Ujian terakhir sekolah sebenarnya masih satu minggu lagi.
Namun kabar tentang pembagian ruang ujian sudah lebih dulu "dibocorkan" oleh wali kelas mereka.
Di dalam kelas, suasana masih seperti biasa. Beberapa murid bercanda, sebagian sibuk dengan buku mereka.
Sementara itu, Alika duduk di bangkunya dekat jendela.
Ia menatap langit yang terlihat cerah dari balik kaca, bibirnya sedikit dimanyunkan, seolah sedang memikirkan sesuatu yang berat.
Di bangku lain, Zenn memperhatikan gadis itu.
Alika terlihat bengong lagi.
🙎🏻♂️ Zenn (dalam hati) :
Kenapa lagi nih anak... bengong mulu.
Zenn terlihat kebingungan dengan sikap Alika yang belakangan sering melamun.
Namun tentu saja, Zenn tidak bisa mendengar suara hati Alika.
Beberapa saat kemudian, Zenn yang sudah agak kesal akhirnya menyindirnya.
🙎🏻♂️ Zenn :
"Hadeh... ngapain natapin jendela mulu? Minimal natap muka aku lah."
Ucapan itu membuat Alika yang sedang melamun langsung menoleh secara refleks.
Tatapan mereka bertemu.
Eye contact.
Untuk beberapa detik, waktu terasa berhenti.
Di dalam hati, Zenn sebenarnya hampir seperti ingin tantrum karena senang. Tapi di luar, ia tetap berusaha terlihat santai dan cool.
Sementara itu, Alika justru segera mengalihkan pandangannya, seolah tidak suka dengan perkataan Zenn tadi.
Melihat reaksi itu, Zenn langsung merasa salah tingkah.
Telapak tangannya bahkan mulai terasa dingin.
🤷🏻♂️ Zenn (dalam hati) :
Apa aku salah ya...
Alika akhirnya menoleh lagi, kali ini dengan nada yang terdengar seperti sindiran.
🤦🏻♀️ Alika :
"Katanya disuruh natap muka tampannya, yaudah... ini udah aku liatin."
Zenn hanya bisa tersenyum canggung.
🙎🏻♂️ Zenn :
"Iya deh..."
Belum sempat percakapan itu berlanjut, suara guru terdengar dari depan kelas.
🧕🏻 Guru :
"Anak-anak, nanti saat ujian kalian satu kelas berada di satu ruangan ya."
Seketika seluruh murid langsung bersorak.
👥👥 :
"Woooo!"
Mereka senang karena itu berarti ujian terakhir mereka bersama.
Guru lalu melanjutkan penjelasannya.
🧕🏻 Guru :
"Tapi di ruangan kita juga akan ada beberapa murid dari kelas sebelah karena tempat ujian terbatas."
Kelas mulai sedikit tenang.
🧕🏻 Guru :
"Contohnya kelas kita harus tetap tertib, jangan sampai ribut. Nah, yang ikut dari kelas sebelah nanti kemungkinan adalah absen terakhir dari kelas mereka."
Beberapa murid langsung saling berbisik.
Sementara itu, Alika yang mendengar penjelasan itu tiba-tiba langsung terdiam.
Satu nama langsung muncul di pikirannya.
Matanya sedikit menyipit.
Sofia.
Nama itu terlintas begitu saja di kepalanya.
Alika langsung mengernyit pelan.
Teman-teman di sekitarnya yang melihat ekspresi Alika pun langsung menoleh ke arahnya.
Seolah mereka juga tahu...
bahwa jika Sofia benar-benar berada di ruang ujian yang sama,
maka hari ujian itu mungkin tidak akan berjalan setenang yang mereka bayangkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALZEN
Fiksi RemajaSenja itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Zenn berdiri di hadapan Alika, seolah menahan sesuatu yang berat di dalam hatinya. Angin sore berhembus pelan, membuat suasana perpisahan itu terasa semakin nyata. Dengan suara yang sedikit bergetar, Zenn...
