Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Chapter 17: "His Laugh" ────── ⪩·⪨ ──────
Satu tahun yang lalu,
Anton berdiri di depan kelas dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Umm guys, bisa dengerin gue sebentar nggak?"
Atensi kelas yang mulanya terpecah, kini terfokus menatap Anton. Fokus untuk mendengarkan pengumuman yang akan disampaikan ketua kelas itu.
"Studi tur kita dibatalin."
"HAHHH????" seru sekelas kompak.
Mereka menatap Anton tidak percaya.Sebab mereka begitu yakin bahwa studi tur yang direncanakan sejak awal semester akan dilaksanakan pada liburan musim panas ini. Pembatalan studi tur menimbulkan seruan protes.
"Loh kenapa tiba-tiba dibatalin?!?"
Anton mulai menjelaskan."Gue baru dikasih tau sama Pak Baekhyun kalau studi tur kita dibatalin, karena dana transportasi mau dialokasikan ke fasilitas lain yang kurang. Kalian inget, kan, kalau sekolah mau bangun lab kimia?"
"Yaaaaa, tapi nggak bisa gitu dong," protes yang lain.
Anton menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Yahh mau gimana lagi? Sekolah bentar lagi bakal dievaluasi kelengkapan fasilitasnya."
"Yahh terus gimana dong? Masa tiba-tiba nggak jadi sih?!"
Grasak-grusuk protes terdengar dari teman sekelas. Sebal atas pemberitahuan mendadak yang diberikan sekolah. Mereka sudah mempersiapkan banyak hal dari jauh hari. Bahkan mereka sudah membuat to-do-list mau pergi ke mana saja selama studi tur di Busan.
Tiba-tiba Ahrin mengangkat tangan.
"Kenapa, Rin?" tanya Anton.
"Yang bermasalah di dana transportasinya, kan?" tanya Ahrin ragu-ragu.
"Eh? Iya, Rin. Emangnya kenapa?"
"Kalo masalah dana transportasi, mungkin bisa gue cover."
Teman-teman sekelas mendadak terdiam. Cengo sekaligus takjub atas omongan Ahrin. Beberapa dari mereka saling berpandangan, memastikan bahwa mereka tidak salah dengar.