Prequel of Meteorite Love

144 19 4
                                        

"Riki, menurutmu alien itu ada nggak?"

"Nggak ada."

Jawaban Riki selalu singkat. Tidak ada penjelasan lebih lanjut. Pada dasarnya Riki adalah manusia paling realistis yang pernah Sera temui. Begitu pula sebaliknya. Bagi Riki, otak Sera hanya dipenuhi khayalan anak SD yang percaya takhayul. Meski begitu, keduanya adalah sahabat semasa kecil yang sangat akrab.

"Kenapa? Padahal dunia ini sangat luas? Manusia bukan hanya satu-satunya yang tinggal di dunia ini. Mungkin alien benaran ada."

"Karena belum ada fakta ilmiah yang valid. Semua foto UFO bisa dijelaskan. Bias cahaya, satelit, drone atau photoshop."

Sera merengut. Riki selalu saja mematahkan imajinasinya dengan logika. Pasti membosankan sekali isi otak Riki, pikir Sera.

"Nggak semuanya bisa dijelaskan secara logis!" balas Sera.

"Memang, tetapi UFO bisa dijelaskan secara logis—"

"Hey lihat tuh." Sera langsung menepuk bahu Riki, menunjuk televisi yang ada di ruang keluarga rumah Riki.

" Sera langsung menepuk bahu Riki, menunjuk televisi yang ada di ruang keluarga rumah Riki

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bintang jatuh!"

"Itu meteor, Shin Sera," jawab Riki sebal.

Sera tampak bodoh amat atas ucapan Riki. Kini ia menggenggam kedua tangannya. Menundukkan kepala untuk berdoa.

Sera menyikut pelan lengan Riki. "Ayo berdoa. Katanya bintang jatuh bisa mengabulkan doa."

Riki merotasikan mata jengah. Lagi-lagi Sera dengan takhayulnya. Mana mungkin jatuhnya sebuah meteor ke Bumi bisa mengabulkan doa? Tetapi Riki tetap melakukannya. Mengikuti gerakan gadis itu, lalu memejamkan mata untuk berdoa.

"Sudah. Apa doamu, Rik?"

"Rahasia. Kenapa aku harus memberitahumu?" balas Riki.

"Tck. Tidak seru," gerutu Sera.

"Memangnya apa doamu?" tanya Riki.

"Doaku? Aku ingin bertemu alien."

"Hah?" Riki terperangah atas kebodohan atau kepolosan gadis itu. "Udah dibilangin alien itu nggak ada—"

"Nye nye nye. Sekarang aku mau bertarung melawan Titan dulu. Aku sudah dipanggil kapten Levi dari kohort Pasukan Khusus. Bye, Riki!" Sera bangkit dari kursinya. Memberikan hormat singkat pada sahabatnya.

Riki yang sudah paham betul maksud Sera. Dipanggil kapten Levi artinya dipanggil sang ibu. Bertarung melawan Titan berarti mencuci piring. Kini gadis itu telah pulang ke rumahnya sendiri. Riki tak perlu repot-repot mengantarnya, karena rumah Sera tepat berada di sebelah rumahnya. Ngesot juga tetap sampai.

Riki curiga gadis itu mengidap sindrom chuunibyou. Misalnya saja tadi pagi saat pelajaran olahraga, kelas mereka bermain voli. Tiba-tiba Sera berkata padanya, "Darah Tsukishima mengalir di nadiku," setelah memblokir satu kali spike dari lawan.

Sisanya Sera gagal memblokir spike dari lawan. Lantas Riki terkekeh, lalu bilang, "Oh, jadi ini Tsukishima yang lolos ke nasional?" Kuping Riki langsung dijewer sampai merah. Kupingnya memang sudah biasa jadi korban kebengisan gadis itu.

Yang lebih mengherankan adalah Riki betah akan tingkah absurd Sera. Barangkali karena sudah hidup bertetangga selama enam belas tahun membuat Riki ketempelan oleh gadis itu. Bisa dibilang, hanya Riki satu-satunya yang paham bagaimana jalan pikir otak sahabatnya.

Mungkin satu-satunya juga yang punya perasaan dalam persahabatan itu.

────────────

notes from author:
Well, jika kalian pikir cuplikan di atas adalah fanfic untuk Riki, maka kalian salah ehehe. Yang di atas itu prequel untuk cerita ini;

Kalau kalian buka My WIPs, di sana ada cerita judulnya "Meteor" tentang Jungwon jadi alien, nah aku ganti judul menjadi ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kalau kalian buka My WIPs, di sana ada cerita judulnya "Meteor" tentang Jungwon jadi alien, nah aku ganti judul menjadi ini.

Aku tidak janji bisa publish cerita ini dalam waktu dekat, karena banyak banget cerita yang mau ku-publish. Ditambah kesibukan makin bertambah, aku pun gak yakin bakal bisa publish secepatnya awkakwkka. Sementara aku cuma bisa sharing sedikit terkait cerita ini.

Jika kalian suka romance + anime dandadan, mungkin kalian bakal suka cerita ini:>

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 10, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dear DiaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang