Bertahan. Karena hati kedepannya tidak ada yang tahu dijatuhkan kepada siapa.
Terimakasih yang sudah nunggu cerita ini. Jangan lupa VOTE dan KOMENTARNYA YA biar Aku semangat ngetiknya.😊🙏🏻💜
🥀🥀🥀
Sasha terdiam saat Ale memeluknya begitu erat. Jantungnya terus berdetak tak karuan. Ingin rasanya ia marah kepada Ale lebih dari tadi. Namun, rasanya sulit. Rasa sayangnya kepada Ale melebihi egonya.
"Sha.. maafin Gue, ya." Sekali lagi Ale berkata itu sambil menatap Sasha.
Sasha mengangguk " Iya. Gak papa. Maaf Aku tadi marah-marah sama kamu" kata Sasha lembut sambil menangkup pipi Ale.
Ale tertegun " Lo ga salah. Gue aja yang bodoh. Terimakasih Sha udah jadi calon istri yang pengertian dan sabar" Ucap Ale sambil menyeka air mata Sasha.
Sasha menjawab "Sama-sama. Terimakasih juga sudah jadi calon suami yang bisa membagi waktu dengan baik" Kata Sasha sambil merapikan rambut Ale yang sedikit berantakan.
"Gue janji, akan berubah. Tetap bertahan Sha untuk Gue. Sekali lagi maaf.." benarkah Ale memintanya untuk bertahan? Sasha benar-benar tidak percaya dibuatnya.
"Kamu minta Aku untuk bertahan?" Sasha memastikan ucapan Ale tadi.
Ale mengangguk. "Ya. Karena kita gak pernah tahu hati kedepannya gimana kan?"
"Maksud kamu?" Tanya Sasha bingung.
"Gak menutup kemungkinan Aku menaruh hati ke kamu. Maaf untuk ucapan Aku waktu itu." Kata Ale yang nampak sedikit malu.
Ale mengalihkan pembicaraan saat Sasha belum menjawab apapun " Gue gendong ke mobil. Tumit lo sakit kan"
Sasha tersenyum "Gak usah. Aku jalan aja masih bisa kok"
"Iqbaal Aleano gak suka penolakan" kata Ale datar sambil sigap menggendong Sasha ala bridal style.
Sasha diam. Hanya dapat menatap Ale. Sungguh ini di luar dugaan.
"Tangan lo lingkarin di leher Gue" perintah Ale saat ia ingin berjalan menuju mobilnya.
Sasha hanya mematuhi tanpa berbicara apapun. Saat sudah sampai mobil Ale, Sasha didudukan oleh Ale di jok penumpang mobilnya. Diikuti ia masuk dari arah jok pengemudi.
"Gue telefon tante Nala dulu ya. Takut tante lo khawatir"
Ale mengambil keputusan untuk menghubungi tante Nala.
"Assalamualaikum tan." sapa Ale saat telefonnya sudah terhubung.
"Waalaikumsalam. Ale masih dimana?"terdengar suara panik disebrang sana.
"Tan,Maaf banget Ale sepertinya akan telat sekitar jam dua malam sampainya. Mobilnya mogok di jalan, ini lagi coba hubungi asisten ayah untuk bantu benerin" jelas Ale beralibi.
"Ok Ale, hati-hati ya. Maaf tante jadi ngerepotin kamu untuk nganter Sasha. Kalau butuh bantuan Tante siap nyusulin sama Fanya. " ucap Tante Nala.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALESHA
Fanfiction"Gak logis emang, tapi kalau udah takdir mau gimana lagi" ALESHA Baper,bahagia, sedih, kecewa akan ada disini. Selamat menikmati ceritaku 💕 -Kamis, 4 Juli 2019- With Love, Shafira Salsyabila.
