Chapter 13

148 40 12
                                        

Chapter 13: "Under Your Mask"────── ⪩·⪨ ──────

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 13: "Under Your Mask"
────── ⪩·⪨ ──────

Jungwon pikir, ada yang tidak beres dengan Ahrin.

Sepanjang hari, gadis itu terlihat lebih sering tenggelam dalam lamunannya. Tatapannya kosong. Senyum yang terpampang di wajahnya tampak dipaksakan. Di balik topeng senyum tersebut, Jungwon bisa merasakan ada sesuatu yang diam-diam melukai hati gadis itu.

Sebesar apapun rasa penasarannya, Jungwon masih menghargai dan tidak mau melewati batas. Tetapi, lama-kelamaan pemuda itu juga tidak tahan melihat muka lesu Ahrin.

Pagi ini Ahrin melewatkan sarapan. Alasannya karena ia bangun kesiangan setelah maraton drama Korea sampai subuh. Siangnya Ahrin juga melewatkan makan siang dengan alasan mengantuk dan butuh tidur sebentar. Bahkan sampai sore ini pun, Jungwon belum melihat tanda-tanda Ahrin ingin makan.

Simpelnya, Jungwon khawatir.

Mengapa Ahrin tidak mau makan? Bagaimana jika Ahrin jatuh sakit? Bagaimana cara memaksanya untuk makan? Semua pertanyaan itu Jungwon kubur dalam-dalam. Ia merasa tidak enak dan tak pantas, apalagi ia hanya seorang bodyguard. Bukan seseorang yang berarti bagi Ahrin.

"Won, duduk sini bentar yuk?" Ahrin menepuk ayunan di sebelahnya.

"Kamu nggak mau pulang?" tanya Jungwon, menuruti ucapan Ahrin untuk duduk di ayunan sebelahnya.

"Pulang kok. Aku males di rumah terus. Mau nyari angin di sini," ucap Ahrin. Derit rantai ayunan terdengar lembut pada angin sore.

Keduanya kini berada di taman bermain dekat rumah Ahrin. Kompleks perumahan Ahrin yang memang diperuntukkan orang-orang kaya. Di kompleksnya disediakan taman bermain. Fasilitas permainannya juga cukup lengkap. Ada bangku, ayunan, perosotan, dan lain-lain.

"Kamu sering ke sini?" tanya Jungwon, memandang Ahrin dari samping.

"Hmm ... kadang-kadang, sih," jawab Ahrin.

Tubuh Ahrin berayun maju dan mundur. Rambutnya ikut berkibar tertiup angin saat bermain ayunan. Entah mengapa, setiap kali ia bermain ayunan, perasaan sedih yang mendekam hatinya perlahan menghilang.

Ahrin punya kebiasaan saat sedih, yaitu duduk bermain ayunan. Kebetulan taman dekat rumahnya ada ayunan. Jadi pada dasarnya setiap kali Ahrin sedih, ia selalu datang ke sini. Ia biasanya datang sendiri, namun untuk kali ini ada yang menemaninya, yaitu Jungwon.

Ada sesuatu yang menenangkan dalam irama ayunan. Dunia yang Ahrin pikir berhenti akibat permasalahan hidupnya, ternyata tidak seperti yang dipikirkannya. Dunia akan selalu bergerak. Tidak akan berhenti. Begitu pula hidup Ahrin.

Putus dari Gyuvin memang menyakitkan, tetapi bukan berarti hidupnya akan berhenti sampai di sini 'kan?

"Ahrin, saya mau minta maaf."

Dear DiaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang