"Amato."
Anak berbaju hijau memanggilnya dengan wajah yang agak khawatir. Kedua temannya juga tak luput memandang kedua anak di depannya.
"Kudengar tadi dia memanggilmu ayah, bagaimana jika ... Dia adalah anakmu di masa depan?" tanya Pian memberitahu pemikiran yang ada di kepalanya.
"Itu tidak—"
"Amato, dia bahkan terlihat sangat mengenalmu. Bahkan sangat dekat dengan orang tuamu dan kau ingin menyangkal dia anakmu?" protes Mara tak suka.
"Bukan begitu, hanya saja ... Dia jauh lebih tua, bagaimana aku bisa yakin dia anakku di masa depan?"
"Bisa!" Mechabot dengan segera melepas topi Boboiboy yang sejak tadi menempel.
Terlihat helaian putih yang tak asing menempel di rambutnya. Warna putih, sama dengan yang ada pada Amato dan Abahnya.
"Rambut ini, hanya diturunkan melalui Gen. Kau harusnya tau itu kan?"
Amato terdiam, lalu menatap kembali anak yang sedang pingsan. Terlihat dirinya begitu lelap berada di atas sofa. Amato berharap semua itu tidaklah nyata, tapi apa yang dikatakan Mechabot memang benar.
"Baiklah, jika itu benar ... Kita harus memulangkan dirinya secepat mungkin."
"Tapi, Amato ...."
Amato menoleh sejenak ke arah temannya seraya tersenyum tipis padanya.
"Ya, aku tau. Tenanglah Pian, aku tidak akan tanyakan padanya soal ini. Lagipula ... ini pertanyaan yang mungkin saja beresiko tinggi."
"Aku bersyukur kau paham."
"Baiklah, mari kita rencanakan cara mengirimnya pulang tanpa terlibat pertarungan," sambung Mara.
"Itu akan sedikit ... sulit."
Deep yang sejak tadi terdiam mendapatkan sebuah ide brilian dan segera membisikkan sesuatu pada temannya. Awalnya mereka terlihat tidak setuju, namun Amato merasa puas dengan ide itu dan menyetujui rencananya.
"Oke, mari kita pakai ide ini."
.
.
.
.
.
•••
"Ini ... Kondisinya agak ..."
Aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas, suara bising terus berdatangan membuat kepalaku semakin sakit. Suara orang panik silih berganti diikuti langkah kaki.
Pipiku terasa agak basah seperti baru saja tersiram cipratan air. Ah, benar. Aku harus segera bangun dan bantu ayahku. Dia masih dalam tahap pemulihan, jika aku tidak segera bangun para alien itu akan menangkapnya.
Jika benar itu terjadi ... Maka masa depanku dan teman-teman dalam bahaya.
"...boi ...."
Apa yang harus kulakukan? Terakhir kali yang kuingat, ayah mengirimku ke masa depan lalu dia ...
"Boboiboy!"
Suara yang mengejutkan itu berhasil mengembalikan kesadaranku yang hilang. Aku yang sejak tadi tertidur lelap kembali membuka mataku dan segera melihat ke sekitar.
Terdapat empat sekawan yang sedang melihat ke arahku dengan tatapan khawatir, sedangkan Ochobot sendiri berada di sisiku sambil menggenggam tanganku.
"Boboiboy, kau ... Tidak apa-apa?" tanya Ochobot sang power sphera kuning, sekaligus teman baikku.

KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGED
FanfictionSetelah sekian lamanya bertarung, Boboiboy dan kawan-kawan akhirnya berhasil membawakan kedamaian untuk seluruh Galaxy. Tak ada lagi perompak angkasa, pertarungan, dan semuanya telah aman terkendali. Dan sejak saat itu semuanya berubah, lalu akhirny...