*****
Ruangan gelap nan sunyi menemani seorang lelaki berpakaian hitam yang sedang duduk di atas kursi kayu, bibir nya mengepulkan asap rokok di sana"Ck!" decakan malas terlontar di bibirnya, dia mengerang frustasi dengan kehidupan nya."kapan gue terbebas dari semua ini."
'Brakh!
Dua pria berbadan kekar masuk ke dalam ruangan yang gelap gulita itu, hanya ada sedikit pencahayaan dari flash ponsel dari pria berbadan kekar itu.
"Bos jery, ada tuan anton di luar menunggu bos," ucap salah satu pria itu
Jefry atau sering di sapa jery kini berdecak lalu langsung beranjak dari duduknya
*****"Ada perlu apa lagi anda kemari? apa selama ini kurang hah?" sentak jery di hadapan tuan Anton, pria bertubuh gempal.
Anton berdecih, tangan nya bersedekap di depan dada nya."tinggal selangkah aja jer.. ini tinggal ghazi yang bakal kamu hancurkan, cari tahu kelemahan ghazi lalu hancurkan dia secara perlahan," kekeh nya.
Jery mengepalkan tangan nya, ia sudah muak dengan semua nya ini, di perintah seenaknya oleh anton, seakan akan jery adalah boneka yang hanya bisa di perintah perintah.
"Kalau gue gak mau?" Anton tersenyum miring
"Maka perusahaan papa mu akan hancur!" jawab nya."dan..kakak kamu yang depresi itu bakal ikut andil dalam semua ini," bisik nya menyeringai
'Deg!
Gigi jery bergemelatuk menahan Amarahnya yang sudah berkobar kobar layaknya api, urat urat lehernya menonjol dan juga mata nya memerah menahan amarah
"Bagaimana? Mau kamu jadi miskin dan kakak kamu saya ambil?" lagi lagi jery tak bisa membantah perintah dari anton jika sudah menyangkut perusahaan dan juga Kakak yang sangat ia sayangi
"Hanya tinggal ghazi saja Jer.. karna aldrich dan juga Queen izah sudah kamu hancurkan secara perlahan!" jery menunduk."setuju sama perintah saya?"
Mau tak mau jery mengangguk."setuju tuan," Patuh nya se akan akan menyetujui padahal nyatanya tidak sama sekali
Tak tau saja jika ada seseorang di balik semak semak di sana mendengar semua ucapan antara anton dan juga jery.
Lelaki itu menyeringai, ponsel nya sedari tadi ia gunakan untuk merekam suara dari anton dan juga Jery
'Tut!
Lelaki itu mematikan rekaman nya saat melihat anton sudah pergi dari sana
"Mau hancurin ghazi, langkahi gue dulu!" seringai nya
*****Mahadri Company adalah sebuah perusahaan properti yang dulu nya terkenal se asia. di ketahui perusahaan itu pernah menginjak posisi pertama se asia sebelum posisi nya di rebut oleh perusahaan Adibrata Group.
Jefran mahadri–papa Jefry. tentu saja tak terima dengan perusahaan Adibrata Group, akhirnya jefran menyuruh anak buah nya yang bernama Anton untuk menyamar sebagai pekerja di perusahaan Adibrata Group
Jefran sangat dekat dengan anton dulu nya, semua nya ia percaya kepada anton, bahkan jefran memberitahukan ruangan rahasia yang berisikan dokumen dokumen penting pada anton
Dan di sanalah semua bermula, anton ternyata sosok yang licik, dia memberantas laptop pribadi jefran lalu mengambil alih perusahaan mahadri company
Dan sekarang perusahaan jefran ada di tangan anton, anton juga membuat fitnah jika jefran ternyata korupsi selama ini, dan masih banyak lagi kasus yang anton buat mengatas namakan jefran, akhirnya jefran di tahan di dalam sel, dan di penjara seumur hidup hanya karena fitnah semata.
Jena–kakak dari jery, anak pertama jefran. menjadi depresi akibat di penjara nya papa nya seumur hidup. dan mendapat tekanan batin dari anton. anton juga tak segan segan ingin melecehkan jena. namun sebelum dia berhasil menyentuh jena datanglah sosok jery lalu meminta anton untuk tak menyiksa nya kembali dengan cara jery ingin menuruti segala permintaan yang di ajukan oleh anton
******
"Ghaz.. boleh ketemu bentar gak? di cafe biasa nya, gue tunggu sampe jam sembilan," ucap seorang lelaki lalu mematikan sambungan telpon nya sepihak
Lelaki itu asik mengepulkan asap rokok di bibirnya, di depan nya ada soda menemani diri nya, sembari menunggu ghazi dia nampak men-scrool sosmed nya.
'Brum
Ghazi turun dari atas motor, ia membuka helm full face nya, mata nya berpencar mencari sosok yang ia cari. dan netra nya menangkap seseorang di pojokan sana.
"Ada apa tala?" ghazi mengambil duduk di depan gentala
Gentala mendongak, lalu mengulurkan ponsel di tangan nya pada ghazi
Ghazi menerima sodoran itu, lalu memutar rekaman yang sudah di pause oleh gentala.
Mulut ghazi menganga, gentala menepuk bahu Ghazi."gue udah tau dari dulu, hanya saja gue sengaja diem sebelum lo agak baikan lagi sama aldrich."
Ghazi menyimpan ponsel gentala di atas meja, sorot mata nya kian menajam."gue bakal ngatur strategi sebelum hancurin yang nama nya Anton itu," geram nya."biar bagaimanapun istri gue hampir di hantui oleh kejadian tiga tahun lalu itu, tunggu pembalasan dari ghazi Elzio anton!!" ghazi menyeringai lebar.
Gentala tersenyum tipis."oh ya.. sorry udah ganggu waktu lo, kalau lo gak ke sini lo udah bucin sama Nazhira kan?" ghazi tersenyum miring
"Lo tau? Gue tadi hampir aja buat ponakan buat Lo," gentala terkekeh kecil."ah, sorry gue ngomongin hal ginian, takutnya nanti lo kepengen kan? Jangan dulu soalnya belum nikah"
"Sialan lo!!" umpat gentala melayangkan pukulan kecil di rahang ghazi.
Ghazii tertawa."eh, btw lo kok dapet rekaman ini? Lo ngikutin mereka ya dari dulu?"
"Udah pasti itu! gue tadi cuman iseng jalan jalan di sekitaran tempat ketemuan nya, eh malah dapet petunjuk di sana." kekeh nya."oh ya.. gue bakal masukin semua bukti ke dalam flashdisk gue, tunggu aja kapan waktunya tiba lalu kita bongkar kebusukan anton selama ini," ghazi menyeringai. setelah nya ghazi pamit pulang karena apa? Punya bini di rumah dong!
Yang enggak punya bini enggak di ajak ya tala, wkwk.
*****Aldrich tersenyum tipis memegangi bingkai Poto Nazhira di tangan nya. walaupun aldrich mengetahui kenyataan pahit bahwa Nazhira telah menikah dengan sahabat nya, namun aldrich mengurungkan diri untuk membuang poto Nazhira. Poto itu akan ia simpan sebagai kenang kenangan nya, Nazhira akan tetap menjadi masa lalu nya bukan masa depan nya
"Makasih Queen.. udah mau maafin cowok brengsek ini," aldrich tersenyum masam."gue jahat ya selama ini? Gue nyalahin ghazi temen gue sendiri atas Pergi nya lo Queen, padahal gue yang salah di sini."
"Tapi lo tenang aja.. gue janji dengan sisa umur yang gue punya, gue bakal bantu ghazi jaga lo Queen.. semoga bahagia my princess!" aldrich mencium poto Nazhira cukup lama, mata nya terpejam dan luruh sudah air mata nya di sana.
Papa Aldrich–jasson. yang berdiri di celah pintu aldrich tampak menghembuskan nafas berat nya, pilihan menikah setelah pergi nya mama aldrich adalah pilihan yang membuat nya jauh dari anak semata wayangnya, apalagi di saat kehadiran adik aldrich di tengah tengah nya
'Huh
"Papa harap kamu bisa bertahan lagi nak," harap nya, namun dia tersenyum getir saat mengingat amplop dari pihak rumah sakit yang ia temukan di atas nakas aldrich sebulan yang lalu."pokoknya kamu harus kuat boy.. kamu kan jagoan nya papa.."
******

KAMU SEDANG MEMBACA
GHAZI ELZIO:LELAKI PILIHAN ALLAH
EspiritualSeharusnya di dalam pernikahan yang membimbing adalah suami, namun jika suami saja tak tau bagaimana membimbing istrinya bagaimana rumah tangga mereka kedepannya? Ghazi Elzio adibrata. lelaki dingin nan kejam harus menuruti permintaan konyol orang t...