Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Chapter 19: "Love, Maybe" ────── ⪩·⪨ ──────
Jungwon masih ingat dengan jelas malam itu-malam ketika ayah Ahrin memberinya dua persyaratan.
Syarat pertama: selalu mengawasi Ahrin. Syarat kedua: selalu berada di dekat Ahrin.
Saat itu Jungwon menganggap tugas ini tidak lebih dari sekadar pekerjaan. Sesuatu yang harus ia lakukan demi melunasi utang ibunya, tanpa ada keterlibatan emosi sedikit pun. Mengawasi seorang gadis SMA? Mudah.
Toh tidak ada bahaya besar yang mengancam. Lagi pula Jungwon bukan melindungi seorang selebritas dari penguntit atau seorang pejabat dari ancaman pembunuhan. Ini hanya tentang memastikan anak SMA baik-baik saja—itu saja.
Namun, seiring waktu, sesuatu dalam dirinya berubah.
Ia tidak lagi melakukan ini hanya karena perintah atau demi uang. Bukan lagi tentang melunasi utang. Melainkan sesuatu yang lain.
Perasaan itu perlahan tumbuh tanpa ia sadari, merambat seperti akar yang tak terlihat. Kini, setiap kali ia berdiri di samping Ahrin, ia tahu itu karena kehendaknya sendiri.
Jungwon tak bisa membohongi dirinya jika perasaan itu tumbuh saat pertama kali bertemu Ahrin. Perasaan yang seharusnya tak ada di antara hubungan bodyguard dan klien. Tapi, perasaan memang sulit dikendalikan.
Setiap kali Ahrin tertawa, setiap kali Ahrin menggerutu kesal, setiap kali Ahrin bersikap keras kepala, Jungwon mendapati dirinya tidak lagi mengawasi gadis itu karena kewajiban, tetapi karena ia ingin.
Ia ingin tetap melindunginya. Bukan hanya karena perintah. Bukan hanya karena bayaran. Tapi karena sudah berkembang jadi keinginannya sendiri.
Kini Jungwon duduk di sofa ruang tamu rumah Ahrin, menunggu sang gadis. Ruangan besar dengan interior modern didominasi warna putih. Furnitur ruangannya juga berwarna senada, sehingga tidak terkesan berlebihan.
Tak lama kemudian, Ahrin turun dari tangga. Kakinya melangkah semangat. Apalagi gadis itu berhasil mendapat dua tiket konser di deret terdepan. Hari ini Ahrin dan Jungwon akan pergi menonton konser DAY6.
Turun dari anak tangga terakhir, Ahrin langsung tersenyum lebar menatap Jungwon. Ahrin mengenakan atasan rajut pink yang dipadukan rok putih. Selain itu, rambut panjangnya digerai lurus dan juga mengenakan bando putih.
Melihat penampilan Ahrin, Jungwon langsung terpaku akan kecantikan si gadis. Sulit memalingkan wajah jika Ahrin secantik itu.
"Won? Jungwon? Yang Jungwon???" panggil Ahrin, melambaikan tangan di depan muka Jungwon. Lamunan pemuda itu buyar begitu saja.
"E-eh? Kenapa, Rin?" tanya Jungwon tergagap.
"Ituuu ... aku pengen pake anting-anting ini, menurut kamu too much nggak sih?" Ahrin memperlihatkan anting-anting emas berbentuk pita dan berwarna pink.