37.|Hadiah Untuk Aldrich

433 25 3
                                    



*****


"gue ada di mana?" aldrich menatap sekeliling nya yang penuh dengan bunga bunga di sana."tempat ini sangat asing.."

"Aldrich?sayang," sapa seseorang di balik tubuh aldrich

Aldrich membalikkan badan nya, air mata nya luruh membasahi kedua pipi nya saat sosok perempuan yang sangat ia rindukan ada di depan nya kini tersenyum manis, senyuman yang aldrich rindukan.

"MAMA!!" teriak nya berderai air mata, ia memeluk mama nya dengan erat seakan akan tak membiarkan pergi sekalipun

Mama nya mengelus kepala aldrich dengan sayang, lalu mama aldrich melonggarkan pelukannya, di tatap lah wajah aldrich yang lebih dominan ke diri nya.

"Anak mama sekarang sudah dewasa, dan sangat tampan seperti papa nya, anak mama baik baik saja kan?"

Aldrich mengangguk, di situ ia tak merasakan rasa dendam sama sekali pada papa nya yang menikah setelah dua hari mama nya pergi.

"Mama mau kamu pulang ya nak.. ada banyak orang orang yang menunggu kamu.. memangnya kamu tak mau bersama mereka?"

"Aldrich mau di sini aja mama.. aldrich mau bareng mama," mama aldrich mengelus pipi aldrich

"Pulang ya sayang.. banyak teman teman kamu yang menunggu kamu.. mama pasti akan bertemu dengan mu kalau waktu nya sudah tiba," mama aldrich menunjuk pintu di sana."kamu lewat di situ ya," aldrich menggeleng

"Gak mau! Aldrich mau bareng mama aja!" bantah nya

Aldrich kembali memeluk mama nya dengan erat, mata nya terpejam menikmati pelukan sosok ibu yang ia rindukan, saat mata aldrich terbuka saat itu pula ia tak melihat mama nya kembali

"MA!! MAMA DI MANA?!" teriak nya histeris


****

Jari telunjuk aldrich perlahan bergerak

"Al? Lo udah sadar?" Gentala yang sedang duduk di samping aldrich menekan tombol di sana.

Tak lama kemudian datanglah dokter frans dan satu suster di belakang nya

Dokter frans mengecek denyut jantung,nadi dan mata aldrich

"Bagaimana dok?" desak gentala

Dokter frans tersenyum."Alhamdullilah.. kuasa Allah, aldrich telah melewati masa koma dan kritis nya."

Gentala menghela nafasnya lega."terus kapan aldrich sadar dok?"

"Sebaiknya anda tunggu saja beberapa menit ke depan, jika aldrich belum sadar Sadar tolong segera panggil kami," ucapnya

Gental mengangguk."baik dok," setelah nya dokter frans Pergi dari ruangan aldrich.

Dan tersisa lah gentala dan aldrich yang tertidur dengan damai di sana

Gentala mengelus pelan tangan aldrich yang tampak lemah di sana."lo kapan sadar nya? Lo kan jagoan? Lo tau gak kalau ghazi bakal punya anak bentar lagi, lo memangnya gak mau liat ghazi Junior?" gentala terkekeh kecil

Sebenarnya hanya gentala yang tahu perihal bahwa Nazhira tengah mengandung, karena ia terus mendesak ghazi, dan mau tak mau ghazi memberitahukan gentala bahwa ia sebentar lagi akan berubah status menjadi seorang ayah


****

"Al..buat lo," aldrich yang tengah berbaring di sandaran brankar menerima uluran sebuah kotak panjang yang di sodorkon oleh ghazi

GHAZI ELZIO:LELAKI PILIHAN ALLAH Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang