Chapter 20

89 32 4
                                        

Chapter 20: "How to Defend Yourself"────── ⪩·⪨ ──────

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 20: "How to Defend Yourself"
────── ⪩·⪨ ──────

Impresi pertama Ahrin saat tiba di dojang milik Jungwon adalah luas dan hangat. Ahrin mengedarkan pandangannya. Berkas cahaya matahari sore masuk melalui ventilasi dan menyinari ruangan.

Lantainya dilapisi matras tipis berwarna merah dan biru. Di sisi kanan dan kiri berdinding kayu. Di depannya, dinding didominasi kaca. Ahrin melihat pantulan seisi ruangan dari cerminan kaca itu. Di samping kaca terdapat lemari kayu besar yang isinya banyak sekali piala dan sertifikat yang terjajar rapi.

Di dinding terdapat retakan halus yang dan plafond putih yang sedikit menguning. Dojang ini tampak sudah berdiri sejak lama dan termakan usia. Meski begitu, dojang ini masih bisa digunakan dengan baik. Ahrin semakin mengerti keinginan Jungwon untuk mempertahankan dojang ini.

Dojang ini pasti menyimpan banyak memori dan kenangan baginya. Ahrin bisa membayangkan Jungwon kecil berlatih dan bermain di sini. Ahrin paham mengapa Jungwon tidak rela untuk menjualnya demi membayar semua utang keluarganya. Semua itu terlalu berharga untuk dibuang begitu saja.

"Ganti baju kamu dengan ini." Jungwon memberikan dobok—seragam putih taekwondo. "Di sana ruang gantinya."

Ahrin meraih dobok itu, lalu pergi ke ruang ganti.

Usai berganti baju, Ahrin kembali. Tubuh pendeknya sudah dibalut dobok. Ikat pinggang putih menahan pinggangnya erat. Senyum cerahnya mengembang. Lantas ia mengepalkan tangan, lalu meninju angin kosong di depannya.

"Sekarang gantian aku yang lindungin kamu." Ahrin bersikap sok keren.

Jungwon tersenyum tipis. Jungwon tidak membutuhkan siapapun untuk menjaganya, sebab ia sangat mampu menjaga dirinya sendiri. Namun melihat gadis kecil di depannya begitu percaya diri mengatakan hal itu, membuat Jungwon sedikit gemas.

"Iya iya iya, sekarang kamu pemanasan dulu," ucap Jungwon.

"Excited dikit kek!" seru Ahrin. Cemberut karena Jungwon tidak menanggapinya.

"Iyaaa." Jungwon tak bisa menahan senyumnya. Ia mengiyakan semua ucapan si gadis.

Ahrin mulai meregangkan tubuhnya. Ia mengikuti setiap gerakan pemanasan yang dilakukan Jungwon. Melalui pantulan cermin besar di depannya, Ahrin menyadari perbedaan tinggi antara dirinya dan Jungwon. Tinggi Ahrin hanya sampai sebahu Jungwon. Ditambah lagi bahu pemuda itu lebar. Mendadak Ahrin merasa beruntung memiliki Jungwon sebagai bodyguard-nya.

Ahrin sesekali mencuri pandang pada pemuda di sampingnya. Tidak hanya sisi depan, sisi sampingnya benar-benar tampan. Dengan tubuh se-laki ini, wajah pemuda itu terlalu lucu dan tampan.

 Dengan tubuh se-laki ini, wajah pemuda itu terlalu lucu dan tampan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dear DiaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang