33.|Delions

418 21 1
                                    

*****

"Abi.. sini-in tangan nya dulu," pinta Nazhira yang tengah duduk di samping ghazi

Ghazi berdehem pelan seraya menyodorkan tangan nya pada Nazhira

"Memangnya mau apa sih ra?" gemas ghazi

Nazhira tak menjawab melainkan merogoh saku piyama nya, Nazhira pun memakaikan ghazi sebuah gelang di tangan kiri nya

'QUEEN IZAH' tulisan yang ada di gelang silver di sana.

"Nah! Udah terpasang deh!" Nazhira memperlihatkan gelang yang sama dengan ghazi. Nazhira mendekatkan tangan kanan nya dengan tangan kiri ghazi

Dan..

'Clet

Gelang itu saling menarik satu sama lain

"Wah!! Gelang Couple ternyata!" kagum ghazi melihat gelang nya saling menarik, dan terbentuklah logo love di tengah tengah kedua gelang mereka.

"Iya bi.. tau gak? Dulu nya sebelum aku menemukan kembaran gelang ini aku berdoa kalau perempuan yang dapat aku bakal nganggap saudara, tetapi kalau lelaki aku akan–"

"Jadikan dia suami, iya kan?" Nazhira mengangguk."dan tak di sangka ternyata doa mu di jabah oleh Allah ra.. ternyata kita memang di takdirkan sebelum nya," Nazhira tersenyum lebar menatap habibi nya.

"I love you ra," bisik Ghazi serak. Nazhira membalas nya dengan senyuman

"Loh? Gak ada balasan nya ra," kesal Ghazi, Nazhira mengulum senyum nya, gemas sekali!

"No! Aku tak mau bilang 'i love you to' bi. Tapi aku bakal balas nya dengan kata 'ana uhibbuka Fillah' aku benar benar mencintai mu karena Allah," ghazi menggigit pipi dalam nya, salting gak? Yoi lah!

"Ra.. bahkan cinta mu lebih luar biasa nya dari abi," ghazi menggenggam jemari Nazhira. di tatap lah intens Nazhira."kamu tau? Bahkan cinta abi sama kamu hanya Allah yang tau, Abi mencintai mu lebih dari cinta abi sama diri abi sendiri ra.."

'Cup!

Ghazi melabuhkan kecupan di kening Nazhira cukup lama

Tangan ghazi turun ke perut Nazhira lalu berjongkok di sana

"Assalamualaikum, anak abi kapan hadirnya nih? Cepet hadir ya nak.. kalau yang hadir nanti jagoan, abi minta jaga ummah mu demi abi ya.. tapi kalau hadirnya princess nanti abi bawa kamu ke luar negri buat jalan jalan, oke? pokoknya kita keliling dunia deh?" Nazhira mengelus rambut ghazi dengan lembut

Ghazi mendongak."ra.. beby nya kapan Hadir?"

"Sabar bi.. terus berdoa untuk kehadiran beby nya di sini," Nazhira agak gugup saat mengatakan kata 'beby nya di sini' apalagi di saat ia menunjuk perut rata nya sendiri.

"Ra.. gak kebayang deh, kalau nanti kamu hamil terus perut kamu buncit, pasti bakal lucu gitu," Ghazi tertawa kecil baru membayangkan nya saja sudah membuat dia gemas.

Nazhira tertawa di buat nya.

Ghazi melirik jam dinding di kamar nya."ra.. kita tidur yuk, udah hampir larut malam tuh," Nazhira mengangguk lalu mengikuti langkah ghazi yang perlahan naik ke atas ranjang

"Mimpi indah ra," Ghazi mencium kening Nazhira sebelum memeluk nya erat

Nazhira tersenyum lalu menepuk singkat rambut ghazi

Beberapa menit kemudian, ghazi yang mendengar suara dengkuran halus dari Nazhira perlahan bangun dari tidurnya

Ghazi memperbaiki selimut Nazhira sehingga menutupi dada nya

GHAZI ELZIO:LELAKI PILIHAN ALLAH Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang