Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Chapter 22: "Now It's My Turn to Protect You" ────── ⪩·⪨ ──────
Ponsel Ahrin berdenting. Muncul sebuah notifikasi peringatan ulang tahun. Terpampang tanggal ulang tahun Leeseo yang bertepatan dengan hari ini. Tak lama kemudian muncul notifikasi dari grup kelas Ahrin. Begitu dibuka, ternyata Leeseo menyebarkan surat undangan ke grup kelasnya. Leeseo berencana merayakan ulang tahunnya dan mengundang seluruh murid di kelasnya.
Kemudian satu per satu orang mengucapkan selamat ulang tahun. Isi grup kelas dibanjiri ucapan selamat kepada Leeseo. Ahrin terdiam menatap layarnya. Ragu antara ikut mengucapkan juga atau tidak.
Ahrin menimbang-nimbang kedua hal tersebut. Yah, setelah konfrontasi itu, hubungan keduanya berubah menjadi canggung. Sebetulnya Ahrin sudah memaafkan Leeseo meski gadis itu belum minta maaf hingga sekarang.
"Kita semua tau lo punya segalanya. Sekalipun lo gak ngapa-ngapain, semuanya udah ada di genggaman lo, Rin."
Ahrin kembali teringat momen saat Leeseo mengatai dirinya punya hidup sempurna. Di mata Leeseo, Ahrin memiliki segalanya. Cantik, kaya, dan dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya. Tetapi Leeseo hanya melihat bagian luarnya saja. Ia tak melihat bagaimana setiap malam Ahrin selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kematian ibunya, atau kekhawatirannya kepada sang ayah yang menghilang tanpa kabar. Leeseo tidak tahu betapa kesepiannya hidup Ahrin.
Sebagai penutup, Ahrin akan datang ke pesta ulang tahun Leeseo. Memberikan apa yang Leeseo inginkan.
Ahrin mengirimkan pesan pada Jungwon.
Ahrin Won | Aku mau pergi ke acara ultah Leeseo |
Jungwon | Kamu yakin mau pergi?
Ahrin Iyaa | Lagian dia ngundang kita sekelas kan? |
Jungwon | Mending kita nggak usah pergi
Ahrin Kenapa? |
Jungwon | Aku nggak mau melihat kamu dipermalukan | Kamu juga tau dia yang merusak hubungan kamu sama Gyuvin???
Ahrin Yaaa tau sih... | Tapi aku punya ide:) |
Jungwon mengernyitkan dahi. Setelah membaca ide gadis itu, Jungwon pikir tidak ada salahnya untuk pergi.
———
Kilau lampu gantung kristal menyambut langkah Ahrin dan Jungwon saat keduanya tiba di hotel tempat pesta ulang tahun Leeseo diadakan. Lobby hotel ramai oleh remaja seusia mereka, mengenakan pakaian terbaik mereka. Aroma parfum mahal bercampur dengan denting gelas minuman yang bersahutan di ballroom.