🔞MATURE CONTENT🔞
Dari luar nampak polos dan lugu, tapi siapa sangka kalau Seno itu punya rahasia tak terduga di balik personanya di kampus.
Cinta ditolak, tante bertindak...
Mungkin itu kalimat yang paling pas untuk pemuda satu ini. Hanya gara-ga...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ramein terus yuk, masa reader bisa sampe 200an tapi dapet 30 vote aja engap-engapan
2024 bisa jadi tahun gw pensiun lho lama-lama ehe
°°°
30+ VOTE 30+ COMMENT
GAAAASSS LANJUTTT!!!
°°°
Alasan mengapa Seno menghampiri Ayuna adalah tidak lain karena ia merasa Ayuna pergi terlalu lama sedang Seno merasa asing jika harus duduk di kursi VIP sendirian tanpanya. Lagipula tanpa Ayuna mana berhak Seno duduk di jajaran orang-orang penting seperti sekarang. Karena merasa tak nyaman, Seno memilih beranjak dari kursi itu mencari ke mana sebenarnya Ayuna pergi.
Dari kejauhan Seno melihatnya namun saat ia mendekat, ia dapat memperhatikan bagaimana wajah canggung Ayuna saat pria yang disebut sebagai orang yang pernah mengisi hati wanita itu membuat Ayuna tak nyaman.
Apalagi ketika Seno mengingat kisah kelam Ayuna yang ditinggalkan Jonathan tepat di hari pernikahannya. Rasanya ia perlu menarik pergi Ayuna bersamanya. Bukankah itu sudah jadi tugas Seno juga untuk menghindarkan Ayuna dari segala hal yang membuatnya sedih dan marah. Oh ya jangan lupa kalau sekarang Seno sedang pura-pura jadi kekasihnya makanya ia tahu apa yang bisa ia lakukan agar Jonathan tak mengganggu Ayuna terus.
"I think you're actually making Ayuna feel uncomfortable now."
"Isn't it right, Ay?"
Entah kerasukan apa lagi Seno, tapi kali ini ia mengambil manuver untuk bertingkah seperti seorang gentleman yang melindungi wanitanya dari hal yang mengancam sekuritas dirinya.
"Kalau memang anda cuma bikin Ayuna gak nyaman, mendingan kita pergi aja dari sini, Ay!"
"Ayo kita pergi aja, Ay!"
Seno tarik lengan Ayuna membawa wanita itu pergi bersamanya, memasang wajah kecut karena ia tahu kalau Jonathan banya membuat Ayuna merasa tidak nyaman. Ia bawa Ayuna menjauh dari radius di mana Jonathan dapat menjangkaunya.
Ay?
Dalam hati, Ayuna masih bertanya-tanya kenapa Seno memanggilnya 'Ay' setiba-tiba itu. Harusnya ia biasa saja tapi bagi Ayuna panggilan itu jadi terkesan istimewa karena sebelumnya ia tidak pernah mendengar seseorang memanggilnya seperti itu.
"Seno tunggu!"
"Kenapa?"
Ayuna membuat Seno berhenti berjalan sembari menggandeng tangan lembutnya Ayuna. "Kamu gak kesambet sesuatu kan tadi?" Masih saja ia keheranan dengan sikap Seno yang se-gentle itu ketika dihadapkan dengan Jonathan padahal Ayuna saja bingung harus berbuat apa di depan mantan tunangannya itu.