah lagi."
"Tadi gue udah hubungi Mas Aji buat kesini, kayaknya lagi dijalan dia." Jawab Sastra.
"Perlu panggil orang pintar nggak?" tanya Arhan lagi.
"Ntar tanya aja sama Mas Aji, tapi energi hantu nya nggak terlalu kuat kayak kemarin."
"Nggak perlu di usir! aku tinggal bantu Braga, setelah itu pasti dia bakal menghilang sendiri." Tukas Ghina.
"Udah gila lo Ghin. Lo nggak ingat sekhawatir apa Mama lo waktu lo ketempelan hantu?" cecar Arhan.
"Ini demi kebaikan kamu sendiri." Ucap Rea sambil merangkul Ghina.
"Lo nggak tau aja, biasanya hantu meminta pertolongan ke manusia itu tentang hal yang diluar nalar. Dia bisa aja meminta lo buat cariin potongan tubuh mereka. Gue sama keluarga gue aja nggak pernah mau membantu hantu gentayangan karena tubuhnya nggak lengkap." Jelas Sastra.
──
"Mas Aji, tolong jangan usir Braga." Ghina berlutut dihadapan Aji dan Irina untuk memohon agar dirinya masih bisa melihat Braga.
Mas Aji kesini tadi datang bersama Irina, Bintang dan Danu.
"Jangan gila Ghina!"
Arhan membangunkan Ghina secara paksa agar berdiri.
Aji sedaritadi memejamkan matanya sambil mengucapkan kata yang tak jelas, ia sedang memanggil Braga agar muncul di hadapannya.
"Mas tolong Mas! jangan usir Braga! dia baik sama aku! aku nggak masalah dia berada di samping aku terus!" pekik Ghina ke Aji.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uji Nyali
ParanormalEntahlah bingung, antara menyesal atau tidak karena sudah menerima itu. Karena Ghina merasa hidupnya semakin aneh sejak menerima ajakan collab tersebut.
