V. Alam bawah sadar

112 21 0
                                        

Perlu di ingatkan ⚠️
ini hanya cerita fiksi belaka, tidak ada hubungannya dengan dunia asli. ini murni dari karangan author sendiri.

***

"Jari kelingking?!" tanya Ghina dengan ekpresi kaget.

Ternyata benar apa yang dikatakan A Sastra waktu itu bahwa permintaan hantu pasti di luar semua, ya contohnya permintaan Braga ini.

"Kenapa kau begitu kaget, seperti melihat hantu saja."

Braga mikir nggak sih? kondisi Ghina aja sekarang ketakutan setengah mati, ini malah disuruh cariin potongan tubuh manusia. Membayangkannya saja membuat Ghina merinding.

"Kamu serius?" tanya Ghina meyakinkan.

"Tentu saja serius. Kau pikir aku akan bilang; Ya selamat, kau aku tipu."

Gimana ini, Ghina nggak ada pilihan lain selain menyetujui. Yang Ghina pikirkan hanya 1, ia ingin keluar dari sini secepatnya.

Ghina mendengus, "oke, tapi janji ya bantu aku keluar dari sini?"

"Ya."

"Jadi pertama kita harus cari kemana?" tanya Ghina.

"Sebelum itu, bisa kau singkirkan dulu cairan yang keluar dari hidungmu? sungguh, itu menggangu pemandangan ku."

Eh?

Ghina langsung membersihkan ingusnya menggunakan lengan bajunya. "Maaf kalau menganggu."

Setelah selesai membersihkan hal yang mengganggu pemandangan Braga (katanya) Ghina pun bertanya lagi, "jadi mau cari kemana ini?"

"Jangan pernah menyentuhku dengan lengan baju kotormu itu, menjijikkan!"

Kok bikin kesel ya.

"Apaansih?! lagian kamu nggak bisa disentuh juga!" tukas Ghina dengan wajah kesal. "Nih, nih, nggak bisa disentuh kan, kamu aja tembus pandang." Ghina mencoba menyentuh Braga yang ada didepannya untuk membuktikan bahwa dirinya tak bisa menyentuh Braga.

"Cepat kasih tau dimana kita harus cari jari kelingking kamu?! aku nggak bisa lama-lama diam dimimpi yang mengerikan ini."

"Tak sadar juga, padahal kau tinggal disini sudah sangat lama."

"Sayang,"

Ghina langsung menutupi telinganya ketika suara aneh itu muncul lagi. "Braga ayo cepat kasih tau, dimana aku bisa cari potongan jari kamu. Aku nggak mau lama-lama disini."

Siapa yang tak takut berada di dunia yang seolah hanya Ghina aja lagi disini? ditambah suara aneh yang datang darimana terus muncul sedaritadi. Meskipun ia bersama Braga, tapi Ghina tentu tetap ketakutan juga, karena Braga adalah hantu.

"Kenapa kau takut dengan suara ini?"

"Kamu pikir sendiri lah, di tempat yang terbuka ini tiba-tiba ada suara misterius yang datang dari atas langit!"

"Sungguh kau tak mengenal suara ini Ghina?"

Ghina terdiam sejenak, "sebenarnya aku terasa familiar sama suaranya, seperti aku sering mendengar suara ini tapi aku nggak tau dimana." Ujarnya.

"Apa itu familiar? siapa yang telah liar?"

Ghina mendengus, apaansih Braga.
"Nggak ada yang liar. Maksudnya aku kayak nggak asing sama suara ini, gitu." Jelas Ghina.

"Kau memang sering mendengar suara ini."

"Braga ayolah, aku harus cari jari kaki kamu kemana?! jangan membuang waktu gini dong! dan berhenti bicara yang nggak aku mengerti!" gerutu Ghina.

Uji NyaliCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang