"Selamat Ulang Tahun Sayang, semoga kata favorite ini menjadi ucapan yang bisa ku ucapkan selalu setiap tahunnya."- Ale
***
Disney Sea Tokyo, november 9th.
Tempat paling banyak dikunjungi orang-orang untuk bermain. Berbagi kenangan bahagia, yang dirasakan ketika berada disana. Tempat yang memiliki arti tersendiri bagi Sasha, karena sejak kecil ia sangat ingin kesini. Namun, dari segi ekonomi dan kondisi keluarga hal itu tidak memungkinkan.
Kini impiannya terwujud, memang bukan bersama orang tuanya yang sudah tiada. Namun ia ditemani oleh pria yang saat ini paling menyayanginya di dunia. Ale, suami tercintanya.
"Sayang, seneng banget" kata Sasha sambil menyeka air matanya yang menetes. Senyumnya mengembang. Lalu, ia memeluk tubuh Ale dengan erat "Makasih Suamiku" kata Sasha lembut.
Ale mengelus rambut Sasha dengan penuh kasih sayang, matanya terpejam. Merasakan energi mengalir antar keduanya.
"Aku senang liat kamu senang sayang" Kata Ale sambil menatap Sasha yang meregangkan pelukannya.
Sasha kembali terharu "kamu kok bisa tau, kalau aku mau kesini?" Tanya Sasha.
Ale terkekeh "tau lah, kamu kan suka banget princess-princess. Jadi pasti kamu suka tempat ini. Udah dong sayangku, jangan nangis ya." Ucap Ale sambil menyeka air mata Sasha.
"Hmm.. sayang, makasih ya. Makasih banyak, karena kamu selalu baik sama aku" Ucap Sasha tulus.
Ale mengangguk "my pleasure sayangku, pokoknya kamu gak boleh sedih-sedih lagi ya" pinta Ale sambil tersenyum.
Sasha mengangguk "selama kamu selalu sama aku. Aku gak akan sedih" Jawab Sasha sambil tersenyum dan menaruh lengannya di pinggang ale.
Ale tersenyum "ada atau gak adanya aku, kamu harus selalu bahagia sayang. Ga boleh sedih" Ucapnya yang mendapatkan pukulan kecil dari Sasha.
"Ishhh ! Kamu kenapa ngomongnya gitu?! Emang kamu mau kemana haa"kata Sasha sedikit sebal.
Ale terkekeh "ya kalau aku nanti ada kerjaan ke luar negri , terus kamh gak bisa ikut. Berarti kan aku gak ada disamping kamu sayang" jelas Ale.
Sasha mengerucutkan bibirnya "kalau kita LDR kaya gitu, setiap jam aku telefon kamuuuuu..."
Ale terkekeh "gak bisa, kan akunya sibukkk"
Sasha membuka matanya lebar-lebar "awas ya kamu! Udahlah aku mau beli bando aja" ucap Sasha yang langsung meninggalkan Ale dan berjalan dahulu menuju store disney.
***
Tak terasa hari sudah larut, momen dimana princess belle dari beauty and the beast muncul dihadapan Sasha dan Ale. Kemudian Sasha matanya berbinar tidak berhenti senang melihat pertunjukan tersebut.
Ale yang menatapnya dari samping langsung ikut tersenyum bahagia. Lalu ia mengecup pelipis Sasha yang memiliki perbedaan tinggi dengannya 12 cm itu.
"Ale aku seneng banget!" Kata Sasha sambil menyeka air matanya sedikit setelah melihat beauty and the beast.
Ale merengkuh Sasha ke dalam dekapannya "Kamu senang aku juga senang sayang. Apapun yang buat kamu senang kita lakuin yaa"
Sasha mematap Ale "makasih sayangku" katanya yang langsung mengecup singkat bibir Ale.
Ale menatap Sasha lembut, tangannya mengelus rambut Sasha dengan penuh kasih sayang "Selamat Ulang Tahun Sayang, semoga kata favorite ini menjadi ucapan yang bisa ku ucapkan selalu setiap tahunnya." Ucapnya yang menitikan sedikit air mata.
Sasha menangis haru "sayang..." dia mendekap Ale. "Makasih banyak ya udah bahagiain aku.. udah wujudin impian masa kecil aku"
"I love you" Ale hanya mengucapkan kalimat itu. "Aku harap besok, lusa, selamanya hari-hari kita akan sama bahkan lebih indah" lanjutnya.
Bagi mereka Kenangan ini akan tersimpan selamanya. Jauh dilubuk hati terdalam dan dimanapun mereka berada. Jiwa akan tetap terhubung. Karena itulah cinta.
***
Apartemen , Tokyo.
pukul 03.00 dini hari, di Jepang udara terasa sangat dingin. Sasha terbangun dari tidurnya, perutnya keroncongan karena lapar. lalu, ia menatap Ale yang sudah tertidur pulas karena kemarin seharian bermain di disneyland bersamanya.
Tangannya mengelus lembut rambut Ale yang tertidur pulas seperti bayi. Kemudian, bibirnya mengecup pelipis Ale berulang kali. Sasha ingin makan tapi mereka kehabisan cemilan karena bermain seharian.
Ale sedikit terbangun , matanya masih berat untuk terbuka. "Kenapa sayang?" Tanyanya dengan suara berat.
Sasha hanya menatap Ale sambil menggelengkan kepala. Ale paham pasti ada sesuatu.
"Hm? Kenapa?" Ale mendekap Sasha lembut. "Mau apa Sayang?" Ucapnya yang kini menempelkan wajahnya di kepala Sasha.
Sasha mengambil tangan Ale dan meletakkannya di perutnya. "Aku laper" Ucapnya dengan polos.
Ale yang masih setengah sadar langsung terkesiap. "Makan?"
Karena semalam sebelum pertunjukan Beauty and the beast Sasha memesan banyak hidangan makanan dan dia menghabiskannya. "Sayang mau makan apa?" Meski begitu Ale tetap bertanya.
"Apa ya? Menurut kamu apa?" Tanya Sasha.
"Udon? Sushi?" Ale membuatkannya Opsi.
Sasha menggelengkan kepalanya. "Bosennn, pokoknya aku laper tapi gak tau mau makan apa" kata Sasha.
"Aku mau makanan Indonesia, telor dadar pakai kecap gitu sayang. Terus pakai nasi"
Ale terbelak. Karena telur saja mereka tidak punya, namun untungnya kecap ada. Hal pertama yang Ale tangkap mereka harus ke mini market dulu.
"Ok. Aku ke mini market deket sini dulu, kamu tunggu aja ya. Capek nanti" Kata Ale yang langsung beranjak dari kasurnya.
kemudian mencuci wajahnya , setelah itu ia kembali saat ingin meraih dompetnya yang berada dimeja dengan posisi Sasha yang masih di tempat tidur ia meraih tangan Ale. Ale langsung menatap Sasha " Kenapa Sayang?"
Sasha menarik tubuh Ale isyarat mendekat. Sambil duduk ia memeluk perut Ale dengan posisi Ale yang berdiri dan Sasha yang duduk. Memenggemaskan.
"Aku gak mau kamu tinggalin" katanya merengek.
Ale tertawa gemas "Sayangku, yaudah ayo ikut" ucap Ale sambil tangannya mengusap kepala Sasha.
***
To be continue......
Yayyyy!!! Akhirnya di next lagi, aku pengen sering2 next sekaranggg!! Kangen bangetttttttt sama readersku😭🫶🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
ALESHA
Fanfiction"Gak logis emang, tapi kalau udah takdir mau gimana lagi" ALESHA Baper,bahagia, sedih, kecewa akan ada disini. Selamat menikmati ceritaku 💕 -Kamis, 4 Juli 2019- With Love, Shafira Salsyabila.
