******Di sepanjang jalan ghazi tak pernah melunturkan senyuman nya sama sekali, pikiran nya terbayang bayang pada keinginan nya saat ini
'Martabak telur sapi'
Itulah makanan yang Ghazi inginkan di pukul dua puluh lewat dua puluh tiga malam ini. entah kenapa membayangkan nya saja sudah membuat air liur ghazi menetes di balik helm full face nya, janji gak menetes?
Katakan ghazi mengidam! Seharusnya yang merasakan ngidam Nazhira, tetapi ini malah kebalikannya, prediksi dokter saat Nazhira mengecek kandungan nya tadi sore, ghazi mengalami yang nama nya hamil simpatik, yaitu sang suami sangat mencintai istri nya, sampai sampai ia merasakan gejala gejala hamil
"Pak, martabak telur sapi nya satu ya," kata ghazi saat sudah sampai di depan gerobak penjual martabak itu
"Yang ada hanya martabak manis dan juga martabak telur dek.. saya tidak pernah menjual atau bahkan mendengar yang nama nya martabak telur sapi," akang akang itu meringis "mungkin adek salah ucap kali.."
"Enggak pak! Saya memang mau makan martabak telur sapi!"
"Aduh!! Maaf nih ya dek.. tapi kami tidak menjual yang nama nya martabak telur sapi, mungkin adek bisa cari ke tempat lain itupun jika ada yang menjual," ghazi dengan lesu mengangguk lalu kembali memakai helm full face nya
Di sepanjang jalan ghazi terus terusan mendumel, pasalnya sudah empat tempat yang ia kunjungi tak ada satu pun yang menjual martabak telur sapi.
Dengan cemberut ghazi mengendarai motor nya untuk pulang ke mansion, sesampainya di mansion megah nya, ia langsung saja turun dari motornya lalu melenggang untuk ke kamar nya
Bodo amat motornya tak terparkir di garasi. karna saat ini keadaan hati nya sedang tak baik baik saja, mungkin karena hormon kehamilan sampai sampai Ghazi mudah kesal dan emm.. sedikit cengeng?
"Ra," ghazi memeluk Nazhira yang sedang memakai skincare malam nya."ra.. abi lagi sedih.."
Bibir Nazhira berkedut ingin tersenyum, astaga! Suami nya itu lucu sekali!."sedih kenapa hm?" Nazhira mengelus rambut lebat ghazi."kalah game?" ghazi menggeleng
"Bukan.."
"Ya terus apa dong? coba lihat ke sini," ghazi mendongak, dia menumpuhkan lutut nya. wajah nya setara dengan perut Nazhira, mata nya perlahan berkaca kaca."lagi sedih apa hm?"
"Sedih.. soalnya abi gak dapet martabak telur sapi," pecah sudah tangisan yang ghazi tahan sedari tadi.
"Eh? Kenapa nangis" Nazhira menyisir rambut ghazi menggunakan tangan nya."udah ya.. gak usah nangis.. memangnya ada ya martabak telur sapi?" Nazhira berusaha sekuat tenaga menahan tawa nya, apalagi di saat melihat mata ghazi yang memerah
Ghazi mengangguk lucu."tapi akang nya aja yang bilang gak ada, padahal kan ada," Nazhira tersenyum
"Yaudah mana kalau ada?" tagih Nazhira
"Kan cuman martabak manis terus di kasih telur mata sapi di atas nya kan?" ghazi mengerjapkan mata nya lucu."tapi akang akang itu bilang gak jual.."
"Hah! Jadi maksud abi cuman martabak manis terus di kasih telur mata sapi di atasnya?" ghazi mengangguk cepat, Nazhira menepuk dahi nya."astaga abi!! Pantas saja akang nya bilang gak ada, orang abi cuman bilang martabak telur sapi, jadi otomatis akang nya pikir martabak telur, pakai telur sapi lah!"
"Jadi abi salah ra," bibir ghazi bergetar menahan tangis.
"Eh! Enggak! Abi benar kok cuman cara penyampaian nya aja kurang tepat," sela Nazhira cepat, takut ghazi kembali menangis."apa abi masih mau martabak itu?" ghazi menggeleng

KAMU SEDANG MEMBACA
GHAZI ELZIO:LELAKI PILIHAN ALLAH
SpirituellesSeharusnya di dalam pernikahan yang membimbing adalah suami, namun jika suami saja tak tau bagaimana membimbing istrinya bagaimana rumah tangga mereka kedepannya? Ghazi Elzio adibrata. lelaki dingin nan kejam harus menuruti permintaan konyol orang t...