Bab terakhir!!!!Bacanya pelan pelan....
*****
Cengkraman di bahu ghazi semakin kuat dengan seiring suara Nazhira yang mengejan berusaha mengeluarkan anaknya.Sudah sekitar satu setengah jam Nazhira berusaha dan usaha nya menghasilkan sebuah hasil..
'Oek..oek..oek..
Suara tangisan nyaring dari bayi Nazhira dan ghazi memenuhi seantero ruangan itu, tampak bayi merah yang lahir secara prematur itu langsung di bawa oleh suster yang datang untuk di bersihkan dan di bawa ke inkubator
"Terimakasih ya Allah," ghazi bersujud, ia berkali kali mengucapkan kata terima kasih pada Allah. ghazi bangkit lalu mencium kening Nazhira tak lupa ia mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya pada Nazhira yang telah berjuang melahirkan seorang keturunan bagi nya
Dokter itu tersenyum sembari menjahit Nazhira, setelah di jahit ia langsung pamit untuk mengambil bayi Nazhira dan ghazi yang akan di adzan kan oleh Abi nya.
Nazhira menepuk ranjang di sisi kanan nya, menyuruh ghazi untuk naik di atas sana, ghazi mengangguk lalu duduk di sana, untungnya ranjang itu cukup besar jadi muat dua orang di sana
Tak lama datanglah dokter yang membantu persalinan Nazhira tadi, ia menyerahkan bayi itu pada gendongan ghazi
Tangan ghazi gemetar saat pertama kali kulit nya bersentuhan dengan kulit mulus jagoan nya
Ghazi mendekatkan mulutnya ke telinga mungil putra nya, ia mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqomah di telinga kiri.
Selepas mengumandangkan adzan dan iqomah, Ghazi kembali membacakan surah al-Qadr untuk putra nya
"Untuk apa itu Abi?" tanya Nazhira lemas
Ghazi mengelus pipi putra nya seraya menjawab pertanyaan dari Nazhira."agar putra kecil kita senantiasa di lindungi oleh Allah dari perbuatan maksiat Humaira," Jawab nya. setelah nya ghazi berbisik di telinga putra kecil nya.
"Ahlan wa sahlan anak abi.. jadi jagoan buat abi dan umma ya nak," ghazi mencium kening putra nya lembut.
"Mau coba gendong juga?" Nazhira menggeleng, karena tangan nya masih terasa lemas akibat berpegangan di sisi ranjang dan di bahu ghazi tadi
"Dok, bisa tinggal kami sebentar dulu," dokter itu mengangguk lalu pergi dari sana
Ghazi membaringkan tubuh kecil putra nya di tengah tengah mereka, Ghazi sedikit memiringkan badannya begitupun dengan Nazhira
"Anak abi.. tampan sekali nak," puji ghazi tulus.
"Nama nya siapa lagi bi??"
"Ghafir Elzio Adibrata Al-hafidz, semoga kelak anak abi dan ummah bisa menjadi orang yang pemaaf dan menjadi hafidz Qur'an ya nak," Ghazi mencium gemas kening putra nya.
Nazhira tersenyum, tangan nya dengan pelan mengelus pipi merah putra nya, Nazhira menatap ghafi dan juga ghazi secara bergantian, wajah mereka persis sekali, yang membedakan hanya satu, ada yang versi kecil dan satu yang versi dewasa.
"Kenapa hm?" tanya ghazi saat menyadari tatapan dari Nazhira tak luput menatap nya.
"Humaira capek bi.. mau istirahat aja," pertama kali nya Nazhira memanggil diri nya sendiri dengan panggilan 'humaira'.
"Yaudah abi ikut ya," Nazhira menggeleng."loh kenapa?"
"Entar siapa yang jagain bayi kita dong?" Kekeh nazhira. ghazi tersenyum lebar, ia menatap dalam netra perempuan nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
GHAZI ELZIO:LELAKI PILIHAN ALLAH
EspiritualSeharusnya di dalam pernikahan yang membimbing adalah suami, namun jika suami saja tak tau bagaimana membimbing istrinya bagaimana rumah tangga mereka kedepannya? Ghazi Elzio adibrata. lelaki dingin nan kejam harus menuruti permintaan konyol orang t...