Chapter 21

73 29 5
                                        

Chapter 21: "Jealousy?"────── ⪩·⪨ ──────

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 21: "Jealousy?"
────── ⪩·⪨ ──────

Spanduk bertuliskan Selamat Ulang Tahun Seoul High School membentang di panggung aula. Setiap kelas menampilkan sebuah pertunjukan. Ada yang menyanyi, dance, menampilkan drama, bahkan ada yang bermain band. Kelas 2-1 kini sedang menyiapkan diri untuk mempertunjukkan drama musikal Cinderella yang sudah mereka siapkan jauh-jauh hari.

Semua properti telah dipersiapkan. Tirai, latar istana yang terbuat dari triplek lukis, kostum dan atribut kerajaan menguatkan kesan cerita Cinderella.

Wonyoung yang memerankan Cinderella tampak sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun biru muda. Jungwon yang memerankan Prince Charming juga terlihat sangat tampan dalam balutan jas putih dengan hiasan emas.

Sementara itu, Ahrin hanya memerankan rakyat biasa dalam pesta istana. Ia mengenakan kostum sederhana berwarna krem. Ia tak memiliki dialog sama sekali. Hanya ikut dalam tarian sebentar, lalu kembali ke belakang panggung.

Suasana antara dirinya dengan teman-teman sekelasnya juga masih kaku. Ahrin bersikap biasa saja, begitu pula teman-teman sekelasnya yang lain. Interaksi mereka setelah Ahrin konfrontasi cenderung kaku dan begitu formal.

Sejauh ini juga Wonyoung selalu menemaninya. 

"Sekarang penampilan dari kelas 2-1 akan segera dimulai. Mereka akan menampilkan drama musikal Cinderella. Mari kita sambut, ini dia kelas 2-1!" ucap MC.

Lagu pembuka mengalun, memulai kisah klasik itu. Wonyoung muncul dari balik tirai, menyapu lantai sambil bernyanyi lembut. Suaranya terdengar jernih, merdu, dan sangat indah. Ahrin begitu terpukau atas akting gadis cantik itu. Wonyoung benar-benar berbakat, barangkali Disney harus merekrutnya.

Adegan berganti. Tokoh lainnya muncul. Saudara tiri, ibu tiri, pelayan istana, dan penyihir baik hati mulai memainkan perannya. Penonton mulai hanyut dalam cerita.

Kemudian bagian yang paling ditunggu-tunggu tiba.

Jungwon berjalan memasuki panggung.

Ia berjalan tegas. Terpancar pesona seorang pangeran. Jungwon yang di atas panggung berbeda dari Jungwon yang Ahrin kenal. Alunan musik juga berubah seiring pelayan kerajaan mengumumkan pesta dansa untuk mencari calon istri bagi sang pangeran.

Ahrin masuk ke dalam panggung di antara kerumunan rakyat biasa. Perannya sederhana, yaitu berdansa sebentar lalu mundur kembali. Gerakan dansanya juga sangat mudah. Hanya tiga gerakan yang dilakukan berulang kali. Namun, semua itu terasa berat ketika melihat Jungwon berdansa dengan Wonyoung.

Dear DiaryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang