Perlu di ingatkan ⚠️
ini hanya cerita fiksi belaka, tidak ada hubungannya dengan dunia asli. ini murni dari karangan author sendiri.
***
"Ghin?"
Sastra menyentuh pundak Ghina, guna menyadarkan Ghina yang sedari tadi hanya diam tak menjawab pertanyaan Sastra.
Ghina sedikit tersentak, lalu menjawab. "Iya A, Braga muncul dihadapan aku." Cicit Ghina.
"Braga? nama hantunya?" tanya Sastra yang di angguki Ghina.
"Jadi, sejak kapan Braga muncul dihadapan lo lagi?" tanya Sastra lagi.
"Sehabis selesai jogging A." Ghina terus menunduk. "Sebelum ke Rumah kalian aku dapat paket entah dari siapa, tapi nggak sempat aku buka karena waktu itu buru-buru. Jadi aku buka nya pas di Rumah, isi paketnya itu kertas yang bertuliskan tentang hilangnya Braga." Jelas Ghina.
"Kenapa nggak kasih tau ke kami? kan sebelumnya gue sudah pernah bilang ke lo Ghin, kalau masih merasakan kehadiran dia atau melihat dia lagi, langsung kasih tau ke kami."
"Braga nggak bolehin aku kasih tau siapa-siapa A."
Sastra mengusap wajahnya kasar. "Udah kemakan hasutan setan lo."
Ghina mendongak, "enggak kok A." Elak Ghina.
"Nggak apanya? dengan lo menurut ucapan dia aja udah kemakan hasutan setan." Tukas Sastra.
"Gue mau liat kertas nya." Sastra kembali melanjutkan ucapannya.
"Ada Dirumah A."
"Yaudah ayo ke Rumah lo."
Ghina dan Sastra kembali menghampiri Kinan, Rea dan Arhan yang sedari tadi menunggu.
"Re, Han, kalian lanjut jalan aja. Aku mau sama mereka." Ghina menunjuk Kinan dan Sastra.
Arhan menarik tangan Ghina agar lebih mendekat padanya. "Kenapa tiba-tiba? tadi gue liat lo ngomong sama dia menunduk mulu. Kenapa Ghin?" tanya Arhan berbisik.
"Nggak ada apa-apa Han." Jawab Ghina.
"Kalau nggak ada apa-apa, nggak mungkin tuh orang mukanya serius pas ngomong sama lo. Ghin, Mama lo nitip lo ke gue buat jagain lo, kalau lo ada apa-apa kaya kemarin, yang salah gue nggak becus jagain lo." Bisik Arhan lagi.
Ghina mendengus, "emang nggak ada apa-apa Han, nggak ada yang perlu kamu khawatirkan." Tegas Ghina sambil ikut berbisik juga.
"Yaudah ya, kalian lanjut jalan aja berdua. Aku mau jalan sama A Sastra, Kinan." Ghina menyentuh pundak Arhan dan Rea, "selamat pacaran." Sambung Ghina dengan nada mengejek.
Ghina pun pergi bersama Kinan dan Sastra untuk Ke Rumah Ghina.
"Kamu liat sendiri kan yang, itu cowok mukanya serius banget tadi pas ngomong sama Ghina." Ucap Arhan pada Rea.
"Ya kali aja mereka ngomongin hal yang serius kan, misalnya Sastra nyatain cintanya pada Ghina."
Rea sama Arhan nggak tau kalau Ghina menyukai Sastra.
"Mana ada orang yang nyatain cinta, si cewek menunduk kayak ketakutan gitu."
──
Ghina, Kinan dan Sastra sudah sampai Dirumah Ghina.
"Nggak ada orang Kak Dirumah?" tanya Kinan membuka topik setelah di perjalanan tadi ke-tiganya saling diam.
Ghina mendorong satu pintu Rumahnya agar terbuka lebar, mempersilahkan Kinan dan Sastra untuk masuk terlebih dahulu. "Iya Kin, Adik aku masih nginap Dirumah sepupu." Jawab Ghina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uji Nyali
ParanormaalEntahlah bingung, antara menyesal atau tidak karena sudah menerima itu. Karena Ghina merasa hidupnya semakin aneh sejak menerima ajakan collab tersebut.
