14.|You Are Mine!

987 42 3
                                    



“jadi gini rasanya pacaran setelah halal.. kenapa nikmat banget ya Allah...”—Ghazi Elzio





****

Tampak kecanggungan terjadi di antara Ghazi dan juga Nazhira, kedua nya sudah berada di dalam kamar Nazhira

Dan kecanggungan itu terjadi, Ghazi menggaruk kepalanya, bingung ingin membuka percakapan dengan Nazhira

Tak jauh beda dengan Ghazi, Nazhira pun juga begitu, gadis itu terlihat menggigit bibir bawahnya

"Jangan di gigit milik gue," celetuk Ghazi saat melihat Nazhira menggigit bibir nya

Nazhira mendongak, menatap Ghazi yang lebih tinggi dari nya, apa katanya miliknya? Astaga Ghazi bisa aja membuat anak orang salah tingkah

"Milik kak?" lirih Nazhira

"Iya milik gue," Ghazi mengangguk, tangan nya terulur mengelus bibir bawah Nazhira."semuanya yang ada dalam diri Lo milik gue begitupun dengan sebaliknya apa yang ada di dalam diri Gue milik lo, You are mine!"

Kedua pipi Nazhira memanas, tangan nya meremas gamis syar'i nya

'Cup

Ghazi mencium pipi Nazhira yang memerah, tangan nya terulur mencubit gemas pipi Nazhira

"Gemes banget sih milik gue," gemas nya

Nazhira menoleh ke samping dengan senyum yang tertahan

Tanpa merasa bersalah membuat anak orang salah tingkah, Ghazi berjalan santai masuk ke dalam kamar mandi begitu saja meninggalkan Nazhira yang masih duduk di bibir ranjang

Saat itu juga Nazhira tersenyum sembari menangkup kedua pipi nya

'You are mine!' kata kata itu terus terngiang ngiang di benak Nazhira

Di dalam kamar mandi, Ghazi terus terusan mengacak rambut nya, entah apa yang merasuki pemuda itu sampai sampai dengan lancang nya ia mencium pipi Nazhira

Eh tapi Nazhira kan istri nya? Jadi gak ada salah nya kan, malah nambah pahala bukan dosa jadi, untuk apa Ghazi merasa bersalah

Tak mau terus terusan larut dengan pemikiran nya yang sudah berkelana kemana mana, Ghazi langsung saja mengguyur badan nya dengan air dingin untuk menghilangkan pikiran mesum nya


******

Nazhira bergerak gelisah dari tidurnya, berkali kali ia memejamkan mata nya namun tak bisa tertutup sama sekali

Jam menunjukkan pukul dua puluh tiga lewat dua belas tetapi mata nya tak urung terpejam, Nazhira berbalik badan, dan langsung disuguhi dengan pemandangan Lelaki tampan di samping nya

Di mana Ghazi nyenyak dalam tidurnya, tak Ter usik dengan pergerakan dari Nazhira sedikit pun.

Nazhira memberanikan diri mengelus setiap pahatan wajah Ghazi

Di mulai dari alis ghazi, turun ke mata, dan hidung Ghazi yang mancung membuat Nazhira merasa iri

"Ini hidung kenapa mancung sekali," Nazhira memegang hidungnya sendiri, lalu mengendus kesal."sedangkan hidung ku, pesek banget," gumam nya.

Tangan Nazhira terulur memegang bibir Ghazi yang tampak memerah, benar benar mirip seperti bibir perempuan

Ghazi memegang tangan Nazhira yang bertengger manis di bibir nya, kedua mata yang di naungi bulu bulu lentik itu perlahan terbuka

GHAZI ELZIO:LELAKI PILIHAN ALLAH Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang